
Semua orang sudah setuju dan sepakat agar operasi segera dilakukan mengingat kondisi Leny yang belum juga sadarkan diri,janin dalam kandungan Leny ditakutkan akan semakin melemah kalau tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup dari si ibu.
"halo,Del jam berapa kamu selesai di kampus ?" tanya mama Sela menelpon Delia yang setiap pagi ada di kampus.
"maaf tante,untuk hari ini jadwalku full sampai jam 2 siang nanti karena aku harus memeriksa beberapa makalah yang diajukan oleh mahasiswa" jawab Delia sedikit tak enak hati.
Sela tampak lesu,padahal hari ini dia berencana memeriksakan kondisi Delia secara menyeluruh untuk mengetahui keadaan gadis itu. Wanita bermarga Gunawan itu juga tak mau kalau sampai terjadi sesuatu ketika Delia mengandung calon cucunya. Sudah pasti hal yang sama juga dirasakan oleh Rehan,mengingat Rehan dan Delia adalah sahabat sejak mereka masih SMP. Secara kebetulan dulu keduanya adalah tetangga.
Telepon diakhiri dengan Delia yang mengatakan masih ada kelas beberapa menit lagi. Setelah menutup telepon,Delia memasukkan ponsel genggam miliknya ke dalam laci meja kerjanya.
__ADS_1
Besok aku minta tolong sediakan sedikit waktu untuk melakukan serangkaian pemeriksaan di rumah sakit. Dokter sudah mendaftarkan namamu,jadi aku mohon kehadiranmu.
Pesan singkat itu dikirim oleh Rehan. Setelah membacanya,Delia kembali memasukkan benda pipih itu ke dalam saku celana. Kali ini dia harus segera ke kelas sebelum dosen memasuki kelas untuk mempersiapkan segala hal yang menjadi materi yang akan disampaikan oleh dosen.
"pagi miss Delia" sapa para mahasiswa pada asisten dosen cantik itu.
Delia menanggapi dengan senyuman,lalu kembali berjalan dengan anggun masuk ke dalam ruang kelas. Seperti biasa,Delia mengambil tempat duduk di kursi paling belakang. 20 menit sudah berlalu,tapi dosen belum juga masuk ke dalam ruangan kelas. Para mahasiswa sudah mulai riuh menanyakan dimana dosen mereka.
Delia yang tak tahu menahu tentang keberadaan sang dosen pun hanya menjawab tidak tahu pada mahasiswanya. Sampai kemudian benda yang ada dalam saku sebelah kanan celananya bergetar. Dia mengeluarkan benda itu untuk melihat siapa pemanggilnya.
__ADS_1
"bu Dian ?" alisnya mengkerut melihat nama pemanggil.
Delia sedikit kaget mendapat panggilan dari sahabat sang ibu yang sudah lama tak diketahui keberadaannya. Bu Dian adalah sahabat lama ibunya. Bu Susi punya sahabat dekat sejak SMA yaitu Bu Dian dan Bu Nirmala.
Semua teman sekolah bu Susi datang bertakziah dan menyampaikan bela sungkawa mereka ketika ibu kandung Delia meninggal beberapa tahun yang lalu,hanya beberapa saja yang nampak tak hadir,itu pun karena mereka sedang berada di luar kota atau bahkan di luar negeri. Dan sekarang baru bu Dian menghubunginya. Ada apa ?
"halo,iya bu Dian. Ada apa ?" Delia menjawab telepon yang terus saja berdering.
Di seberang,seorang wanita dewasa merasa mengenal suara yang menjadi lawan bicaranya. Dia terdiam untuk beberapa saat sampai akhirnya ia mengingat kalau lawan bicaranya adalah anak dari sahabat lamanya yaitu Delia,anak dari Susi Prayoga.
__ADS_1
"ehm,ya maaf. Saya hanya ingin memberitahukan kalau suami saya tidak bisa hadir mengajar karena sakit lambungnya kambuh.
Asisten cantik itu pun hanya mengangguk,memegangi ponsel miliknya. Beberapa saat kemudian dirinya baru berfikir ada hubungan apa antara dosennya dengan bu Dian,sahabat almarhum ibunya yang sudah lama menghilang.