
Lisa mendekap bayi mungil itu dalam pelukannya, bayi merah itu masih berlumuran darah, Frans melindungi anak dan istrinya, seketika air mata itu terjatuh di pipi pria yang kini sudah terlepas dari kutukan itu.
"Anakku! Akhirnya aku bisa melihatmu lahir ke dunia, terima kasih Tuhan! Akhirnya aku bisa kembali ke wujud ku semula." Frans tak henti-hentinya berucap syukur, sementara itu Lisa pun begitu bahagia, selain dirinya telah melahirkan seorang putra yang sangat tampan, Ia juga melihat sang suami yang sudah berubah menjadi manusia seutuhnya.
"Mas Frans! Kamu sudah sembuh."
Lisa memeluk suaminya begitu bahagia, mereka mencurahkan segala keharuan itu, seorang bayi lucu yang sudah membuat Frans terlepas dari kutukan itu. Frans dan Lisa memperhatikan bayi laki-laki mereka, ada sebuah tanda lahir di lengan sebelah kiri yaitu sebuah tato bergambar seekor ular. Mungkin itu adalah tanda jika bayi Frans dan Lisa memiliki kemampuan istimewa.
Aris segera menghampiri sang Bos dan memberikannya pakaian, sebuah piyama untuk menutupi tubuh Frans untuk sementara. Sedangkan Lisa dan bayinya diberikan kain bersih dan beberapa pelayan wanita Frans terlihat membantu Lisa.
Setelah Frans memakai piyama dan menutupkan seluruh tubuhnya, Ia pun segera menggendong putra nya yang baru dilahirkan. Frans dengan gagahnya menggendong bayi laki-laki itu dan segera menghadap ke arah seluruh warga yang tadi hampir membunuhnya.
Terlihat semua warga sangat ketakutan, mereka tidak menyangka jika ular raksasa tersebut berubah menjadi seorang pria tampan yang mereka pun sudah mengetahui jika pria itu bernama Frans Alvino, direktur utama PT Adiguna group yang memiliki berbagai bisnis besar. Rupanya para warga baru sadar jika mereka sudah berhadapan dengan seseorang yang sangat berpengaruh di kota itu.
"Wahh gimana nih, ternyata ular itu adalah Pak Frans!"
__ADS_1
"Ini bisa gawat, jika Pak Frans marah, bisa-bisa dia akan menggusur tanah kita, terus! Kita akan tinggal di mana?"
"Kamu sih langsung emosi saja, padahal ular itu adalah jelmaan Pak Frans."
"Kok Aku sih yang disalahin, Aku juga nggak tahu kalau itu Pak Frans,"
"Terus kita harus bagaimana? Jika Pak Frans marah, maka tamatlah riwayat kita."
"Dan kelahiran bayi itu sudah membebaskan Pak Frans bebas dari kutukannya."
Para warga pun terlihat begitu panik, Frans berdiri di depan para warga yang sedang menatapnya dengan takut, kemudian Frans berkata di depan seluruh orang yang hampir saja melukai dirinya.
"Kenapa kalian diam? Kalian terkejut melihat ku? Iya! Aku adalah ular yang hampir saja kalian bunuh, dan ini adalah putraku, Aku sangat marah kepada kalian, karena Kalian hampir saja menyentuh istri dan anakku, Aku sudah bilang jangan ganggu dia, tapi kalian tidak mendengarkan. Apa kalian pikir kami berdua tidak menderita selama ini, Aku dan istriku berjuang untuk melindungi bayi kami. Bayi yang akan membebaskan ku dari kutukan ular itu. Tapi kalian sangat tidak mempunyai belas kasihan kepada kami, di mana hati nurani Kalian. Istriku sedang hamil, dan Aku tidak bisa berbuat apa-apa, kalian justru datang ingin memisahkan kami, Aku benar-benar tidak akan memaafkan kalian semua. Mulai saat ini, tempat ini akan kuratakan dengan tanah." Frans sudah kehilangan kesabaran, Ia memiliki kekuasaan tertinggi dan wilayah itu kapan saja bisa Frans kuasai, mengingat kampung itu merupakan tanah ilegal.
"Ampun pak Frans! Ampuni kami. Kami tidak tahu jika Pak Frans berubah menjadi ular."
__ADS_1
"Iya Pak Frans, kami minta maaf, kami sudah khilaf, tapi kami mohon jangan usir kami dari tempat tinggal kami, jika Pak Frans mengusir kami, maka kami akan tinggal dimana?"
Ucap beberapa warga sembari memohon kepada Frans untuk mengampuni mereka.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
Yuk sambil menunggu author update bab berikutnya, yuk mampir dulu ke karya punya kak ZidniNeve yang berjudul MY LOVE KING OF DARKNESS
__ADS_1