
"Buka!"Ayana menurun kan kaca mobil karena Fia terus-menerus menggedor-gedor kaca mobil.
"Ada apa lagi sih madu kesayangan ku?"Ayana menekan kata madu.
"Kalian mau ke mana?mas kenapa kau bersama dengan nya?bukan nya kau berjanji untuk menjemput ku di salon,tapi malah menghabis kan waktu bersama Ayana?!"Fia bersungut-sungut.
"Hei!kami sudah menunggu mu setengah jam di sana,bahkan sampai bayi di dalam kandungan ku kelaparan.tapi kau pergi kemana? jangan-jangan izin ke salon ternyata pergi ke club.”
Belum juga Bayu menjawab.Ayana lebih dulu berceloteh panjang karena kesal dengan Fia.
"Aku benar-benar kesal pada mu!dasar tidak tau diri."Ayana semakin berujar kesal.
"Kau!"Fia membuka pintu bagian penumpang,membanting nya keras.
"Fia!"Bayu menegur.
"Mas membela nya?!"Fia semakin tidak suka dengan Bayu yang terkesan membela Ayana.
"Fia,kenapa dengan mu?sejak kapan sikap mu berubah kekanak-kanakan?"
Fia menatap Bayu tajam,sebelum memaling kan pandangan nya keluar karena kesal.
"Mas,kita mau kemana?"Ayana nenyadar kan Bayu yang termenung,belum melajukan mobil nya.
"Kita ke panti asuhan"Bayu mulai melaju kan mobil dengan kecepatan sedang menuju panti asuhan kasih bunda.
Firasat tidak enak mulai menggelayuti hati Ayana,begitu sampai dia berlari keluar, hingga lupa pada kandungan yang tengah ia jaga setengah mati.
"Dek,di mana bunda?"Ayana melirik ke sana kemari,bertanya pada anak-anak panti.
"Kakak datang?bunda di kamar,sedang sakit,kakak lebih baik ke sana Sekarang,bunda terus menanya kan keberadaan kakak."
Seorang anak panti mendekat,memberi tau kondisi bunda panti.
"Assalamualaikum bunda!"Ayana membuka pintu kamar pelan.
"Wa'alaikum sallam"bunda mengulas senyum tipis di bibir pucat nya.
"Ya Allah bunda kenapa?bunda sekit?terus Kenapa tidak memberi kabar?Ayana kan bisa datang membantu menjaga anak-anak."
__ADS_1
Ayana duduk di ujung ranjang,mengelus lembut tangan keriput yang dulu selalu menjaga nya.
Bohong jika Ayana tidak sakit hati, karena bunda panti menumbal kan nya demi keberlangsungan anak-anak panti.
Tapi sebisa mungkin Ayana berfikir rasional.semua demi kebaikan bersama, walaupun pada akhir nya dia yang menderita.
"Nak kau datang sendiri?"bunda mencari keberadaan Bayu.
"Mas Bayu ada di luar bunda,bunda sakit apa?"Ayana menjawab pelan.
"Demam biasa,hanya kelelahan.bunda bahagia kau sudah hidup dengan baik,pakaian mu juga jauh lebih layak"bunda panti terseyum sangat tipis.
"Bunda,Ayana sudah bertemu dengan ayah kandung Ayana bunda."Ayana tidak dapat membendung kebahagiaan nya sendiri.
"Benar kah? Alhamdulillah.allah selalu mempunyai kekuatan untuk hamba-hamba Nya yang bersabar"bunda mengelus pipi Ayana.
"Iya,ternyata Ayana tidak di buang bunda,Ayana di culik.hingga Ayana berakhir di sini,Ayana bahagia bunda,ayah Ayana orang yang sangat baik".
Genggaman tangan Ayana pada tahan paruh baya bunda panti semakin menguat,netra nya sudah berembun di penuhi dengan banyak kaca-kaca.
"Kau bahagia sekarang?mendapat kan keluarga yang baik,bertemu orang tua mu,menikah dengan Laki-laki yang baik,bunda bahagia sayang"bunda menangis terisak.
"Jika bunda pergi,bunda tidak perlu khawatir tentang mu atau anak-anak panti yang lain,para donatur telah menunjuk pengurus baru."
Ayana tertegun, perasaan nya mulai tidak enak,menatap ke arah bunda panti yang sangat pucat pasi.
"Suami mu mencintai mu kan?"tanya bunda.
"Suami nya tidak pernah mencintai nya!dia hanya rahim pengganti!suami nya hanya mencintai ku."
Fia tiba-tiba datang, membongkar fakta yang membuat Ayana semakin shock,bisa saja kondisi kesehatan ibu panti menurun.
"Dia siapa?dan apa maksud nya sayang?"bunda menatap ke arah Ayana.
"Bunda..."
Belum selesai Ayana menjawab, Fia lebih dulu menyambar.
"Saya istri kedua mas bayu.mas Bayu menikahi Saya setelah beberapa hari menikah dengan Ayana, dia tidak pernah di cintai oleh siapapun."
__ADS_1
Fia mengulas seringai, berusaha memprovokasi ibu panti.
"Fia!apa yang kau lakukan?"suara Ayana meninggi,bahkan sangat keras.
"Kenapa?kau tidak suka wanita tua itu tau rumah tangga kita?.kau yang ada di antara aku dan mas Bayu!kau merebut segala milik ku!"Fia berteriak sangat keras,emosi nya meluap-luap.
"Fia,apa yang kau lakukan?kenapa kau berkata seperti itu di sini"ayana menatap tidak suka ke arah Fia.
"Kenapa?walaupun aku istri kedua,aku yang paling di cintai oleh mas bayu.kau yang menjadi ketiga di antara kami,wah ibu panti macam apa anda?tega mengorban kan gadis tidak berdosa seperti Ayana!”
Fia terus mencaci tanpa henti.tidak memikir kan wajah ibu panti yang sudah pucat, air mata terus mengalir dari pipi nya.
"Tidak mungkin kan nak?nak Bayu tidak mungkin menduakan mu,ini kenal keluarga mereka,keluarga mas Bayu tidak akan membiar kan itu terjadi.”
Ayana hanya mampu menunduk.tidak mampu berkata tidak, karena fakta nya iya.
"Itu semua kesalahan Anda.sekarang Ayana sudah hamil,tujuan mas Bayu menikahi nya tercapai.setelah dia melahir kan,bayi nya akan menjadi milik ku,dan dia akan di cerai kan oleh mas bayu”fia menyeringai sinis.
"Kasihan sekali nasib mu ayana.siap kan air mata mu,kau akan menangis karena kehilangan anak mu,dan juga di cerai kan mas Bayu.”
Fia berujar tegas.
"Fia!jaga bicara mu jangan seperti itu,bunda panti sedang sakit di mana perasaan mu sebagai seorang anak!.”
Ayana berteriak lantang,kesal karena Fia terus membongkar kebenaran yang selama ini ia tutupi demi kesehatan ibu panti.
"Kenapa?itu kenyataan nya.kau terus mengalami kekerasan,kau tidak sadar diri hah?!"Fia berteriak kesal.
"Kau yang tidak sadar diri Fia?berani sekali wanita hina seperti mu mengakui calon anak ku sebagai milik mu!"
Ayana hilang kendali,suara nya semakin meninggi karena Fia tak kunjung berhenti memojok kan nya.
"Dia adalah anak ku!mas Bayu menikahi mu karena permintaan ku!jangan lupa posisi mu hanya lah rahim pengganti dan istri tak di angggap!"
Perdebatan semakin sengit, Fia tidak ingin mengalah sedikit pun.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
__ADS_1
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote.