
Setelah mendapat penanganan dari dokter akhirnya diputuskan janin yang sudah terbentuk dalam rahim Leny harus segera dipindahkan ke rahim Delia. Saat itu juga,setelah kondisi Leny yang dirasa cukup stabil perawat membawa Leny ke dalam kamar ICU sesuai perintah dokter. Selanjutnya Delia diajak masuk ke dalam ruang scanning untuk melalui beberapa metode scrining guna melewati beberapa proses yang harus dilaksanakan sebelum proses pemindahan janin dilakukan.
Rehan menggenggam tangan istrinya dengan erat,dia berusaha menahan air mata yang hendak turun dari peraduannya. Namun pertahanannya runtuh seketika saat kondisi Leny yang tiba-tiba dalam kondisi kritis. Seorang Rehan yang cuek,pendiam dan tak banyak mengekspresikan emosinya kini menjadi lelaki yang cukup emosional dan bertingkah cengeng di hadapan istrinya yang terbaring lemah.
Setelah berhasil melewati masa kritis,Leny ditempatkan dalam ruang ICU,tentu pihak keluarga tak bisa seenaknya dalam menjenguk Leny. Yang diizinkan menjaga pasien hanya satu orang saja,itupun harus mengenakan jas steril sebelum masuk ke dalam ruangan ICU.
Akhirnya mau tak mau Delia harus bed rest total di rumah sakit untuk melakukan serangkaian pemeriksaan yang harus dilalui. Kalau harus bolak-balik ke rumah sakit dan rumahnya dikhawatirkan akan berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Delia tak perlu khawatir dengan keadaan rumahnya karena Seli sudah menyuruh beberapa orang untuk berjaga di sana.
Delia harus rileks,tak boleh sedikitpun merasa stress maupun terbebani dengan masalah apapun. Karena nantinya juga akan mempengaruhi hasil pemeriksaan. Jangan sampai itu terjadi mengingat kondisi Leny yang ditakutkan melemah sewaktu-waktu.
Berkat bantuan seorang Hendra Gunawan suami dari Sela Gunawan,Delia mendapat izin cuti selama beberapa hari dari kampusnya. Padahal sebelumnya setiap minta cuti selalu mendapat kesulitan,tapi begitu Hendra bertindak maka kesulitan itu sirna.
"kamu harus jaga kesehatan kamu ya Del,tante gak mau kalau kamu sampai kecapekan dan nantinya berpengaruh negatif dan akan menggagalkan semuanya" Sela menggenggam tangan Delia yang merasa sungkan karena mendapat perlakuan istimewa dari keluarga Rehan,terutama oleh Sela.
Disisi lain,seorang lelaki berkulit sawo matang yang bertetangga baik dengan Delia,melihat beberapa orang berbadan tegap berada di teras depan rumah Delia.
"itu kenapa rumah neng Delia dijaga sama mereka ya ?"
"apa rumah neng Delia sudah disita ?"
"terus,neng Delia nya kemana ?"
Joko terus memandang ke arah rumah Delia yang dijaga itu dengan pikirannya sendiri tanpa berani bertanya pada orang-orang yang berjaga di sana.
"itu orang sepertinya ngelihat kesini terus,apa perlu kita lapor ke boss ?" ucap salah seorang penjaga rumah Delia pada rekannya yang lain.
__ADS_1
Tapi rekannya itu hanya melambaikan tangannya dan membiarkan Joko berlalu dengan pandangan yang masih terus mengarah pada rumah Delia.
Joko merogoh ponsel di sakunya dan menekan ikon warna hijau di benda berwarna hitam miliknya. Mencari chat dengan nama Neng Delia Cantik lalu menekan tombol memanggil.
Delia langsung mengangkat telepon dari bang Joko.
"halo,iya bang ?" jawab Delia
"halo,neng Delia. Itu rumahnya neng Delia kok dijaga sama orang yang sangar-sangar gitu ya,apa rumahnya neng udah disita sama orang yang ngasih utang sama almarhum pak Seno ?"
"terus neng sendiri sekarang dimana,kok bang Joko lihat dari kemaren neng Delia gak pulang ke rumah,neng baek-baek aja kan ?"
Bang Joko memberondong Delia dengan beberapa pertanyaan tanpa memberi kesempatan gadis itu menjawab pertanyaannya.
"ingat ya nak,mama Sela gak mau kamu kenapa-napa. Kamu harus jaga kesehatan kamu ya nak !" tutur Sela dengan bahasa yang lemah lembut.
Sikap tante Sela dari dulu tak pernah berubah,beliau selalu saja baik terhadap Delia. Itu sebabnya Delia selalu merasa tak nyaman kalau dari keluarga Sela membutuhkan bantuannya.
Joko melihat ponselnya yang sudah terputus sambungan telepon dengan nomor Delia. Sambil berjalan perlahan,pria berambut keriting itu terus memikirkan perkataan Sela yang mengatakan Delia butuh istirahat dan tidak bisa di ganggu dulu.
Sementara itu,dirumah Pak Darul.
"papa besok sudah mulai balik ngajar lagi ?" tanya Selvi yang melihat sang ayah sedang sibuk menyiapkan soal-soal yang akan diujikan pada mahasiswanya keesokan hari.
Tapi yang ditanya tak menjawab pertanyaan putri bungsunya dan tetap fokus mengetik di layar laptop di depannya ditemani sang istri yang asik berselancar di dunia maya.
__ADS_1
"udah,jangan ganggu papa dulu ! kamu kan tahu kalau papa lagi sibuk gitu mana bisa diganggu ?" sela istri pak Darul meletakkan hp nya di meja lalu beranjak berdiri dan beralih duduk disamping putri tirinya.
Selvi mencebikkan bibir karena tak mendapatkan jawaban yang diharapkan.
"sebel deh sama papa,kalau udah kerja langsung lupa daratan,udah kayak robot tau gak" gerutu Selvi hanya dilirik sekilas oleh Darul.
Istri Pak Darul yaitu bu Dian menggelengkan kepalanya melihat sikap Selvi yang masih saja manja walau pun sudah akan kuliah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kita akan memeriksa kondisi kantong rahim nona Delia untuk melihat kelayakannya,mengingat nona Delia yang belum pernah hamil" ucap Dokter spesialis kandungan setelah Delia selesai diperiksa oleh seorang dokter umum.
Dalam ruangan tersebut sudah hadir juga Rehan dan kedua orangtuanya,sementara Leny ditunggui oleh sang kakak yang sengaja datang dari kota Sonic untuk melihat keadaan adiknya. Sedangkan kedua orangtua Leny sudah kembali ke kota Rexy karena tak bisa berlama-lama izin kerja,kedua orangtua Leny adalah ASN di kota tersebut.
Mama Sela memerintah Rehan untuk mengambil kursi roda untuk digunakan Delia yang akan melakukan pemeriksaan di poli kandungan,tapi Delia menolak dan memilih datang ke poli dengan berjalan kaki saja.
"mama Sela,Delia gak papa,gak perlu khawatir gitu,lagian poli kandungan kan cuma 2 lantai dari sini,udah gitu ada lift juga,aku gak akan kecapekan kok" tolak Delia yang terus dipaksa Sela agar mau duduk di kursi roda.
Selepas dari poli kandungan,Rehan dan juga Delia kembali ke ruangan Delia yang berada di lantai 6,berjarak 1 lorong dari ruang ICU tempat Leny di rawat. Dari ruang ICU seorang lelaki melihat Rehan yang baru saja selesai bicara dengan seorang gadis di depan sebuah ruangan. Lelaki tersebut adalah Leo,kakak kandung Leny.
"kamu kenal sama pasien kamar sebelah,Han ?" tanya Leo ingin tahu.
Rehan terdiam mendapat pertanyaan itu dari Leo,karena taj biasanya seorang Leo ingi tahu urusan orang lain.
"dia Delia,wanita yang bersedia meminjamkan rahimnya untuk menampung calon anak kami"
__ADS_1