Rahimku Untuknya

Rahimku Untuknya
Rahasia Besar


__ADS_3

Setelah menegak habis sisa es kacang merah yang tadi mereka pesan,kini bu Dian memanggil pelayan untuk membersihkan mejanya. Bu Nirmala pun melakukan hal yang sama. Saat pelayan yang sedang melayani bu Dian menawarkan bantuannya kepada bu Nirmala,dengan sopan wanita itu menolaknya dan memanggil pelayan yang lain.


Bu Dian dan bu Nirmala duduk saling membelakangi di kursinya masing-masing. Bu Nirmala sudah menunggu dan bersiap untuk mendengarkan penjelasan dari bu Dian. Sedangkan bu Dian sedang mempersiapkan dirinya untuk menceritakan rahasia besar yang selama ini ia simpan rapat karena permintaan seseorang.


"dulu kita bertiga bersahabat. Aku,kamu,dan Susi. Aku selalu iri dengan kehidupanmu yang sempurna menurutku. Kau mempunyai dua orang tua yang lengkap dan sangat menyayangimu. Keluargamu juga sangat kaya raya dengan segala kemewahannya,sedangkan aku hanya anak yang dibesarkan di panti asuhan bersama dengan kawan-kawan yang lain. Aku bahagia bisa menjadi sahabat kalian berdua,tapi aku malah merusak persahabatan kita dengan tindakan bodohku" bu Dian tampak menyesal,sedangkan bu Nirmala masih menunggu bu Dian menjelaskan tentang perselingkuhan yang mereka jalin tanpa sepengetahuannya dulu.


"aku tahu kamu pasti sedang menunggu aku menjelaskan tentang hubungan gelap yang terjalin antara aku dan Eko " mendengar nama Eko disebut,bu Nirmala mengangkat kepala,dalam hatinya nama pria itu masih ada,karena pria itu adalah cinta pertama dalam hidupnya.


"kenapa kau tega berselingkuh dengan Eko,kenapa kalian tega mengkhianatiku ?" bu Nirmala mulai emosi,dia kini sudah mencengkeram baju yang dikenakan oleh mantan sahabatnya itu.


"semua salahku,aku minta maaf. Tapi kamu jangan pernah menyalahkan Eko dalam hal ini,dia melakukan semuanya karena tak ingin melihatmu bersedih dengan kondisinya" bu Dian mulai menjelaskan.


"kondisi apa maksudmu ?" bu Nirmala terlihat sedikit bingung.


"eko sebenarnya menderita sebuah penyakit langka yang sulit disembuhkan,setiap seminggu sekali dia harus menerima transfusi darah. Kemudian setiap sebulan sekali dia akan menjalankan serangkaian pengobatan agar otot-otot dalam tubuhnya tidak kaku dan juga untuk mencegah darahnya yang membeku " bu Nirmala terpaku mendengar penjelasan bu Dian.


"kenapa kamu tidak mengatakannya padaku ?" bu Nirmala menangis mendengar kenyataan kalau ternyata kekasihnya dulu sakit keras.


"aku tak bermaksud menyembunyikannya darimu,tapi Eko dan kakaknya yang memintaku. Semua berawal dari ketidaksengajaanku bertemu dengan Budi. Saat itu dia memasang iklan di sosial media akan memberikan sejumlah uang bagi orang yang bersedia menjadi pendonor rutin untuk adiknya. Aku pun menelpon nomor tersebut,kemudian kita berdua bertemu. Setelahnya aku diminta melakukan serangkaian tes untuk diuji kecocokan darah dengan darah adiknya,dan ternyata cocok. Aku menerima bayaran pertama setelah mendonorkan darah ku untuk pertama kalinya pada Eko yang saat itu belum aku tahu kalau orang yang menerima darahku adalah Eko. Dan ketika pertemuan kedua aku sangat terkejut ternyata orang tersebut adalah Eko,kekasih sahabatku. Selama ini Eko merahasiakan semua darimu,dia hanya ingin melihatmu bahagia tanpa harus menderita bersamanya karena dia merasa dia tidak bisa memberikan kebahagiaan padamu. Akhirnya tercetuslah ide mengkhianatimu untuk menutup kecurigaanmu pada Eko yang selalu menolak kamu ajak jalan-jalan keluar kota. Dia tidak bisa lelah,kalau sampai itu terjadi maka nyawa yang akan jadi taruhannya. Sebenarnya,saat kamu menerima foto-foto pernikahanku dengan Eko dari seseorang itu semua adalah foto rekayasa. Eko sebenarnya pergi keluar negeri bersama Budi untuk melakukan operasi besar yang diharapkan bisa menyembuhkan penyakit yang dideritanya,tapi justru lain yang terjadi. Eko semakin sering merasakan sakit di tubuhnya walau dia mulai bisa beraktifitas layaknya orang sehat yang hidup normal. Aku pun masih rutin mendonorkan darahku padanya setiap minggu. Aku sebenarnya ingin mengatakan semua padamu dari dulu,tapi baik Eko maupun Budi yang selalu memintaku untuk tetap merahasiakan semua ini darimu. Hingga pada suatu hari entah karena apa,kondisi Eko tiba-tiba drop dan nyawanya tak bisa tertolong. Dia hanya mengatakan sampaikan maaf yang sebesar-besarnya padamu " bu Dian terlihat menghela nafas panjang setelah mengungkapkan semua rahasia yang ia simpan selama beberapa tahun ini.

__ADS_1


Bu Nirmala terlihat menyesal kenapa dengan begitu mudah percaya kalau kekasihnya dan sahabatnya sudah mengkhianatinya hanya dengan melihat foto-foto pernikahan yang digelar secara privat yang dikirim oleh seseorang padanya. Bukankah seharusnya dia lebih dulu mencari informasi yang lebih valid.


Bulir-bulir bening terus mengalir deras dari kedua ujung mata bu Nirmala. Dia menyesal selama ini sudah menganggap bahwa Eko adalah lelaki pengkhianat yang lalu pergi begitu saja setelah melukai hatinya.


" apa sekarang aku bisa mendapat maaf darimu ? bu Dian mengulurkan tangannya mengharap maaf dari sahabatnya.


Bu Nirmala mengusap kasar air mata yang masih mengalir deras dari netranya,dia menampik tangan bu Dian yang terulur dan kini memeluknya erat.


"seharusnya aku yang meminta maaf padamu,aku sudah berburuk sangka padamu" isak bu Nirmala menyesal.


"apa artinya kita bisa bersahabat lagi ?" tanya Bu Dian yang disambut dengan anggukan kepala oleh bu Nirmala.


"Gimana kalau kita kasih kabar gembira ini ke Susi juga ?" antusias bu Nirmala disambut gembira oleh bu Dian.


Istri dari Darul itu juga sudah lama ingin berjumpa dengan sahabatnya yang paling bijak diantara mereka. Ketika terjadi masalah hingga timbul perselisihan,ada Susi yang selalu bisa menjadi penengah dan mendamaikan suasana.


Setelahnya mereka pun pergi dari kedai dan dengan menaiki mobil milik bu Nirmala untuk berangkat. Mobil dilajukan dengan kecepatan sedang,tetapi kemudian bu Dian protes ketika bu Nirmala mengarahkan mobilnya ke arah lain dari rumah sahabat mereka.


"loh,ini kita mau kemana ? apa Susi udah pindah rumah ?" Bu Dian tampak bingung.

__ADS_1


"udah tenang aja,tapi kamu ntar jangan kaget ya !" pinta bu Nirmala semakin membuat bu Dian kebingungan.


Bu Dian masih dalam kebingungannya,tapi dia pendam dulu agar tidak mengganggu konsentrasi sahabatnya yang sedang mengemudi. Mungkin nanti saat tiba di tempat tujuan dia akan menemukan jawabannya.


Tangan kiri bu Nirmala terulur menyalakan radio untuk mendengarkan lagu-lagu yang mungkin bisa menghilangkan kesuntukan dalam perjalanan. Tak jarang kedua sahabat itu ikut menyanyikan lagu yang diputar di radio tersebut.


Tapi keasyikan mereka berdendang ria terganggu dengan berita yang tiba-tiba. Telah terjadi kecelakaan beruntun yang merenggut nyawa seorang dosen berinisial D.I dari sebuah fakultas swasta. Di saat yang sama telepon milik bu Dian berdering,ada panggilan masuk dari sebuah nomor tak dikenal.


"halo..." sapa bu Dian mengangkat telepon.


"iya,saya sendiri" jawabnya


"iya betul,ada apa dengan suami saya ?"


"baik,saya akan segera sampai disana,terima kasih"


Telepon berakhir,seketika itu air mata bu Dian luruh dari pelupuk matanya.


"kita putar balik,tolong antarkan aku ke Prada Hospital !!" pinta bu Dian dengan suara yang hampir tak terdengar oleh bu Nirmala.

__ADS_1


__ADS_2