Rahimku Untuknya

Rahimku Untuknya
Delia,gadis itu ?


__ADS_3

POV Leo


Aku ber o ria mendengar jawaban Rehan. Setelahnya,aku melepaskan jas steril yang harus digunakan selama berada di ruang ICU dan meletakkannya di gantungan yang sudah disediakan.


"aku keluar sebentar,mau cari makan dulu"pamitku pada Rehan,dia sudah memakai jas steril lain yang ada di lemari.


Anggukan kepala dan senyum Rehan sudah cukup menjawab,dia lalu masuk ke dalam ruangan dimana adikku dirawat. Dulu,aku tak begitu suka dengan Rehan entah apa sebabnya. Tapi seiring berjalannya waktu,aku bisa melihat ketulusan yang ditunjukkan oleh Rehan pada adikku Leny. Walaupun pada awalnya aku melihat kalau Rehan hanya menjadikan adikku sebagai pelarian karena cintanya yang tak terbalaskan.


Aku berjalan menuju kantin rumah sakit,kondisi disana masih cukup ramai walau bisa dibilang kalau jam sarapan pagi sudah terlewat jauh,sedangkan jam makan siang juga masih agak lama.


"bu,tolong spagela 2 porsi jumbo" ucapku pada seorang wanita yang berjualan menu spagela kesukaanku.


Aku menunggu di meja paling ujung yang hanya ada 1 kursi disana. Aku memang tak begitu suka keramaian. Sambil menunggu,aku memainkan ponsel pintarku dan mulai membuka sebuah aplikasi penyimpan foto didalamnya.


Foto seorang gadis SMA yang dulu pernah aku sukai,bahkan sampai detik ini aku masih menyimpan rasa itu. Tiba-tiba aku teringat gadis itu. Dia juga bernama Delia,tapi Delia yang dulu kelihatannya gadis tomboi,apa mungkin mereka gadis yang sama ?


"ini pesanannya mas" ucap seorang wanita seraya meletakkan 2 porsi jumbo spagela yang sudah aku pesan sebelumnya.


Wanita itu lalu bertanya padaku mau bayar pakai tunai atau cashless,dan aku langsung menjawab cashless. Kebetulan aku memang tidak membawa uang tunai. Ia lalu mengeluarkan ponsel pintar miliknya dan membuka sebuah kode QR dengan nominal yang harus aku bayarkan sejumlah harga pesananku.


"terima kasih mas,selamat menikmati makanannya" ucapnya setelah memasukkan ponselnya ke dalam saku,kemudian dia pun beranjak pergi setelahnya.


Tak lama kemudian datang seorang pria berkepala plontos membawa minuman yang sudah aku pesan sebelumnya. Kali ini pria itu langsung menyodorkan sebuah kertas bergambar kode QR pembayaran. Dan aku segera memindainya.


Setelah pria itu pergi,aku segera menyantap makanan di depanku. Sebelumnya aku sudah menyimpan ponselku ke dalam saku celana. Tak butuh waktu lama bagiku menghabiskan 2 porsi jumbo spagela. Karena aku tak mau berlama-lama meninggalkan adikku,walaupun sudah ada Rehan yang menjaganya. Bukannya tidak percaya,tapi aku memang sangat menyayangi Leny lebih dari aku menyayangi diriku sendiri.


Aku segera beranjak dan kantin tersebut dan bergegas kembali untuk menemani Leny yang masih terbujur lemah di ruang ICU. Tapi saat aku berdiri di depan pintu lift,aku berpapasan dengan seorang gadis yang sepertinya cukup familiar,tapi otakku tak dapat mengingatnya. Kebetulan gadis itu jalan bersama dengan mama mertua Leny,yaitu bu Sela.

__ADS_1


"bu Sela" sapaku menghentikan langkah 2 orang yang terlihat akrab itu.


Mereka pun berhenti dengan bu Sela menjawab sapaanku.


"loh,nak Leo darimana ?"


"aku baru saja dari kantin sarapan agak telat,anda mau kemana? dan ini ....? " aku menunjuk seorang gadis yang berdiri dekat bu Sela.


Bu Sela pun mengerti maksud ucapanku dan mengenalkan gadis itu padaku.


"oh iya kenalkan,ini Delia. Del,ini nak Leo,kakaknya Leny" ucapnya memperkenalkanku dengan gadis cantik yang bernama Delia.


Akupun mengulurkan tanganku sambil menyebutkan namaku dan Delia pun menyambutnya sambil memperkenalkan namanya pula. Kami saling berjabat tangan untuk sesaat.


"nak Leo ini kakak yang sangat menyayangi adiknya loh Del,dulu aja awal-awal Rehan nikah sama adeknya,Rehan gak boleh bawa Leny pulang ke rumahnya,tapi mungkin karena Leny yang minta pisah rumah jadi diizinkan deh sama Leo"


"ah,bu Sela bisa saja"


"kalau boleh tau Delia ini siapanya bu Sela ? apa kalian ada hubungan keluarga atau bagaimana ?" tanyaku mencari info.


"Delia sama Rehan bersahabat dari sejak mereka sekolah,tapi waktu kuliah semester 2 mereka pisah. Rehan kuliah ke luar negeri dan Delia lanjutkan kuliah disini. Dan sekarang ini nak Delia bekerja sebagai asisten dosen di tempatnya kuliah sambil lanjutkan program magisternya" jawab Bu Sela panjang lebar.


Sampai kemudian pintu lift terbuka,aku pamit masuk lift untuk ke lantai ruang ICU tempat Leny dirawat. Sedangkan Bu Sela dan Delia melanjutkan tujuan mereka.


Tingggg.


Kurang dari 1 menit pintu lift kembali terbuka. Aku keluar dari lift dan segera menuju ke ruang ICU. Namun sesampainya disana aku dicegah oleh seorang perawat yang bertugas.

__ADS_1


"maaf pak,anda mau kemana ?" tanyanya padaku.


Akupun menjawab seadanya kalau aku akan masuk ke dalam ruang ICU dimana Leny dirawat.


"maaf pak,tapi pasien sudah dipindahkan ke ruangannya semula. Ada di ruang VIP kamar Cempaka" ucapnya sambil menunjuk sebuah lorong yang bertuliskan VIP Cempaka.


Perawat itu pergi setelahnya,aku langsung pergi ke ruangan yang dimaksud olehnya. Benar saja,Leny sudah dipindahkan kesana dengan Rehan yang duduk di samping brankar sambil menggenggam tangan Leny.


Aku tak ingin mengganggu pasangan suami istri itu,jadi aku putuskan pergi dari sana saja. Kuputuskan untuk turun dan berdiam di loby rumah sakit. Saat menunggu di depan lift,kembali aku bertemu dengan Delia.


"kak Leo" Kali ini dia yang menyapaku.


"eh iya,kamu Delia kan ?,sahabatnya Rehan"


jawabnya mengangguk,sedikit senyuman yang merekah di bibirnya semakin menambah nilai plus untuk wajah cantiknya. Aku semakin terpesona dengan kecantikannya,tak dapat kupungkiri kalau wajahnya benar-benar cantik bak seorang bidadari. Mungkin terkesan lebai.


"kak Leo,halo....hay " ucapnya sambil menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajahku. Ternyata tanpa sadar aku terkesima dengan paras wajahnya yang rupawan.


"Del,kamu sudah lama bersahabat sama Rehan ?" kami pun berbincang sebentar di lorong ruang VIP.


Delia gadis cantik yang cukup ramah,dia selalu menyunggingkan senyuman manis dan membuatku nyaman saat berbincang. Dia bercerita bagaimana awal mula persahabatannya dengan Rehan. Disaat dia sibuk bercerita,mataku terus mengamati wajahnya dengan teliti sambil mengingat-ingat wajah seseorang.


Paras gadis idamanku dulu terlihat sama persis dengan paras gadis yang ada di hadapanku saat ini. Mungkinkah mereka adalah gadis yang sama ?


Delia,gadis itu ?


"aku tinggal ke dalam dulu ya kak ?" pamitnya padaku dan kujawab dengan anggukan kepala dan menyunggingkan senyum kemudian Delia masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2