
Pagi ini bang Joko memacu motor menuju pasar sengaja melewati depan rumah Delia. Melirik keadaan rumahnya sepi,pria berambut kriwil itu menghentikan laju motor untuk memastikan keadaan rumah gadis yang sudah lama dianggapnya sebagai adik itu. Matanya menyipit menatap ke dalam rumah yang nampak asri dengan adanya macam-macam tanaman yang tumbuh di halaman rumah.
"hoy,Bang Joko" sapa Delia yang ternyata baru pulang dari toko untuk beli keperluan membuat kue. Pria itu terkesiap dan hampir saja terjengkang di saluran got yang tidak tertutup karena terkejut dengan sapaan Delia yang tiba-tiba.
"Abang ngapain disini ?, ngintipin rumah orang,ntar dikira mau maling loh" Delia memperingati.
Bang Joko reflek menggoyangkan tangan di depan wajahnya bermaksud mengatakan kalau tuduhan Delia tidak benar adanya.
Delia tersenyum karena ia mengenal betul seperti apa lelaki di depannya itu,sejak dari kecil mereka sudah bertetangga baik.
Pria singel itu pun nyengir dan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal karena ketahuan mengintip oleh si pemilik rumah yang tadi sempat ia intip. Dia melihat sekilas ke arah rumah,lalu beralih menatap Delia beberapa kali bolak-balik. Hingga membuat Delia geleng-geleng kepala dengan tingkah aneh pemuda matang dihadapannya.
Dalam waktu sepersekian detik kemudian,pemuda itu berhambur memeluk Delia dengan sedikit erat hingga membuatnya merasa seperti sesak.
"bang,lepas,aku gak bisa nafas" ucap Delia terbata karena nafasnya tercekat akibat pelukan dari bang Joko yang cukup erat dan tiba-tiba itu.
"maaf,abang cuma seneng aja bisa ketemu sama neng Delia. Abang fikir gak bakalan lagi ketemu sama neng karena neng Delia udah jual rumah ini buat bayar hutang ayahnya neng" ucapnya seraya melepaskan pelukannya hingga Delia pun bisa bernafas lega.
__ADS_1
Delia membuka kunci pagar rumahnya dan mempersilakan bang Joko mampir dulu,tapi pemuda itu menolak dengan alasan sudah gak keburu karena dia harus segera tiba di toko tempat ia bekerja. Delia pun memaklumi dan mempersilakan "abang" nya itu segera berangkat ke tempat kerjanya. Sedangkan ia sendiri lalu masuk ke dalam rumah.
Dilain tempat,disebuah cafe. Tampak seorang lelaki duduk seorang diri dengan ditemani secangkir kopi panas di pagi hari. Pria itu adalah Bagas,yang menatap tanpa ekspresi pada sebuah meja pengunjung lain.
Dimeja tersebut ada seorang pria seusianya dengan seorang wanita yang sedang menikmati sarapan mereka bersama. Pria tersebuta adalah Damar,mantan kekasih sesaat Delia.
Dulunya Damar adalah sosok pemuda yang terkenal karena sikap dingin dan misteriusnya di kalangan sekolah,tak banyak yang tahu bagaimana sisi kehidupan pemuda itu.
Tapi belakangan nama Damar mulai banyak diperbincangkan di jagat media karena perannya yang memukau banyak penggemar di beberapa judul film dan juga iklan. Damar dikenal sebagai aktor multitalenta. Tapi dibalik segudang prestasinya,Damar juga banyak menabur sensasi demi untuk menaikkan popularitasnya sebagai artis berprestasi yang penuh kontroversi.
"untung Delia segera memutuskan hubungan dengan laki-laki itu sebelum sempat dilukai" sudut bibir Bagas sedikit terangkat melihat tangan kiri Damar merangkul pinggang wanita disampingnya lalu perlahan menyusupkan tangannya ke dalam baju si wanita hingga sedikit terangkat.
"halo,apa aku menggangggu ?" Bagas sedang bicara dengan seseorang di telepon.
"ah tidak,aku hanya ingin mengajakmu makan siang. apa kamu ada waktu siang ini ?"
"baiklah....,bagaimana kalau besok ?"
__ADS_1
"ya baiklah kalau begitu,aku akan menunggu,kabari aku kalau kamu sudah ada waktu luang"
Bagas mengakhiri sambungan telepon lalu mengantongi ponselnya dan pergi meninggalkan cafe,tentunya setelah pesannya dibayar.
Dilain sisi Delia meletakkan ponsel miliknya diatas meja. Dia lalu mengambil sebuah celemek bergambar karakter kartun favoritnya yaitu Winnie si beruang madu yang sedang menggendong sebuah gentong kecil yang penuh madu. Kemudian berjalan ke arah lemari kabinet penyimpanan barang dan mulai mengeluarkan beberapa wadah dari dalam lemari. Setelahnya ia beralih membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan dari dalamnya.
Gadis itu tampak lihai dan cekatan mencampurkan beberapa bahan dengan perbandingan yang pas untuk menghasilkan banyak resep kue yang lezat. Sesekali bulir keringat tampak meluncur dari wajahnya. Delia hanya mengelap dengan tangannya yang tidak terkena tepung dan bahan lain.
Setelah kurang lebih 2 jam kemudian berbagai macam cupcake beraneka rasa dan karakter yang imut tersaji di meja. Ia lalu memotret kue hasil karya tangannya dan memposting dengan menuliskan caption "si cantik siap dipinang" di sosial media miliknya.
Tak butuh waktu lama,beberapa pelanggan setia segera mengamankan pesanan dengan melakukan pemesanan instan. Itu karena selain caption yang ia tuliskan tadi juga karena adanya diskon penawaran harga. Selain itu memang kue buatan Delia memang mempunyai keunikan tersendiri hingga kue buatannya bisa ludes terjual dalam hitungan menit.
...****************...
Jam makan siang tiba,usai membereskan segala urusan per-dapur-an nya yang acak-acakan,Delia segera melepaskan celemek yang ia kenakan dan meletakkannya kembali ke tempat semula. Delia duduk sejenak di depan televisi untuk melepaskan lelah.
Sambil bersandar di sofa,gadis itu meraih ponselnya lalu membuka sebuah aplikasi makanan dan minuman secara online. Jarinya bergerak lincah di atas layar hp menggulir ke atas menu demi menu dalam aplikasi tersebut.
__ADS_1
Setelah beberapa kali scroll hp,pilihannya jatuh pada menu manisan buah mangga muda dan jus kelapa durian. Sepertinya Delia mengalami ngidam. Sehingga hanya dengan melihatnya saja bumil itu merasa 2 menu tersebut sangat menggiurkan hingga tak terasa air liurnya beberapa kali hampir menetes.