
Bagas gini telah sampai di Cafe. Dia melepas helm dan segera masuk ke dalam kafe ,namun karena buru-buru Bagas menabrak seseorang di sana.
""Maaf maaf aku buru-buru" ucap Bagas menangkupkan dua tangannya di depan dada. Bagas balik badan dan hendak berlari lagi,tapi belum sempat kakinya melangkah kembali tubuhnya terjatuh karena menabrak seseorang lagi.
"Rileks Bro jangan buru-buru, duduklah!" kali ini Virgo yang ditabrak oleh Bagas Bagas mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan.
"Aku butuh bantuanmu untuk mencari Delia" . Ucap Bagas tanpa basa-basi.
Virgo menarik Bagas duduk di sebuah kursi tak jauh dari mereka. Pria yang tadi tak sengaja ditabrak oleh Bagas,secara tak sengaja mendengar ucapan Bagas. Dia mengambil tempat duduk di dekat Kakak Adik itu untuk memastikan siapa Delia yang dimaksud. Mendengarkan dengan seksama percakapan dua orang lelaki yang ia tahu salah satunya adalah Virgo tunangan Vania ,pria tersebut adalah Jordan alias Joko.
"Aku pernah bercerita padamu ada seorang gadis yang sangat aku cintai,sudah lebih dari 3 bulan dia menghilang tanpa kabar,semua akun sosmednya ditutup" papar Bagas.
"Aku bahkan sudah mendatangi kota Artoz tempat kelahirannya tapi hasilnya nihil" lirihnya menyiratkan sebuah kekecewaan.
Virgo dan Jordan mendengarkan dengan seksama cerita Bagas dari tempat masing-masing. Joko menyimpulkan Delia yang dimaksud Bagas adalah Delia Kusuma Wijaya yang juga menghilang sejak 3 bulan lalu dan sampai sekarang tak ada kabar tentangnya.
Jordan melambaikan tangan memanggil seorang pelayan untuk meminta billnya. Seorang pelayan lalu membawa sebuah nampan kecil berisi Bill pesanan Jordan dan meletakkannya di atas nampan tersebut. Jordan mengeluarkan dompet dari saku celana lalu mengeluarkan selembar uang pecahan Rp50.000.
"Kembalinya ambil aja " Ucap Jordan meletakkan uang di atas nakas.
"Terima kasih Mas" pelayan tersebut tampak sumringah.
"Silakan datang kembali" harap pelayan tersebut menatap Jordan yang sudah menghilang di balik pintu keluar cafe.
...****************...
"Bang Joko yakin,Kak Delia beneran ilang ?"
__ADS_1
"Kalau menurut Silvi,Kak Delia masih di tempat persembunyiannya " imbuh Silvi.
"Aku yakin dia punya alasan tersendiri Kenapa harus bersembunyi dari kita semua" cicit Silvi .
Sejenak Joko berpikir. Saat Delia berpamitan dia juga sempat mengatakan kalau dia sedang butuh waktu untuk menyendiri. Perhatian Joko dan Silvi teralihkan pada berita di televisi. Berita tentang kediaman seorang pengusaha yang di porak-porandakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Pengusaha tersebut adalah Rehan Gunawan.
"Terakhir kali aku melihat Rehan berkali-kali datang Ke rumah neng Delia sebelum akhirnya dia pergi" gumam Joko coba mengingat.
"Menurut Abang,apa Rehan itu ada sangkut pautnya dengan hilangnya Kak Delia ? ceplos Silvi.
"Bukannya tadi kamu meyakinkanku kalau Delia tidak hilang tapi hanya bersembunyi di suatu tempat ?" tanya Joko membuat Silvi nyengir.
Hari sudah hampir sore,seorang pelayan wanita mengetuk pintu kamar Erik. Saat pintu dibuka Erik meminta bungkusan motif batik yang dibawa oleh seorang pelayan.
"Ini sesuai pesanan Anda tuan" ucap pelayan tersebut menundukkan kepala.
Ceklek
Delia menoleh ketika pintu kamar dibuka. Seorang pelayan wanita masuk ke dalam kamarnya untuk memberikan bingkisan dari Erik pada Delia.
"sore mbak,maaf ini ada pesanan dari tuan Erik" ucap si pelayan pada Delia.
Delia tak menjawab dan hanya menatap nanar ke arah bungkusan yang baru saja diletakkan di atas ranjangnya,sedangkan pelayan tadi sudah pergi.
"kenapa baru sekarang om cerita ?" geram Virgo setelah mendapat laporan dari temannya yang seorang anggota kepolisian.
Virgo yang berada di cafe segera meluncur ke rumah Hendra setelah mendapat kabar bahwa keluarga om nya baru saja mengalami musibah. Dan yang membuat Virgo heran adalah adanya sosok wanita lain selain Leny yang justru dijadikan sandera oleh musuh Hendra.
__ADS_1
Hendra pun dengan terpaksa menceritakan semuanya. Tentang kondisi menantunya yang mengalami koma dan terpaksa memindahkan janin di kandungannya,lalu sahabat lama Rehan yang dengan sukarela menyatakan kesanggupannya untuk menjadi ibu pengganti bagi anak Rehan Leny,dan alasan kenapa mereka harus menyembunyikan semuanya dari orang-orang.
"aku akan memerintahkan anak buahku untuk mencari informasi,hanya saja aku butuh foto gadis itu agar memudahkan pencarian" janji Virgo pada Hendra.
Setelahnya Virgo pun pamit pada pamannya. Dia harus segera ke cafe karena ada sedikit masalah di cafe. Beruntung,masalah di cafenya dapat dengan mudah diatasi.
Delia terkejut ketika pintu kamar tiba-tiba terbuka karena didobrak oleh seseorang. Saat itu Delia baru saja merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Karena terkejutnya,Delia bahkan sampai merasa kesakitan karena perutnya yang menegang.
"apa kau nona Delia Kusuma Wijaya ?" tanya seorang pria setelah berhasil mendobrak pintu yang terkunci.
Delia masih sangat syok sampai tidak bisa berbicara,dia hanya mengangguk saja untuk menjawab pertanyaannya pria tersebut. Disisi lain dia juga sedikit bersyukur karena sebentar lagi dia akan terbebas dari sana.
"tenang,jangan takut !! saya dan teman-teman kesini untuk membebaskan nona dari sini,kami orang-orang tuan Virgo Gunawan " pria itu memberikan sedikit informasi.
Delia lalu ingat kalau Rehan pernah sedikit bercerita kalau dia memiliki seorang sepupu yang bernama Virgo. Ia pun lalu beranjak dari posisi terakhir yaitu terduduk di ranjang karena terkejut.
Pria tadi mengajak Delia keluar dari sana. Dia dengan sabar mengarahkan kaki Delia menuruni anak tangga menuju lantai bawah.
"hati-hati nona !!" ucapnya hampir setiap anak yang tangga yang dituruninya.
Delia heran melihat ada banyak polisi di sana sedang mengamankan pria-pria yang sama sekali tak dikenalinya.
"apa mereka semua adalah yang menculikku ?" tanya Delia pada seorang polisi yang baru saja memborgol tangan seorang pria yang diketahui adalah anak buah Erik.
Kemudian dari arah belakang seorang polisi menyeret seorang lelaki yang terlihat berpenampilan lebih rapi dari yang lainnya.
"bawa mereka semua pak !!" titah seorang perwira polisi mengkomando.
__ADS_1