Rahimku Untuknya

Rahimku Untuknya
Hiponatremia


__ADS_3

Kringgggggg


Kringgggggg


Kringgggggg


Suara alarm di kamar berbunyi dengan nyaring membangunkan seorang gadis dari tidurnya. Delia mulai meraba jam digital berbentuk jamur di atas sandaran tempat tidurnya. Kemudian mematikan alarm yang sudah membangunkannya.


Kemudian matanya mulai terbuka perlahan,diambilnya karet yang ada di meja lampu di samping ranjang tidurnya lalu diikatkannya di rambut panjang miliknya. Delia meregangkan otot-ototnya sampai terdengar seperti suara tulang-tulang yang saling dipukulkan.


Kretek kretek kretek


Ahhhh......


Di saat hari masih cukup gelap,matahari belum menampakkan senyumnya untuk menghangatkan dunia,disaat banyak orang masih terlelap dalam tidurnya. Terjadi sebuah kepanikan di sebuah ruangan rumah sakit.


Leny mengalami kejang. Hingga membangunkan Rehan yang tertidur sambil menggenggam tangan Leny. Dalam kondisi belum sepenuhnya sadar dari dari tidur,Rehan tak bisa berfikir jernih melakukan pertolongan pertama pada istrinya itu.

__ADS_1


"dokter,suster !! tolooooooong" teriak Rehan memanggil perawat yang berjaga tepat di samping ruangan Leny dirawat sambil menggedor-gedor kaca pembatas ruangan itu.


Seorang perawat yang masih terjaga segera membangunkan rekannya yang baru beberapa menit yang lalu memejamkan matanya.


"Sin,bangun Sin !!"


"keluarga pasien butuh bantuan sepertinya,aku akan memeriksa pasien dulu,kamu pergi panggil dokter !" perintahnya berbagi tugas.


Tak butuh waktu lama,perawat bernama Sinta itu segera bangkit dan berlari ke ruang sebelah,disana dilihatnya Rehan yang menggigit jarinya karena panik dengan keadaan Leny yang kejang-kejang.


Sinta menghampiri rekannya yang bernama Desi,tapi justru Desi mengusirnya agar segera pergi memanggil dokter. Sinta pun segera keluar dan berlari menuju ruang dokter.


2 orang dokter bangkit dan mengikuti langkah perawat bertubuh mungil itu ke kamar Leny dirawat. Seorang dokter wanita segera memasang stetoskop dan mengarahkan di dada Leny. Didengarkannya dengan seksama detak jantung pasiennya. Lalu meminta laporan pada perawat Desi.


"pasien mengalami kejang akibat suhu tubuh tinggi dok"


"tekanan darah normal"

__ADS_1


Perawat Desi menjelaskan kondisi Leny berdasarkan pemeriksaannya.


Dokter satunya mengambil sebuah suntikan kosong yang sengaja selalu ia sediakan di saku jas kerjanya,lalu diambilnya beberapa mili darah pasiennya untuk di uji di lab guna mengetahui penyebab pasiennya tiba-tiba mengalami panas tinggi.


"pasien mengalami hiponatremia" jelas dokter setelah mengamati hasil pemeriksaan darah.


Hiponatremia adalah Kondisi yang terjadi ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah.


Dengan kondisi ini, tubuh menyimpan terlalu banyak air. Ini melarutkan kadar natrium dalam darah dan menyebabkan kadarnya berkurang.


"kalau begitu kita perlu menyuntikkan beberapa mili liter cairan intravena kepada pasien" ucap dokter yang tadi memeriksa Leny yang dtanggapi dengan anggukan oleh rekan dokternya.


Perawat Desi segera pergi ke ruang obat untuk mengambil cairan yang dimaksud oleh dokter. Sementara menunggu,perawat Sinta mengganti kantong infus Leny yang hampir habis.


Tak lama kemudian perawat berkulit putih itu telah kembali sambil membawa sebuah kotak berwarna putih yang bertuliskan cairan intravena.


Dokter muda berambut pendek mengambil sebuah ampul dan menyedot cairan tersebut kedalam alat suntik dalam jumlah yang cukup. Lalu segera disuntikkannya cairan tersebut ke dalam selang infus Leny.

__ADS_1


Setelah menunggu,beberapa menit kemudian kondisi Leny berangsur membaik. Rehan yang sedari tadi panik dan terus merapalkan doa dalam heningnya,mulai bisa bernafas lega karena istrinya sudah dalam kondisi tenang.


__ADS_2