
Keesokan harinya, Mayang dan Xander pergi ke kampung halaman Mayang, mereka akan mengabarkan kepada Roro Bening jika suaminya Selamat dan kini sedang membutuhkannya.
Menempuh perjalanan selama 3 jam, akhirnya mobil Xander tiba di depan rumah Roro Bening dan Dewa, rumah tempat tinggal kedua orang tua Mayang. Keduanya turun dari mobil dan segera mengetuk pintu agar sang Ibu tahu jika putrinya telah pulang.
Roro Bening terkejut ketika ada suara ketukan pintu dari luar, wanita paruh baya itu segera membuka pintu, dan alangkah terkejutnya saat ia melihat sang anak dengan membawa seorang pemuda tampan sedang tersenyum kepadanya.
"Mayang!"
"Ibu!"
"Mayang anakku! Ibu kangen sekali, Nak! Kamu tidak apa-apa, kan? Ayahmu mana Ayahmu, Ayahmu baik-baik saja, bukan!"
Mayang memeluk sang Ibu penuh kerinduan, Xander melihat betapa sayangnya sang istri kepada kedua orang tuanya, Xander pun semakin cinta kepada Mayang, apalagi saat mengingat perjuangan sang istri, Mayang rela mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan orang-orang yang Ia kasihi, bukan hanya Xander, tapi juga sang Ayah, agar bisa berkumpul kembali bersama Sang Ibu. Mayang kemudian memperkenalkan Xander kepada sang Ibu.
"Ibu, ini adalah Alexander Alvino, dia adalah putra Frans Alvino." seketika Roro Bening membulatkan matanya saat mendengar jika laki-laki yang bersama putrinya adalah Alexander Alvino, yang merupakan jelmaan Siluman Ular titisan Ayahnya.
"Apa? Mayang kamu tidak bercanda, kan! Dia ini siluman ular." ucap Roro Bening yang sebenarnya sangat khawatir dengan keselamatan putrinya. Karena siluman ular itu bisa saja mengambil darah anak gadisnya kapan saja.
"Ibu jangan khawatir! Xander tidak akan melukai Mayang, karena sebenarnya Xander sudah menjadi manusia normal dan kutukan itu sudah lenyap, Bu!"
Roro Bening tidak percaya, Ia masih bisa melihat sang putri dengan selamat tanpa luka yang berarti, meskipun masih membekas luka dari gigitan taring ular saat Xander menjadi berwujud siluman ular.
"Itu artinya, kamu sudah memberikan darahmu kepada Xander?" tanya Roro Bening penasaran. Mayang menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Kemudian Xander berkata kepada Ibu mertua nya, meyakinkan kepada Roro Bening jika dirinya sangat mencintai Mayang, dan kini Mayang sudah menjadi istrinya.
"Ibu tidak usah khawatir, Saya tidak akan menyakiti Mayang, saya sangat mencintainya, dan sekarang kami sudah menikah, kami meminta restu kepada Ibu untuk mendoakan pernikahan kami." ucap Xander sembari menundukkan kepalanya.
Roro Bening tampak berkaca-kaca melihat keduanya begitu bahagia, Ia pun sangat berbesar hati memberikan doa restu untuk sang putri dan juga menantunya.
"Tentu saja Ibu sangat bahagia, dan Ibu akan memberikan doa restu untuk kalian berdua, doaku selalu bersamamu, Nak!" seru Roro Bening sembari menyentuh puncak kepala keduanya yang sedang duduk di hadapan Roro Bening.
"Terima kasih banyak, Ibu! Saya berjanji tidak akan meninggalkan Mayang, saya akan membahagiakan nya, semua akan Saya berikan untuk Mayang,"
Roro Bening akhirnya lega, semuanya telah berakhir, hingga akhirnya Ia mendengar kabar tentang suaminya yang sedang dirawat di rumah sakit.
"Ayo kita temui Ayah, Bu! Ayah sudah sangat merindukan Ibu." ajak Mayang kepada Ibunya. Hari itu juga mereka berangkat ke kota untuk bertemu dengan Dewa yang saat ini dirawat di rumah sakit.
__ADS_1
Sementara itu di suatu tempat, seorang pria tua dengan rambut yang berwarna hampir putih seluruhnya, Ia bersama istrinya sedang mencari keberadaan rumah Frans Alvino. Kedua pasangan suami-istri yang sudah sepuh itu tampak datang ke rumah mewah Frans Alvino.
"Kita sudah sampai, Bu!" seru Mbah Brewok kepada istrinya, Nyai Delima. Mereka berdua entah kenapa ingin bertemu dengan putra Frans, Xander. Dan ingin memberikan sebuah benda keramat yaitu sebuah kalung yang berliontin ular. Dimana kalung itu seharusnya mereka berikan kepada anak mereka yang pergi entah kemana, kini kalung itu akan mereka berikan kepada putra Frans, yaitu Xander. Karena kalung itu memiliki kekuatan yang luar biasa, kalung itu akan menambah gairah kejantanan seorang pria, bagi pria yang memakai kalung itu maka anak keturunannya akan lahir selalu kembar, minimal 2 bayi yang akan dilahirkan dari rahim istri-istri mereka.
Kedua orang tua itu di sambut oleh beberapa pelayan Frans. Kemudian pelayan memanggil Lisa dan Frans yang tentunya pasti mereka sangat bahagia melihat kedatangan orang yang paling berjasa dalam kisah mereka.
"Permisi Tuan, Nyonya! Di luar ada sepasang suami istri ingin bertemu dengan Anda!" seru sang pelayan.
"Sepasang suami istri?"
"Iya Nyonya, penampilan mereka sangat aneh dan mereka terlihat seperti dukun." spontan Frans dan Lisa saling menoleh. Pasti yang mereka adalah Mbak Brewok dan Nyai Delima.
"Itu pasti Mbah Brewok, Mas!" seru Lisa menebak.
"Iya kamu benar! Ayo kita lihat."
Frans dan Lisa berjalan ke ruang tamu, mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan Mbah Brewok dan istrinya dalam kondisi mereka yang sudah sangat sepuh sekali. Lisa dan Frans menyambut kedatangan keduanya dengan lembut.
Mereka tak menyangka bisa bertemu dengan orang yang sangat berjasa dalam kehidupan Frans dan Lisa, Mbah Brewok juga yang menyelamatkan bayi yang dikandung Lisa dari orang-orang suruhan Ibu tiri Lisa. Yang tak lain bayi itu adalah Xander, yang kini secara tak sadar menjadi cucu menantu mereka.
"Aku dan istriku juga senang bisa melihat mu kembali, Aku sengaja datang ke sini untuk memberikan sesuatu kepada putramu." ucap Mbah Brewok sembari menunjukkan sebuah kalung dengan liontin berbentuk ular.
"Apa ini, Mbah?" tanya Frans penasaran.
"Kalung ini sebenarnya adalah kalung milik anak kami bernama Dewa, karena Dewa memutuskan untuk berkelana dan sampai saat ini dia tidak pernah kembali pulang. Maka Aku memutuskan untuk menghadiahkan kalung ini kepada Xander. Karena jika kalung ini ku hadiahkan untuk mu, tentu saja itu tidak mungkin, kamu sudah tua Frans, sudah waktunya kamu duduk manis dan melihat cucu-cucumu tumbuh dewasa. Entah bagaimana kabar Dewa sekarang, kami juga tidak tahu sama sekali."
Seketika Frans mengerutkan keningnya saat Mbah Brewok menyebutkan nama putranya bernama Dewa. Sama persis nama Ayah menantunya, yaitu Mayang.
"Dewa? Nama anak Mbah adalah Dewa?"
"Iya! Namanya Dewa, usianya hampir sama sepertimu." Sejenak terlintas dalam bayangan Frans, jika Dewa yang dimaksud oleh Mbah Brewok adalah orang yang sama.
"Apa orangnya rambutnya botak, Mbah? Em maksud Saya dia selalu berpenampilan botak?" tanya Frans menyelidik.
"Iya." jawab Mbah Brewok membenarkan.
__ADS_1
"Dia berkumis tipis dan ada tahi lalat di tengah-tengah hidungnya?"
"Iya itu memang ciri-ciri Dewa anak kami, darimana kamu tahu?" tanya Mbah Brewok semakin penasaran.
Frans menghela nafasnya, dan Ia mengungkapkan tentang siapa Dewa yang merupakan anak Mbah Brewok itu.
"Dewa adalah besan kami Mbah, putra kami Xander menikah dengan putri Dewa, namanya Mayang. Dia gadis yang sangat cantik, dan dia adalah cucunya Mbah!" ungkap Frans yang membuat Mbah Brewok sangat bahagia.
"Cucuku perempuan?"
"Iya Mbah."
"Cucuku menikah dengan putramu, Frans? Entah ini kebetulan atau tidak, tapi mereka berdua akan memiliki banyak anak. Aku melihat setiap sekali kelahiran, mereka akan memiliki lima bayi kembar."
Seketika Frans dan Lisa membulatkan matanya mendengar jika putra mereka akan memiliki banyak anak.
"Lima anak dalam satu kelahiran? Kalau Mayang melahirkan lima kali, itu berarti anak mereka ada dua puluh lima, hoo astaga! anak mereka bisa dijadikan satu kampung!" celetuk Frans saking terkejutnya.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
Kehidupan Alisha Fakhira seketika berubah, saat dirinya dijadikan sebagai pelunas hutang keluarganya. Iyaa gadis kecil yang baru beranjak 16 tahun itu dipaksa menikah pada seorang rentenir yang memiliki 4 Istri dan Alisha, menjadi istrinya yang 5. Akan tetapi statusnya sebagai istri hanya berlangsung satu hari saja. Karena dimalam pertamanya, sang suami malah meninggal dunia.
Karena telah dituduh sebagai pembawa sial. Alisha di usir oleh keempat para istri sang rentenir. Bukan hanya mereka saja yang mengusir dirinya. Bahkan keluarganya, juga ikut mengusir dirinya. Karena merasa bingung akhirnya Alisha memutuskan pergi ke kota, untuk mengadu nasib di sana.
Bagaimanakah kehidupan Alisha di kota?
Akankah ia menemukan cintanya di sana? Yuk ikuti ceritanya, In shaa Allah tak kalah seru dengan novel author yang lainnya loh
__ADS_1
...Cuss kepoin segera 🥰...