Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
Ular perkasa


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain, Dewa rupanya sudah siap untuk melanjutkan ritualnya kembali. Tapi, kali ini hari sudah menjelang pagi, jika ada matahari terbit. Maka Dewa tidak bisa mengirim teluh itu dengan lancar. Ia pun memutuskan untuk menundanya hingga malam nanti.


"Maaf Pak Mintho! Saya tidak bisa melanjutkan mengirim teluh itu, sepertinya matahari mulai muncul, mantra saya tidak akan bisa tembus kepada laki-laki itu, kita tunggu sampai malam tiba, dengan begitu mantra-mantra sakti Saya bisa bekerja secara maksimal." seru Dewa


"Oke kalau begitu, saya tunggu sampai nanti malam, Pak Dewa harus berhasil membuat Frans celaka, kalau bisa bunuh saja kedua orang itu. Jika Pak Dewa berhasil, maka Saya akan memberikan imbalan yang lebih besar lagi." seru Pak Mintho sembari memintir-mintir kumisnya.


Dewa tertawa terbahak-bahak, seolah-olah dirinya pasti sanggup melakukan hal sekecil itu. "Pak Mintho tidak usah khawatir! Malam ini anak dan bapak itu pasti akan mati, bapak bisa pegang kata-kata Saya." ucapnya dengan berkacak pinggang, sungguh kesombongan Dewa benar-benar diluar batas.


*

__ADS_1


*


*


Matahari mulai menampakkan senyum nya, pagi yang cerah secerah hati Mayang yang bisa melihat lagi wajah Xander. Tentu saja Xander mulai berubah menjadi manusia biasa, sedikit demi sedikit kulit ular yang ada pada tubuh Xander, perlahan pudar dan mulai menghilang saat terkena pantulan sinar matahari.


"Xander, kamu sudah berubah." seru Mayang saat melihat punggung Xander dimana Ia sedang membelakangi Mayang. Punggung dengan gambar tato ular itu terlihat begitu eksotis dan tato yang sama saat Mayang melihatnya di hutan.


Mayang memeluk erat tubuh pria itu, hingga tak sadar jika tangannya menyentuh sesuatu yang aneh terasa. Ia memijit-mijit benda itu yang menurutnya terasa kenyal-kenyal.

__ADS_1


"Eh apaan sih? Xander! Bukannya kamu sudah menjadi manusia normal, tapi kenapa masih ada ular di sini?" tanya Mayang yang terus berusaha memeriksa benda apa yang sedang Ia pegang.


Xander pun menjawab sembari menahan rasa geli yang mulai membangunkan ular yang sebenarnya.


"May! Jangan sentuh dia! Itu adalah ular ku, jika kamu sentuh dia seperti itu, dia akan mengejar mu." seketika Mayang langsung melepaskan tangannya dari sana, Ia pun baru sadar jika itu adalah ular yang sudah membuat dirinya lupa segalanya.


"Ma-maaf! Aku tidak tahu, pakailah ini! Aku tidak mau orang lain melihat ular mu yang perkasa itu, nanti mereka kepingin." ucap Mayang sembari memberikan kain penutup untuk menutupi sebagian tubuh Xander. Karena bagaimanapun juga masih ada Tata yang berada di dalam ruangan itu.


Tata pun tampak penasaran dengan wajah asli Xander, Ia hanya melihat dari sisi belakang tubuh Xander, itupun Mayang menutupi dengan tubuhnya, setelah Xander menutupi bagian tubuhnya, Ia pun segera membalikkan badan dan menatap ke sekeliling ruangan. Seketika Tata membelalakkan matanya saat melihat ketampanan wajah Xander yang benar-benar sempurna.

__ADS_1


"Hooo my God! Nih cowok keren sumpah, pantesan Mayang tergila-gila padanya, meskipun Ia siluman ular itu sih bodo amat. Asli tampan dan gagah banget nih laki, ah betapa beruntungnya si Mayang dapat Xander, semoga mereka berjodoh." ucap Tata yang memuji ketampanan putra Frans dan Lisa itu.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2