
"jadi om dan tante perhitungan ?asal tante tahu sepeserpun Silvi tak pernah menyentuh uang pemberian tante,karena Silvi tau tante dan om bukan orang tua yang baik buat anak kalian. Gak salah kalau bang Joko,maaf maksudku bang Jordan lebih memilih kehidupannya yang jauh dari kata mewah dan dia lebih memilih untuk berjuang sendiri" puas mengatakan itu Silvi memberikan sebuah amplop berwarna coklat pada mama Joe.
Ada sedikit penyesalan yang dirasakan oleh mama Joe mendengar pernyataan gadis tadi. Dirinya tak menyadari kalau selama ini sudah banyak memaksakan kehendak mereka sendiri kepada Jordan tanpa peduli apa yang menjadi kebutuhan anak mereka.
Silvi berjalan menyusuri trotoar jalan di tengah gerimis yang turun membasahi bumi,hatinya merasa lega sudah berani mengatakan apa yang mengganjal di hatinya. Selama ini dirinya sudah merasa bersalah karena sudah memanfaatkan posisi Joko alias Jordan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Sementara itu,tengah terjadi kehebohan di rumah Leo selama lelaki itu menetap sementara di kota Sonic. Sepulang dari acara makan malam romantis dengan seorang gadis yang mengidolakannya,Leo menyempatkan diri mampir ke rumah Hendra untuk melihat keadaan Leny adiknya juga ingin berjumpa dengan Delia yang sudah jadi pujaan hatinya.
Kebetulan saat dirinya sampai di rumah Hendra,mereka baru selesai makan malam bersama jadi Delia belum naik ke kamarnya.
"bang Leo hati-hati dijalan,ini sudah malam. Kalau memang capek lebih baik menginap saja untuk malam ini,khawatir terjadi sesuatu di jalan,apalagi bang Leo kan nyetir sendiri" sedikit bentuk perhatian Delia berhasil membuat perasaan Leo berbunga-bunga. Lelaki itu pun pulang ke rumahnya dengan hati yang gembira.
Kurang dari 45 menit mobil yang dikendarai oleh Leo telah sampai di rumahnya. Begitu mobil memasuki pekarangan rumah Leo segera turun dari mobil dan melemparkan kunci mobil kemudian menyerahkan pada penjaga agar memarkirkan mobilnya di tempat yang semestinya.
__ADS_1
Belum sempat ia masuk ke dalam rumah terdengar suara gaduh dari arah pagar luar. Leo hendak melihat apa yang terjadi,tapi anak buah Leo menahan dan mengatakan kalau itu hanya kerjaan orang iseng. Satu dari mereka menyarankan agar Leo lebih baik masuk dan biar itu mereka yang akan bereskan. Leo pun menurut saja karena memang iya sudah merasa sangat lelah. Terlebih lagi suasana hatinya saat ini cukup bahagia,dia tak mau merusaknya dengan mengurusi masalah tak penting yang nantinya akan merusak suasana hatinya.
Seorang wanita muda dengan dress pendek warna hitam berjalan keluar dari mobilnya,ia berjalan sempoyongan hingga beberapa kali terjatuh. Wajah wanita itu sangatlah merah seperti kepiting rebus. Dia seperti sedang menahan sebuah hasrat yang sangat besar.
Setelah susah payah menegakkan tubuhnya dan berusaha mendekat ke arah gerbang rumah Leo,akhirnya ia berhasil memegang pagar rumah tersebut kemudian menempelkan tubuhnya sambil terus meracau memanggil nama Leo dalam keadaan mata yang setengah tertutup dengan tatapan yang kosong.
"Leo,aku mencintaimu,aku mohon bantu aku,aku butuh bantuanmu" lirih wanita itu terus menggesek-gesekkan bagian tubuhnya mencari sensasi kenikmatan yang ingin ia dapatkan.
Tak berhenti disitu,wanita itu mulai bertindak diluar nalar. Di depan rumah Leo dengan pagar tinggi menjulang,wanita itu meliuk-liukkan tubuhnya dan melucuti pakaiannya. Melihat hal tersebut sontak saja kendaraan yang lalu lalang di jalan depan rumah Leo memelankan laju kendaraan mereka,bahkan tak sedikit dari mereka yang sengaja menghentikan kendaraan mereka untuk melihat atraksi wanita di depan rumah Leo.
Tapi bukan Leo namanya kalau sampai terjebak dalam masalah kecil seperti itu. Dia dengan cepat mengganti minumannya dengan minuman yang baru,dan dengan sedikit trik Leo mengganti minuman wanita tadi dengan minuman yang sudah bercampur dengan sesuatu tadi. Alhasil jadilah senjata makan tuan. Setelah meminum air yang dari gelasnya,dalam waktu beberapa detik wanita itu langsung tak sadarkan diri. Leo mengutus anak buahnya untuk mengantarkannya ke hotel,dan Leo sendiri langsung berbelok ke arah rumah Hendra.
Ternyata wanita itu masih cukup sadar untuk mengingat semuanya. Dia memukul belakang kepala anak buah Leo hingga pingsan kemudian menendang keluar dari dalam mobil,dan wanita itu melanjutkan perjalanannya menuju rumah Leo. Tetapi ketika sampai di rumah Leo wanita itu sudah setengah sadar pengaruh dari obat yang seharusnya diminum oleh Leo.
__ADS_1
Anak buah Leo bertindak cepat mengamankan wanita gila itu dengan menyeretnya masuk dan membiarkannya di tepi kolam yang ada di samping rumah. Mereka lalu meninggalkan begitu saja wanita yang hampir saja menjebak boss mereka tersiksa sendiri dengan hasratnya yang tak mendapat pelampiasan. Wanita itu terus meracau memanggil nama Leo sambil tubuhnya yang tak bisa diam meliuk-liuk hingga ia tercebur ke dalam kolam yang airnya dingin karena sempat bercampur dengan air hujan yang turun.
...****************...
Pagi menjelma dengan sinar mentari yang hangat menerpa bumi. Burung-burung kecil berkicau merdu mengalunkan senandung alam melagukan simphony pagi yang indah. Pagi yang cukup cerah untuk melakukan segala aktifitas. Delia terbangun dari tidurnya,lantas membuka tirai yang menghalangi sinar matahari yang akan masuk ke dalam kamarnya.
Dari tempatnya berdiri ia bisa melihat dengan leluasa orang-orang yang berlalu-lalang di jalan depan rumah dengan kesibukan mereka masing-masing. Seli melihat jendela kamar di lantai 3 yang ditempati oleh Delia terbuka lebar,ia berusaha memanggil gadis itu,namun sepertinya tak sampai ke telinga Delia,sehingga gadis itu hanya membalas lambaian tangan Seli yang ia kira hanya sekedar menyapanya dari bawah. Delia juga tak lupa menyapa Hendra yang sedang berolah raga bersama Seli.
Delia beranjak dari tempatnya bersandar di jendela kamar ketika mendengar pintu kamarnya diketuk dari arah luar. Pikirnya itu mungkin bibi yang akan membangunkannya. Delia pun segera memutar kunci dan membuka pintu. Ada Rehan yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya sambil membawa nampan berisi susu untuknya.
"pagi Del,aku bawakan susu hangat untukmu,boleh aku masuk ?" tanya Rehan menyapa begitu pintu dibuka oleh Delia.
Delia sedikit canggung menerima Rehan masuk ke dalam kamarnya karena tak pernah sekalipun ia menerima tamu pria dalam kamar,tapi Delia hanya pasrah ketika Rehan sudah lebih dulu masuk sebelum ia sempat menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
"terima kasih,ta tapi kok tumben kamu yang repot sampai naik ke atas cuma buat ngasih susu buat aku ?" Delia menyusul masuk lalu duduk di tepi ranjang,disusul kemudian setelah meletakkan nampan berisi susu Rehan ikut duduk di samping Delia.
"hari ini aku libur kerja,aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat" ucap Rehan seraya merapikan rambut Delia yang masih sedikit berantakan karena belum sempat menyisir rambutnya.