
Hendra merenung sendiri didalam sel tahanan. Dia tak bisa berbuat apa-apa untuk melakukan pembelaan diri karena semua bukti mengarah padanya. Mulai dari kotak berwarna hitam berisi sejumlah uang yang ditemukan di salah satu sudut ruangannya hingga beberapa lembar laporan keuangan yang telah dipalsukan datanya.
Dengan hanya beralaskan tikar pandan tipis dan sebuah bantal yang lusuh berwarna putih yang sudah berubah coklat,pria itu hendak merebahkan diri. Tapi baru saja ia mendaratkan tubuhnya di atas tikar,tiba-tiba datang seorang petugas membuka kunci pintu ruang tahanannya.
"saudara Hendra Gunawan,malam ini saudara sudah boleh pulang ke rumah karena anda sudah dibebaskan " ucap petugas tersebut membuka teralis besi.
Pria itu pun segera beranjak dan menghampiri polisi tersebut lalu menanyakan kebenarannya. Si polisi tersenyum mengangguk dan mempersilakan Hendra segera keluar dari dalam sel.
Walau agak bingung tapi suami dari Seli pun akhirnya keluar dari kamar tahanan tersebut dan berjalan keluar.
"pak, bagaimana saya bisa dibebaskan begitu saja ?"
"apa pelaku sesungguhnya sudah ditangkap ?"
Hendra mencerca petugas dengan beberapa pertanyaan yang memang mengganjal di pikirannya.
"pelakunya sebenarnya sudah menyerahkan diri dan saat ini tim kami sudah mengumpulkan bukti lebih valid berdasarkan keterangan dari pelaku" jawab seorang petugas menjelaskan.
Hendra tersenyum,akhirnya dia bisa pulang ke rumah dan berkumpul kembali dengan keluarga tercintanya. Pria itu pun meminta barang pribadinya yang disita tadi dan berencana segera pulang tanpa memberitahukan perihal kebebasannya. Ia tahu istrinya pasti sangat mengkhawatirkan keadaannya.
Sementara itu dirumah keluarga Hendra,tampak Seli yang terus menangis sesegukan karena sang suami yang tiba-tiba di gelandang ke kantor polisi karena sebuah kasus penggelapan uang. Seli benar-benar tak percaya kalau itu semua perbuatan suaminya. Pasalnya ia tahu benar kalau Hendra bukanlah sosok yang tak tahu diri,lagipula pekerjaan sebagai akuntan itu adalah pekerjaan sampingannya.
Ekonomi keluarga mereka cukup mumpuni dengan sejumlah usaha yang mereka miliki. Tak mungkin seorang Hendra melakukan penggelapan dana perusahaan,terlebih nominalnya terbilang cukup kecil dibanding kekayaan yang dimiliki oleh keluarganya.
" udah ma,Rehan juga yakin kalau papa gak mungkin ngelakuin itu" Rehan coba membujuk mamanya agar berhenti menangis.
Rehan menuntun mamanya untuk masuk ke kamar dan beristirahat,ia tak mau kalau sampai mamanya jatuh sakit karena terus kepikiran papanya yang berada di penjara.
Setibanya di kamar,Rehan menyuruh sang mama berbaring dan membantu menaikkan kaki mamanya ke atas ranjang lalu menyelimutinya hingga sebatas dada.
__ADS_1
Seli merasa tersentuh diperlakukan seperti itu oleh putranya. Ia pun segera memejamkan mata walau pikirannya masih kalut. Melihat sang mama sudah mulai tenang,Rehan mengecup kening mamanya dan beranjak keluar dari kamar tersebut untuk membiarkan wanita itu istirahat.
Disisi lain,Delia sedang gelisah karena sesuatu. Setelah sekian lama dirinya berusaha melupakan seseorang yang pernah menyakiti hatinya,lalu dengan gamblang Bagas mengungkitnya.
"Bagas benar-benar keterlaluan,apa haknya mengungkit tentang kehidupan masa laluku,dia bahkan menyebut nama ba***gan itu lagi setelah sekian lama aku berusaha melupakan dari pikiranku dan menghapuskannya dari hatiku" Delia menggerutu sendiri
Sedang Bagas sendiri juga merasa sangat bersalah karena ketika dia mengungkit tentang Damar,mantan kekasih Delia sewaktu SMA dulu. Gadis itu tampak sangat emosional dan bahkan sampai meninggalkan acara makan malam mereka dan langsung pulang ke rumah saat itu juga.
"bodoh sekali kamu Bagas,gak seharusnya kamu ngungkit soal Damar di depan Delia. Bahkan Delia bisa makin benci sama aku gara-gara ini" Bagas memaki kebodohannya sendiri.
Flashback
Berawal dari Delia yang memang sudah ada rasa pada Damar sejak dari awal pertemuannya dengan pemuda itu langsung menerima pernyataan cintanya begitu Damar mengatakan pada Delia. Tepat di acara kelulusan Damar,pemuda itu menyatakan cintanya pada Delia. Mereka pun menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Damar seringkali mengajak Delia jalan berdua,makan di cafe,nonton berdua dan lain sebagainya seperti pasangan kekasih pada umumnya.
Delia bahkan percaya diri mengatakan pada semua temannya kalau dirinya menjalin hubungan dengan Damar,pria brandal yang sudah mencuri hatinya. Rehan sebagai sahabat tak bisa apa-apa melihat sahabatnya itu cukup bahagia dengan kedekatannya dengan Damar. Padahal awalnya ia sangat menentang hubungan keduanya,karena Rehan tahu latar belakang keluarga Damar seperti apa,dan Rehan juga faham Damar itu seperti apa.
Tapi Delia marah ketika mengatakan kenyataan tentang lelaki yang dulu pernah jadi kekasih sahabatnya itu,Delia menganggap kalau Rehan hanya iri pada Damar karena pernyataan cintanya pernah ditolak.
"teman-teman mohon perhatiannya" Damar memanggil semua orang agar mengalihkan pandangannya padanya yang berada di atas panggung.
Seketika itu juga semua orang mengarahkan pandangan mereka pada sosok Damar yang berada di atas panggung. Mereka bertanya-tanya apakah yang akan diumumkan oleh mantan cowok terfamous di SMA Bunga Bangsa dulu.
"apaan sih Mar ? kamu mau ada pengumuman apa ?"
"mau ngumumin kalau kamu udah nemuin cewek yang udah bisa naklukin kamu ?"
"mau ngumumin acara kawinan kamu"
"atau mau ngumumin open BO ?"
__ADS_1
mereka saling sahut melemparkan pertanyaan di benak mereka dengan gamblang.
Damar tersenyum,matanya memandang ke arah Delia yang tampak sedang berbincang dengan beberapa temannya.
"udah cepetan mau ngomong apa ?" teriak orang-orang mendesak agar Damar segera bicara.
"aku mau berbagi kebahagiaan yang aku rasakan karena hadirnya sosok bidadari di hidupku" pernyataan Damar sontak mendapat seruan heboh.
Huuuuuuuuuu,ciye yang udah dapet pacar.
Siapa sih bidadari itu ?
beruntung banget sih tuh cewek bisa dapetin hatinya seorang Damar yang beku kayak es batu ?
"Delia Seno Wijaya" Damar menyebutkan nama itu sambil menunjuk ke arah Delia berdiri bersama teaman-temannya.
Sontak saja semua orang terkejut karena tak mengira gadis yang mereka anggap beruntung itu adalah sosok gadis tomboi yaitu Delia. Damar lantas turun dari dari atas panggung dan melangkah mendekati kekasihnya itu. Delia menyambut uluran tangan Damar dan mereka berdansa.
Hingga acara reuni berakhir,sebagian orang yang hadir dalam acara tersebut sudah pulang. Delia masih menunggu Damar untuk mengantarkannya pulang sebagai kekasih,tapi di sudut ruangan Delia tak sengaja mendengar suara ribut dari beberapa orang.
"hahahaha,kasihan tuh si Delia "
"dia kira kamu beneran jatuh hati sama dia Mar"
"padahal kan ini cuma taruhan aja"
obrolan mereka diselingi tawa renyah,sampai akhirnya suara Damar terdengar.
"dan malam ini juga,aku bakalan jatuhin tuh cewek. Aku bakal anterin dia pulang,lalu bilang putus habis itu aku bakalan tinggin dia di tengah jalan"
__ADS_1
Delia menutup mulutnya tak percaya,sosok Damar yang sempurna di matanya ternyata tak lebih baik dari pria-pria ba***gan seperti tokoh-tokoh fiksi dalam novel bergenre lelaki tak berguna yang sering ia baca.
Dia berlari sambil menahan tangis dan pulang ke rumah dengan menaiki ojek. Sejak saat itu,Delia benar-benar membenci sosok Damar dan berharap itu tak akan bertemu bahkan mendengar nama pria itu lagi di kemudian hari.