Rahimku Untuknya

Rahimku Untuknya
Joko alias Jordan


__ADS_3

Kabar terbakarnya rumah Delia segera sampai di telinga Leo,lelaki itu geram bukan main dengan yang secara tidak langsung menimpa gadis pujaannya. Leo segera mengerahkan anak buahnya untuk mencari tahu siapa dalang di balik semua kejadian tersebut sekaligus memerintahkan anak buahnya untuk membereskan kekacauan tersebut.


"maaf bos,kami akan berusaha mencari info" anak buah Leo tertunduk di depannya,karena sudah hampir 1 minggu lamanya usaha mereka tak membuahkan hasil.


Leo mencengkeram erat kerah baju lelaki yang menjadi anak buahnya dan mengancamnya


"kalau dalam waktu 3 hari kalian belum bisa mendapatkan hasilnya,kalian semua yang akan aku lenyapkan dengan tanganku sendiri"


tentu saja kalimat Leo tersebut membuat anak buahnya bergidik ngeri dan merasa takut dengan ancaman yang diberikan Leo padanya. Karena ancaman yang diberikan Leo tak pernah main-main.


"maaf bos,saya ada info tentang nona Delia" salah seorang anak buahnya baru saja datang dan memberikan beberapa lembar foto yang ia ambil di dekat lingkungan rumah Delia.


"Delia bukan gadis bermasalah,jadi saya rasa target utamanya bukan nona Delia sendiri" ucap lelaki itu sembari Leo yang melihat satu persatu foto yang baru ia terima.


Anak buahnya juga menjelaskan kalau sejak beberapa hari terakhir memang ada sebuah mobil yang selalu berhenti dekat rumah Delia,tapi awalnya dia sama sekali tak menaruh curiga karena mobil tersebut selalunya berhenti di waktu yang berbeda.


Dilain tempat,Joko terlibat perdebatan dengan seorang wanita paruh baya dengan dandanan modis dan elegannya. Wanita itu berusaha merayu agar Joko mau berhenti dengan kehidupannya yang serba sederhana dan bergabung di perusahaan milik orang tuanya.


"mama mohon sama kamu,apa belum cukup selama ini mama dan papa selalu menuruti kemauanmu,rumah nenek masih cukup bagus ,kamu bisa menjualnya,dan kita bisa tinggal sama-sama" pinta wanita itu sambil menggenggam tangan Joko.

__ADS_1


"tapi ma,Joe belum bisa. Joe masih belum mau dipusingkan dengan pekerjaan kantor,Joe masih belum mewujudkan keinginan nenek untuk membuat rumah peninggalan beliau jadi rumah yang bermanfaat bagi orang lain. Mama juga tau sendiri pesan terakhir sebelum nenek meninggal,nenek tidak mau kalau rumahnya dijual. Lebih baik rumah tersebut di serahkan kepada panti asuhan atau panti sosial agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak " jelas Joko panjang lebar menolak ajakan wanita cantik yang ia panggil mama.


Pemuda bernama asli Jordan Armoko tersebut tetap kukuh bertahan dengan usahanya walau kedua orang tuanya sudah melakukan berbagai cara agar mereka mau menuruti keinginan mereka.


"terima kasih untuk makan malamnya,oh iya aku gak bakalan minta ganti rugi untuk kerugian yang sudah kalian timbulkan dari kekacauan yang sudah kalian buat. Dan satu lagi,aku sudah tau kalau kebakaran yang menimpa di rumah cafeku adalah ulah kalian" ucap Joko mengejutkan wanita itu.


"anak buah mama itu masih perlu pelatihan lagi,agar bisa beraksi dengan mulus tanpa meninggalkan jejak" bisik Joko tepat di telinga mamanya.


"oh iya,satu hal lagi. Joe minta kalian mau ganti rugi untuk kerusakan cafe akibat ulah kalian,dan juga renovasi rumah Delia yang sudah kalian bakar. Dan ingat,jangan menampakkan diri kalian disana karena mereka terlanjur percaya kalau orang tua Joko kecil sudah meninggal akibat kecelakaan pesawat " ucap Joko panjang lebar memperingatkan tak ingin jati diri yang selama ini ia tutup rapat akan terbongkar nantinya.


Pemuda itu lantas beranjak keluar dari restoran meninggalkan wanita yang ia panggil mama dengan sejuta kekecewaan yang masih bersarang di hatinya. Hati Joko terlalu keras untuk diluluhkan,bahkan oleh seorang wanita yang telah melahirkannya ke dunia.


Disisi lain,Rehan yang baru saja pulang dari kerja lembur secara tak sengaja bertemu Bagas di SPBU.


Mereka lalu duduk di sebuah bangku panjang sambil menikmati segelas kopi hangat di tangan. Awalnya mereka hanya saling menanyakan kabar masing-masing dengan segala kesibukan,tapi kemudian Bagas tiba-tiba saja menanyakan keberadaan Delia pada Rehan.


"ingat,keberadaan Delia harus tetap dirahasiakan dari dunia luar,tak ada sesiapapun boleh tau. Semua demi keselamatan kita bersama,juga Delia dan juga bayi yang kini ia kandung "


ucapan Hendra terngiang di kepalanya.

__ADS_1


"a aku sendiri juga bingung,terakhir kali aku berhubungan dengannya beberapa bulan yang lalu. Waktu itu Delia sempat bilang ingin pergi dan menetap di kota Artem" dusta Rehan.


Tak diduga,Bagas justru menanggapi kalimat Rehan dan dalam hati ia bertekad akan membawa gadis itu kembali ke kota Sonic dan ia begitu yakin kalau nantinya perasaannya akan terbalas.


Waktu sudah semakin larut,keduanya masih terlibat perbincangan ringan hingga tak terasa jam sudah hampir menunjukkan ke arah jam 10 malam. Anak buah Leo yang kebetulan melintas segera melaporkan keberadaan Rehan pada Leo.


"ok bang,aku segera pulang sekarang juga,maaf sudah membuat bang Leo menunggu" Rehan menjawab telepon Leo yang memperingatkannya untuk segera pulang ke rumah.


Rehan pun lalu memutus sambungan teleponnya kemudian dia berpamitan lebih dulu pada Bagas,tak lupa ia memberi semangat untuk mantan kakak kelasnya itu.


Malam yang semakin larut tak sedikitpun menyurutkan semangat Joko untuk membersihkan sisa-sisa kebakaran di cafenya. Sepulang dari restoran tadi dia menyempatkan diri mampir ke rumah Silvi dan langsung disambut dengan raut kecewa oleh gadis itu. Silvi sudah tau rahasia yang disimpan rapat abang sepupunya,tapi Silvi sendiri tak bisa asal menyalahkan kedua orang tua Joko yang sudah tega menelantarkan anak mereka dengan meninggalkannya hanya bersama seorang nenek.


Tak sampai disana,bahkan Silvi sudah seringkali secara diam-diam menemui kedua orang tua Joko yang terus meminta Silvi untuk mejadi mata-matanya.


"jadi,bagaimana apa sekarang kamu sudah tau siapa gadis yang sedang dekat dengan Joe,atau mungkin ada seorang gadis yang sedang ingin didekati olehnya ?" tanya mama Joe menyelidik.


Tapi tak ada jawaban memuaskan dari mulut Silvi,gadis SMA itu hanya mengangkat bahunya ke atas sebagai jawaban kalau dia tak ingin ikut campur kehidupan pribadi Jordan alias Joko.


"apa maksudmu bersikap seperti itu anak manis ?"

__ADS_1


"bukankah selama ini kamu sudah cukup kamu menerima uang dari ku untuk sekedar kami bisa tau tentang putra kami,kami berhak untuk tahu" geram mama Joe.


"jadi om dan tante perhitungan ?,asal tante tahu sepeserpun Silvi tak pernah menyentuh uang pemberian tante,karena Silvi tau tante dan om bukan orang tua yang baik buat anak kalian. Gak salah kalau bang Joko,maaf maksudku bang Jordan lebih memilih kehidupannya yang jauh dari kata mewah dan dia lebih memilih untuk berjuang sendiri" puas mengatakan itu Silvi memberikan sebuah amplop berwarna coklat pada mama Joe.


__ADS_2