
Malam ini keluarga Hendra mengadakan makan malam dalam rangka syukuran atas batalnya tuduhan penggelapan dana di kantor tempat Hendra bekerja sehingga dibebaskan dari jerat hukum yang berlaku,juga atas rasa syukur karena kantor baru Rehan yang baru saja launching.
Rehan diminta oleh kedua orang tuanya untuk menjemput Delia datang ke acara yang mereka adakan.
Didalam kamarnya,Rehan bicara pada Leny yang hanya terdiam di atas pembaringan dengan berbagai alat penunjang yang setia menempel di sekujur tubuhnya.
"sayang,mama papa lagi ngadain acara makan malam dalam rangka syukuran mereka karena papa tidak jadi di tahan dan juga atas baru di bukanya kantor cabang anak perusahaanku"
"jadi aku mau pamit sama kamu karena aku diminta buat jemput Delia ke rumahnya untuk datang kesini " ucap Rehan panjang lebar sambil memegang jemari tangan Leny yang terasa semakin mengurus dari hari ke hari.
Leny sebenarnya bisa mendengar semua yang dikatakan oleh suaminya itu,hanya saja kondisi otaknya yang masih belum pulih pasca cedera yang menimpanya yang membuatnya tidak bisa merespon. Gadis yang dulunya adalah seorang model itu kini hanya terbaring lemah tak berdaya,bahkan untuk bernafas pun dibantu dengan selang oksigen. Tapi di alam bawah sadarnya,istri Rehan itu selalu berusaha untuk bangkit dari tidur panjangnya. Ia tak mau terus merepotkan orang-orang di sekelilingnya.
Satu hal yang membuatnya tetap bertahan karena ingin melihat anaknya yang kini berada dalam rahim Delia bisa tumbuh sehat hingga ia dilahirkan dan menjadi anak yang ceria juga bisa dibanggakan.
"sampaikan salamku untuk anak kita" Leny berucap dalam diamnya,dan seolah tau yang dikatakan oleh istrinya itu Rehan berbisik di telinga Leny akan menyampaikan salamnya pada anak mereka.
Rehan sudah selesai bersiap-siap,dia mengecup kedua pipi Leny dan berhenti agak lama di keningnya. Lalu keluar dari kamar dan mengambil kunci mobilnya.
"ma,pa. Rehan berangkat ke rumah Delia ya,titip Leny dulu" pamitnya pada kedua orang tuanya yang terlihat sibuk menyiapkan makan malam dengan dibantu beberapa asisten rumah tangga mereka.
Baik Hendra maupun Seli memperingati agar putra mereka tidak mengebut ketika di jalan. Rehan mendengar dan mengiyakan pesan yang disampaikan untuknya itu.
Sementara itu,Delia sudah selesai bersiap. Dia duduk menunggu Rehan datang menjemputnya. Dia duduk di ruang tamunya sambil memainkan ponselnya,membuka sebuah aplikasi jejaring pertemanan.
__ADS_1
Berita pertama yang muncul di halaman muka adalah tentang seorang artis berinisial DW. Tanpa membaca berita itu lebih jauh,dia sudah tau siapa si artis yang dimaksud. Karena sakit hatinya yang masih terasa terhadap si artis karena dirinya yang dijadikan bahan taruhan beberapa tahun yang lalu,Delia langsung menekan ikon jempol ke bawah agar berita apapun mengenai artis kontroversial itu tak lagi muncul di beranda media sosialnya.
Tringgggg
Aku sudah didepan,pesan dari Rehan muncul di notifikasi.
Delia menutup aplikasi dan memasukkan hp ke dalam tas selempang kecil yang menunjang penampilannya malam ini. Ia bersiap keluar dari rumah,tapi sebelumnya ia lebih dulu berkaca di depan cermin untuk merapikan kembali penampilannya.
10 menit berlalu,Rehan melihat ke arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.
"kenapa lama sekali dia ?" keluhnya.
Rehan pun memutuskan keluar dari mobil dan mendatangi Delia di rumahnya. Dengan langkah lebar,sahabat Delia itu berjalan hendak memanggil Delia.
"Del,ka....." suara Rehan tercekat dan tertahan di tenggorokan ketika melihat Delia keluar dari dalam rumah bersamaan dengan tangannya yang baru akan memegang handel pintu rumah.
Rambut hitam panjang yang biasanya dikuncir tinggi seperti ekor kuda kini dibiarkan tergerai indah dengan tambahan mahkota kecil di atas kepala semakin menambah kecantikannya. Make up tipis-tipis yang dipoleskan di wajahnya membuat penampilannya semakin terlihat segar dan enak untuk dipandang lama-lama.
Rehan tak memungkiri,demi apapun Delia memang selalu cantik dimatanya. Itulah mengapa Rehan bisa sampai jatuh hati pada sahabtnya sendiri. Dan Delia memang cinta pertama Rehan sebelum melabuhkan cintanya pada sosok Leny yang kini menjadi istrinya.
Rehan pernah menyatakan perasaannya pada Delia,tapi Delia langsung menolaknya karena tak ingin persahabatan mereka dirusak dengan urusan percintaan yang nantinya akan membuat persahabatan mereka renggang dan akhirnya berakhir.
"Han,Rehan. Kamu gapapa kan ? Delia melambaikan tangannya didepan wajah Rehan berkali-kali karena Rehan hanya terdiam dengan tatapan kagum yang terpancar jelas dari sorot matanya.
__ADS_1
"ah,iya maaf. Aku hanya terpesona dengan penampilanmu malam ini,kamu terlihat sangat cantik memakai gaun itu" ungkapan jujur meluncur dari mulut Rehan.
"thanks, ini kan kado dari kamu dulu waktu mau berangkat ke luar negeri buat lanjutin studi " ucap Delia tersipu mendengar pujian dari Rehan.
Dengan perasaan malu-malu keduanya berjalan meninggalkan rumah Delia dan masuk ke dalam mobil warna hitam milik Rehan yang terparkir tepat di depan pagar rumah Delia,tak lama setelah keduanya masuk mobil pun melaju perlahan hingga menambah laju kecepatan ketika sudah memasuki jalan raya.
Tak jauh dari rumah Delia tadi,seorang laki-laki yang hendak mengajak Delia makan malam urung karena melihat Delia yang sudah dijemput oleh seorang laki-laki. Bahkan keduanya terlihat sangat serasi dengan wajah yang bersinar karena senyuman yang terpancar dari wajah keduanya.
Lelaki itu tampak geram melihat pemandangan di depan matanya. Rahangnya mengeras sambil meremas setir kemudi mobilnya.
"aku pasti akan memilikimu bagaimanapun caranya" monolognya berjanji untuk dirinya sendiri.
Dilain sisi,seseorang melaporkan kalau malam ini keluarga Hendra sedang mengadakan acara makan malam di rumahnya. Mereka hanya mengundang keluarga inti dalam acara tersebut.
Leo tersenyum tipis mendapat informasi dari informannya. Dia yang baru saja pulang dari sebuah acara lelang untuk amal pun bergegas meluncur ke kediaman Hendra saat itu juga.
Sebelum ke rumah mertua adiknya,Leo mampir ke sebuah toko untuk membeli kado yang akan ia berikan pada tuan rumah.
Jalanan yang cukup lengang membuat Leo segera tiba di kediaman Hendra dalam waktu kurang dari 15 menit. Ia pun segera turun dari mobil dan memerintahkan agar supirnya pergi dulu sampai nanti acaranya di rumah Hendra selesai.
Pria berambut gondrong itu menekan bel di depan pagar rumah mewah milik keluarga Gunawan. Tak lama berselang,datang mobil sedan berwarna hitam yang juga berhenti di depan pagar yang sama.
"bang Leo kesini juga ? " sapa Rehan yang turun dari mobil diikuti Delia setelahnya.
__ADS_1
Leo hanya menjawab seperlunya,pandangannya beralih pada sosok cantik yang baru keluar dari mobil Rehan.
"cantik" gumamnya mengagumi kecantikan Delia.