Rahimku Untuknya

Rahimku Untuknya
Curhat


__ADS_3

Ternyata selama di cafe tadi,disana juga ada Joko yang sedang bertemu dengan salah seorang teman lama. Joko merasa sakit hati melihat Vania memiliki hubungan dekat dengan lelaki lain,walau ia sendiri menyadari kalau antara dirinya dengan Vania belum ada hubungan spesial,hanya saja selama beberapa hari ini hubungan mereka sangat dekat. Lelaki itu sudah merasa nyaman berdekatan dengan Vania,dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya kepada gadis cantik itu. Tapi semua hanya angan semu,karena ternyata Vania sudah memiliki kekasih hati yang jauh lebih segalanya dari apa yang ia miliki.


Sementara itu di lain tempat,Delia dan Rehan baru saja sampai di rumah. Delia dengan raut wajah kesalnya turun dari mobil hitam Rehan lalu menyapa Hendra dan Seli seperlunya kemudian dia langsung masuk ke dalam rumah dan segera naik ke atas loteng dimana kamarnya berada.


"ma,pa" sapa Rehan menyapa kedua orang tuanya yang dibuat bingung dengan sikap Delia yang pulang dengan keadaan cemberut.


"tunggu ! kamu harus jelaskan kenapa Delia bisa semarah itu setelah kamu ajak keluar !" titah Hendra membuat langkah Rehan tertahan.


Rehan pun menghentikan langkah dan berbalik pada orang tuanya,dia meminta kedua orang tuanya untuk lebih dulu duduk baru kemudian dia akan menjelaskan duduk masalahnya.


Disisi lain,Joko yang terlanjur merasakan sakit di hatinya memilih pulang dan membatalkan pertemuannya dengan seorang teman lamanya. Ia pergi ke rumah Silvi,di rumah sederhana milik orang tua Silvi Jordan alias Joko mengutarakan segala keluh kesahnya pada gadis manis yang sudah ia anggap adik dari sejak lama.


Joko tak sungkan menceritakan isi hatinya pada Silvi yang juga terdengar oleh kedua orang tua gadis itu. Hubungan Joko dengan keluarga Silvi memang sudah terjalin dengan sangat akrab,melebihi kedekatannya dengan kedua orang tuanya.


"paman,bibi, maaf, aku bikin rusuh rumah kalian. Tapi cuma disini aku bisa curhat semua masalahku. Aku patah hati " lirih Joko berbicara tanpa daya.

__ADS_1


"ternyata orang kayak kamu juga bisa patah hati ?" celetuk seorang pria kakak dari Silvi,Dimas namanya.


Tapi kemudian pria yang juga seumuran dengan Joko itu meringis kesakitan saat lengannya di jotos oleh Silvi,gadis itu geram karena kakaknya bukannya memperlihatkan simpatinya atas apa yang sudah menimpa Joko tapi justru meledeknya.


Orang tua Silvi turut prihatin dengan apa yang dialami Joko,tapi mereka juga tak bisa berbuat apa-apa. Dengan sedikit pengalaman masa remajanya,ibu dari Dimas dan Silvi memberikan nasehatnya pada Joko,ayah mereka pun sesekali turut melengkapi.


"jadi sekarang nasib cafe kita gimana bang ?" Silvi berusaha mengalihkan pikiran Joko agar tak terus teringat dengan kisah asmaranya yang belum pernah berjalan mulus.


Silvi adalah gadis manis yang ceria,hari-harinya dipenuhi dengan canda tawa bersama teman sebayanya yang kebanyakan para lelaki,berulang kali beberapa diantara teman dekatnya mengutarakan isi hati mereka pada Silvi,tapi gadis itu belum terfikirkan ingin pacaran. Ia ingin membanggakan kedua orang tuanya lebih dulu sebelum menggapai kebahagiannya sendiri.


Silvi hendak protes,tapi kemudian Joko berdiri dari posisi duduknya dan menerima sebuah panggilan masuk. Gadis itupun urung melakukan aksi protesnya dan hanya pasrah saat Joko berlalu pergi menjauh saat menerima panggilan telepon tersebut seolah tak mau percakapannya ditelpon terdengar oleh orang lain.


"mama mai kemana ?" tanya Rehan melihat mamanya keluar dari kamar dalam keadaan sudah dandan rapi lengkap dengan tas yang menggantung di lengannya. Walau dalam kesehariannya Seli memang selalu tampil rapi meskipun hanya dirumah.


"mau ketemuan sama tante Karin sekalian jemput om Brian baru pulang dari luar kota,papa juga kesana nanti habis dari ketemu sama kliennya" jawab Seli panjang lebar menjelaskan.

__ADS_1


Rehan hendak protes karena itu berarti rumah akan kosong,tapi kemudian Leo datang bersama kedua orang tuanya. Mereka berencana tinggal di kota Sonic selama beberapa hari,selain untuk mengobati kerinduan mereka pada Leny putri mereka,juga ingin menyampaikan rasa terima kasih pada Delia yang sudah mengorbankan hidupnya demi menolong seseorang yang baru ia kenal.


"eh jeng Rina sama mas Umar udah datang" Seli langsung memeluk besannya.


Rehan pun harus berangkat ke kota Sodam. Ibu dan anak itu pergi dengan tujuan yang berbeda meninggalkan Leo,Rina dan Umar yang jadi tamu mereka. Sepeninggal Seli dan Rehan,mama Leo meminta izin pada ART rumah untuk masuk ke dalam kamar Rehan,mereka ingi bertemu dengan putri mereka yang sudah lama tak mereka jumpai.


"Non,maaf. Dibawah ada den Leo dan kedua orangtuanya,tadi nyonya Seli pesen biar non Delia temui mereka dibawah,sekalian menemani mereka selama di sini" seorang ART menyampaikan pesan dari Seli.


" oh gitu ya ?, ya udah bentar lagi aku turun bi. makasih " Delia pun menutup pintu kamar lalu menguncinya.


Kemudian dengan hati-hati ia mulai berjalan turun ke lantai bawah. Leo yang kebetulan baru saja keluar dari kamar Rehan pun secara tak sengaja melihat ke arah tangga dan melihat Delia yang terlihat sedikit kesulitan menuruni tangga. Dengan segera Leo menghampiri Delia melangkah hingga sampailah mereka di lantai 2.


"makasih bang,maaf jadi ngrepotin" ucap Delia saat kakinya sudah menapak di lantai 2 rumah Hendra,entah sadar atau tidak tapi tangan Leo masih menuntun langkah Delia dengan hati-hati.


Sampai kemudian Delia meminta agar Leo melepaskan tangannya,dan Leo pun reflek melepaskan genggamannya pada lengan Delia lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal untuk menutupi rasa malunya.

__ADS_1


__ADS_2