
"kamu yakin sayang ?" tanya Seli pada Delia
Delia meraih tangan mamanya Rehan dan meyakinkan wanita yang sudah ia anggap ibu.
"aku melakukan ini karena sesuatu ma,maaf aku terpaksa. Tapi aku berani melakukannya karena sejatinya aku melakukan ini demi membalas budi pada keluarga kalian,terutama Rehan " ucapnya di hadapan keluarga Rehan juga keluarga Leny.
Semua orang nampak terdiam mendengar penjelasan Delia,gadis yang merupakan sahabat Rehan itu sekarang ini sudah tak mempunyai siapa-siapa lagi di kota ini. Mereka juga sedikit tahu kalau belakangan gadis itu sering mendapat teror dari orang yang mengaku menagih hutang Seno sang ayah.
Belum lagi berita tentang keracunan masal yang menimpanya beberapa waktu lalu yang mengharuskan Delia kembali berhutang pada sebuah kantor pinjaman ilegal dengan bunga yang cukup tinggi karena ancaman dari beberapa orang yang ingin memenjarakannya.
"sekarang,bolehkah aku menemui Leny ?" tanya Delia pada Rehan yang sedari tadi hanya diam memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Rehan tersentak kaget ketika mamanya menepuk bahunya,padahal hanya tepukan pelan. Semua orang yang ada di ruangan itu nampak tak habis pikir dengan keputusan Delia yang terdengar tidak masuk akal. Tapi mereka juga faham keadaannya.
Kini Delia sudah berada di ruangan Leny di rawat. Gadis itu meminta izin pada Rehan untuk bicara berdua pada Leny. Awalnya Rehan menolak dan bersikeras tetap menemaninya,tapi karena Delia memohon dengan memelas akhirnya Rehan menuruti dan hanya menunggu di depan ruangan sambil sesekali mengintip dari sebuah kaca transparan yang ada di pintu kamar.
"hay Leny,bagaimana kabarmu ? hah,bodohnya aku. Tentu saja kamu belum bisa menjawab pertanyaanku karena kondisismu yang masih seperti ini. Aku turut berduka dengan yang kalian alami. Aku datang kemari untuk meminta izin darimu,aku bersedia meminjamkan rahimku untuk anak kalian" ucap Delia panjang lebar sembari menggenggam tangan kanan Leny seolah mengajak berjabat tangan.
Leny yang memang masih belum sadar dari komanya itu tentu saja tak dapat merespon apapun yang dikatakan oleh Delia. Tapi Delia yakin kalau jauh di alam bawah sadar wanita itu pasti mengerti dengan ucapannya.
...****************...
Delia sudah berada di rumah. Selepas meminta izin dari Leny dia langsung pamit undur diri pada Rehan. Rehan berniat mengantarkan Delia pulang,tetapi gadis cantik itu menolaknya secara halus dan beralasan kalau dia akan mampir untuk sebuah urusan.
__ADS_1
Tok tok tok
"neng Delia,neng Delia" suara orang memanggilnya.
Gadis itu segera berjalan keluar rumah untuk melihat siapa yang memanggilnya. Seorang lelaki paruh baya mengenakan setelan seragam dinas berwarna hijau doreng sudah berdiri di depan pagarnya.
"pak Ali,ada apa pak ?" tanya Delia
"iya neng,tadi rumah neng kedatangan tamu katanya dari bank mau nagih hutang pak Seno katanya. Tapi waktu bapak mau lihat surat izin penagihannya eh orangnya malah nyolot sama nyalah-nyalain bapak katanya bapak ini menghambat tugas mereka" pak Ali terlihat bersungut-sungut.
Gadis itu pun mendengarkan dengan seksama sampai tetangganya yang pensiunan TNI itu selesai bercerita. Sebelum akhirnya pak Ali pamit ia sempat berpesan kalau sebaiknya segera cari pasangan agar Delia ada yang jagain,jangan cuma fokus kerja cari uang buat lunasi hutang ayahnya sampai lupa mikiri masa depan.
__ADS_1