Rahimku Untuknya

Rahimku Untuknya
Melahirkan


__ADS_3

Beberapa bulan berikutnya,kini tiba bagi Delia untuk melahirkan bayi yang ada dalam rahimnya. Buah cinta Rehan dan Leny yang secara tidak langsung menyelamatkannya dari kejaran para penagih hutang yang selalu menghantui hidupnya selama bertahun-tahun.


Sejak dari waktu subuh tadi,berulang kali Delia terus saja keluar masuk kamar mandi. Ia merasakan perutnya mulas,lalu hilang. Mulas lagi,hilang lagi. Tapi ia tak berani membangunkan orang rumah,padahal hal tersebut sudah terjadi sejak waktu subuh. Dan sekarang waktu sudah menunjukkan hampir jam 5.


Seorang ART yang baru keluar dari kamarnya,hendak mulai bekerja di dapur menyiapkan sarapan untuk para majikan di rumah Hendra. Ia kaget dan terkejut melihat Delia yang terduduk di lantai depan kamar mandi,dengan kaki terbuka lebar menjulur ke depan sambil tangannya memegangi perut. Mulutnya berkali-kali mengerucut mengeluarkan nafasnya seperti orang meniup sesuatu yang panas.


Huh hah huh hah,Begitu kira-kira. Ditambah lagi keringat mengucur di wajah Ayu wanita tersebut.


"Tolong !! tolong !!" Teriak wanita ART tersebut langsung membangunkan seisi rumah.


Rehan keluar dari kamarnya dan sekarang menyiapkan mobil untuk Delia,disusul kemudian Leo keluar dari kamarnya lalu membopong Delia.


"Aku ikut ke rumah sakit" pinta Delia yang tiba-tiba keluar dari kamar,tertatih-tatih ia berjalan keluar dari kamar demi ingin menunggu anaknya hadir di dunia.


Mereka pun berangkat ber empat dengan menggunakan mobil Leo yang lebih besar dan lega. Sekitar 40 menit kemudian mobil yang dikemudikan Rehan telah sampai di sebuah rumah sakit. Kebetulan sekali dokter Pramono sedang bertugas malam itu. Dokter Pramono adalah dokter pribadi keluarga Hendra Gunawan. Delia pun segera mendapatkan penanganan awal terhadap pasien.


Selebihnya ada dokter kandungan khusus yang akan membantu proses persalinan yang harus dijalani oleh Delia. Kebetulan dokter spesialis kandungan yang ada adalah dokter Leticia. Dokter Leticia adalah dokter yang menggantikan dokter Dina yang dipindah tugaskan di rumah sakit swasta kota lain.

__ADS_1


Dokter Leticia yang masuk dari pintu yang berada di sisi lain ruang operasi,datang menemui wali Delia yang sudah menunggu di depan ruang operasi,untuk mengatakan kalau kondisi Delia saat ini stabil dan siap untuk dilakukan tindak operasi caesar.


Seorang perawat meminta Rehan agar mengikutinya untuk menandatangani surat perjanjian sebelum dilakukannya operasi,sekaligus untuk menyelesaikan biaya administrasi. Beberapa saat kemudian Rehan kembali bersama perawat yang tadi mengajaknya ke ruang administrasi. Perawat pun masuk lalu mengunci pintu ruang operasi.


Operasi pun dimulai setelah beberapa prosedur dilalui oleh Delia. Ia harus menahan sakit yang amat sangat menerima suntikan di bagian belakang tubuhnya sebelum akhirnya ia tidak sadarkan diri dan siap dilakukan pembedahan melintang di bagian perutnya untuk mengeluarkan bayi yang bersemayam dalam rahimnya.


Sementara itu,sejak tirai ruang operasi di tutup sebagai tanda bahwa operasi telah dimulai,Leny mulai terlihat gelisah. Ia merasa sangat cemas. Ikatan batin antara Leny dan bayinya sangat kuat,itulah kenapa ketika detak jantung bayi yang masih berada dalam selongsongnya melemah,Leny pun ikut merasa gelisah.


Dalam kondisi cemas yang amat sangat,Leny berusaha untuk menenangkan diri,ia seolah mengajak berkomunikasi dengan calon buah hatinya. Tak berselang lama,keajaiban terjadi. Detak jantung bayi tersebut kembali berdetak normal. Sampai akhirnya, suara tangis bayi mungil berjenis kelamin laki-laki terdengar dari dalam ruang operasi.


Semua yang berada di depan ruang operasi tersenyum bahagia dengan telah lahirnya buah cinta Rehan dan Leny tersebut. Leny sampai tak kuasa menahan air mata haru,dan sangat berterima kasih terhadap Delia.


Tak lama setelah Delia dipindahkan ke ruang perawatan,kedua orang tua Leo-Leny datang dari kota Rexy. Mereka sedikit terlambat karena kereta mengalami insiden kecil. Setelah kedatangan orang tua Leo-Leny,disusul kemudian datanglah Virgo dan istrinya beserta Bagas dan kedua orang tua mereka.


Anak Rehan-Leny masih harus berada di sebuah inkubator karena kondisinya lemah. Bayi mungil itu masih harus berada dalam pengawasan paramedis sampai kondisinya stabil dan dirasa kuat. Mungkin hanya sampai beberapa hari. Sementara yang lain melihat bayi RL (ribet nyebutnya gimana) dari balik kaca transparan sebuah ruangan,Leo setia menunggu sampai Delia sadar dari pengaruh obat bius. Ia menolak ketika Bagas dan Rehan ingin melakukan hal yang sama terhadap Delia.


Disisi lain,Seli dan Hendra harus kecewa karena tak bisa pulang hari itu juga karena jadwal penerbangan sudah penuh sampai beberapa hari ke depan. Hendra merasa ada yang aneh,ini bukan musim liburan tapi mengapa semua tiket perjalanan sudah habis dipesan.

__ADS_1


** *Sistem bandara telah dibobol oleh peretas,mereka menambahkan data penumpang fiktif sehingga terlihat seolah-oleh tiket sudah terjual habis. Posisi peretas berada di sebuah kota kecil sekitar 500mil dari kota Sonic * lapor asisten TI Hendra.


Maka Hendra dan Seli pun memutuskan kembali ke kota Trexa melalui jalur darat,mereka tak sabar ingin segera bertemu dengan cucu mereka,sekaligus mengetahui kondisi Delia pasca operasi caesar menyakitkan yang harus dialaminya. Walau harus menempuh perjalanan yang panjang,masih lebih baik dari pada hanya menunggu tanpa kepastian.


Kembali ke sisi Rehan Leny. Sampai beberapa jam berlalu,Delia belum juga menunjukkan tanda-tanda kalau dirinya akan bangun dari tidurnya. Padahal dokter anastesi mengatakan kalau Delia akan sadar paling lambat setelah 30 menit kemudian. Leo merasa gelisah dan mulai berfikiran yang tidak-tidak terhadap wanita yang telah dianggapnya sebagai calon pendamping hidupnya.


Gegas ia keluar dari ruangan perawatan Delia,ia berteriak memanggil dokter agar melakukan pemeriksaan terhadap Delia. Dengan setia,Leo menemani Delia yang matanya masih terpejam sedang diperiksa oleh dokter.


"kalau sampai 10 menit lagi pasien belum juga bangun,kami harus melakukan prosedur pemeriksaan menyeluruh terhadap pasien" ucap dokter membuat Leo sangat khawatir.


Dokter pergi meninggalkan ruangan Delia,Rehan dan Leny masuk. Mereka melihat Leo yang begitu mencemaskan kondisi Delia yang sejak operasi telah berakhir belum juga sadarkan diri.


"bang Leo makan dulu ya ?! " ajak Leny karena ia tak melihat kakaknya itu makan atau minum sedikitpun.


Leo menggeleng,ia akan menunggu sampai Delia bangun. Bahkan rayuan kedua orang tuanya pun tak mempan pada seorang Leo yang sudah cinta mati terhadap Delia.


Dari balik pintu,seseorang melihat betapa teguhnya cinta Leo terhadap Delia. Ia merasa tak pantas bersaing lebih jauh untuk memperjuangkan cinta Delia,mungkin memang jodohnya dengan Delia hanya sebagai kawan baik.

__ADS_1


"relakan !! kau harus yakin,masih banyak Delia lain diluar sana" Virgo menepuk pundak Bagas dari arah belakang.


__ADS_2