
Tubuh Mayang dibawa ke suatu tempat, Ia dibaringkan di atas sebuah bangku panjang, matanya masih terpejam, Mayang belum sadarkan diri. Sementara itu seorang pria yang sudah membawa tubuh Mayang, terlihat begitu tajam menatap gadis itu. iya dia adalah Xander.
Xander datang mendengar suara teriakan Mayang, dan secara tak sadar ternyata Mayang adalah gadis yang Ia cari selama ini. indera penciuman Xander seketika mencium aroma darah Mayang, dia mendekati Mayang dan mencium aroma tubuh gadis itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. Akhirnya Xander menemukan sebuah harapan untuknya menjadi manusia sempurna. Tapi, entah kenapa tiba-tiba saja rasa buas itu hilang, keinginan Xander untuk meminum darah Mayang terhenti seketika saat gadis itu tanpa sadar bergerak dan memeluk Xander.
Akhirnya Xander pun mengehentikan niatnya yang ingin melukai Mayang dengan cara menggigit nya. Kini Mayang sedang memeluk Xander, dalam keadaan tak sadar itu ada sesuatu yang mulai bangkit, Xander adalah pria normal, meskipun dirinya mempunyai sisi yang berbeda yaitu sebagai siluman ular.
"Shiiit! Apa-apaan ini, gadis ini sudah membangunkan ular perkasa ku." batin Xander saat perlahan rasa ingin itu mulai muncul. Xander mencoba menghindarinya, tidak mungkin dirinya melakukan hal itu kepada Mayang, jika dirinya melakukan itu kepadanya, maka selamanya Xander akan menjadi manusia setengah ular, dan ketentuan meminum darah Mayang pun tidak akan berguna lagi.
Mayang menggeliat, apalah daya seorang Xander, dalam suasana yang mulai gelap itu, tanpa ada cahaya yang menyinari, semakin gelap dan hanya cahaya rembulan malam yang rupanya mengintip lewat sela-sela dedaunan, Xander terus berusaha untuk tidak terlalu jauh, karena kini dirinya sudah menemukan penawar dirinya. Darah Mayang.
Perlahan Mayang membuka matanya, gadis itu mulai siuman, Ia merasa kepalanya begitu pusing. Namun, seketika Mayang sangat terkejut saat melihat sosok pria yang sedang berada di atas tubuhnya.
"Huaaaaaaaa ... siapa kamu? Pergi dari sini!" spontan Mayang menendang bagian paling sensitif milik Xander, diantara dua paha itu, dengan sekuat tenaga Mayang yang sudah memiliki ilmu beladiri yang Ia pelajari dari Sang Ayah, mampu membuat Mayang untuk melindungi dirinya.
Tentu saja Xander terjatuh dan mendekap ular perkasanya yang ditendang oleh Mayang, dalam sekejap Mayang berdiri dan menjaga jarak dengan Xander.
"Aahhh ... sialan! Kira-kira dong kalo nendang, aduhh ... lemes!" pekik Xander dengan suaranya yang terdengar merintih.
__ADS_1
"Siapa kamu? Berani sekali kamu menyentuhku?" ucap Mayang dengan nada yang begitu kesal, baru kali ini ada laki-laki yang berani sedekat itu dengannya, selama ini belum pernah ada laki-laki yang berani menyentuh Mayang meskipun cuma seujung rambut. Tapi, kali ini Xander bukan hanya menyentuh kulit Mayang, Xander justru sudah mendekap tubuh gadis itu.
"Hei ... seharusnya kamu berterima kasih kepada ku, Aku sudah menolong mu, mobil mu baru saja menabrak pohon dan kamu tak sadarkan diri, bukannya berterima kasih, malah menendang ku, mana sakit banget gila, awwww!" Xander tampak menahan rasa sakitnya si ular perkasa miliknya yang mengalami insiden tendangan maut Mayang.
"Apa? Mobilku menabrak pohon? Aduh kalau begitu bagaimana Aku bisa pulang? Gawat! Ayah pasti marah, mana sudah gelap lagi. Oh tidak! Bisa mampus Aku!" Mayang terlihat panik, sementara hari sudah mulai malam, bagaimana dirinya bisa pulang. Mobil yang Ia kendarai tentunya belum bisa digunakan.
Mayang duduk dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, Ia tidak tahu harus ngomong apa kepada sang Ayah, pasti Dewa sangat marah besar mendengar sang anak belum juga pulang.
Xander perlahan memperhatikan Mayang yang sedang duduk bersedih, Ia pun mencoba untuk menenangkan gadis itu.
"Cuma apa? Kamu mencari kesempatan dalam kesempitan, iya kan? Pergi sana nggak usah dekat-dekat!" Mayang tampak menjauhkan dirinya dari Xander. Xander mengerti kenapa gadis itu bersikap seperti itu padanya, mungkin Ia khawatir jika Xander adalah orang yang berniat jahat, di tengah hutan mana mungkin ada orang baik yang ikhlas menolong kalau bukan ada maksud tertentu.
"Oke Aku mengerti, kalau begitu kenalkan! Namaku Xander!" Xander tampak mengulurkan tangannya kepada Mayang.
"Nggak nanya!" jawab Mayang cuek.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
*
*
*
...Sabar ya! 😁 Sambil menunggu author update bab berikutnya, author bawa bacaan yang tak kalah seru nih, yuk mampir ke karya punya kak Ingflora yang berjudul SILUMAN PUTRI DUYUNG. Cuss kepoin 🏃🏃...
Miriam adalah putri duyung berambut merah yang pekerjaan sehari-harinya membantu seorang dukun untuk menolong langganannya. Setelah menolong, mereka akan jadi budak siluman.
Sampai suatu hari, Miriam tak sengaja menolong manusia yang tenggelam karena percobaan pembunuhan. Alih-alih mengoda pria itu, Miriam jatuh cinta padanya hingga berniat jadi manusia. Hades putra duyung yang menyukainya, tak rela karena dengan itu Miriam harus menjual jiwanya pada Penyihir siluman ular laut yang licik dengan perjanjian 30 hari harus bisa membuat pria itu jatuh cinta atau jiwanya akan jadi milik Penyihir siluman ular laut itu. Sanggupkah Miriam memenuhi tantangan itu?
Hades pun berjuang untuk menyelamatkannya.
Akankah Miriam mendapatkan cinta Max, si bule tampan dan kaya itu atau menerima cinta Hades yang mencintainya apa adanya?
__ADS_1