
Akhirnya Xander mengajak Mayang pulang, tak henti-hentinya Xander mengucapkan rasa syukur karena dirinya akhirnya bisa menikah dengan Mayang, tangan Xander pun tak pernah lepas dari sang istri, Xander terus menggenggam erat tangan Mayang seolah-olah dirinya tidak ingin jauh dari sang istri. Dalam perjalanan menuju rumah, Mayang sempat kepikiran tentang sang Ibu yang pastinya menunggu berita tentang suaminya. Mayang pun meminta izin kepada suaminya untuk bertemu dengan Roro Bening.
"Xander!"
"Hmm!"
"Bolehkah Aku meminta sesuatu?"
"Katakan! Apa yang kamu inginkan, Aku pasti akan memberikannya." balas Xander sembari menatap wajah sang istri penuh kemesraan.
"Aku ingin bertemu dengan Ibu, Aku khawatir dengan keadaannya, apa Aku bisa bertemu dengannya?"
"Tentu saja, Sayang! Tapi, sekarang sudah malam. Besok pagi Aku akan mengantar mu ke rumah Ibu, dan besok kita ajak sekalian Ibu untuk bertemu dengan Ayah, bagaimana?"
Mayang tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Terima kasih banyak Xander!"
Mayang memeluk suaminya dengan mesra sembari mengusap dada Xander, pria itu mengecup kening istrinya memegang tangan Mayang dengan erat. Mereka pulang diantar oleh sopir, duduk di kursi belakang membuat keduanya semakin hanyut dalam kemesraan.
Xander yang sejatinya sudah menahan terlalu lama, rasanya hari itu Ia sudah tidak sanggup lagi menumpahkan nya, sebagai putra Frans yang memiliki bakat dari sang Ayah, Xander dengan mudah membuat Mayang benar-benar tak berkutik, Xander merampas bibir mungil, mengecupnya dengan lembut, tak terlalu tergesa-gesa dan tidak terlalu kasar. Mengingat mereka berdua di dalam mobil tidak berdua saja, ada sopir yang pastinya tahu jika mereka sedang berduaan jika keduanya terdengar berisik.
Sekilas Xander berbisik pada telinga sang istri, dan terlihat Mayang yang malu-malu saat Xander membisikkan kata-kata entah apa yang Xander katakan itu.
Hingga akhirnya mobil mewah itu berhenti di depan rumah Frans, keduanya turun. Xander membawa tubuh istrinya dengan mengangkat Mayang pada pundak Xander.
"Xander, turunkan! Malu dilihatin orang. Aku bisa jalan sendiri." pinta Mayang sembari memukul-mukul punggung suaminya.
"Udah diam! Bawel banget."
Xander terus membawa Mayang sampai ke lantai atas, hingga akhirnya mereka tiba di depan kamar Xander. Pria itu membuka pintu dan masuk ke dalam dengan gagahnya. Pintu otomatis itu tertutup dengan sendirinya dan mengunci.
Xander yang sudah tidak bisa membendung lagi rasa yang tertunda itu. Akhirnya menghempaskan tubuh Mayang di atas ranjang panas mereka. Tanpa lama-lama Xander melepaskan semua pakaian nya, hingga pria itu terlihat tanpa busana apapun. Sementara Mayang dibuat melongo dengan bentuk ular yang kali ini benar-benar membuat nya menelan ludah susah payah, melihatnya saja Mayang sudah sesak, apalagi sampai ular itu meliuk-liuk di dalam.
"Hoo Xander! Baru kali ini Aku melihatnya, sebesar itu kah yang masuk ke dalam?"
Xander pun tersenyum smirk, Ia pun mulai merangkak naik ke atas ranjang dengan tatapannya yang liar. Sementara itu Mayang berusaha untuk mengatur nafasnya. Ia pun meminta izin untuk pergi ke kamar mandi terlebih dahulu.
"Tu-tunggu, Aku ingin ke kamar mandi sebentar, bolehkah?" pinta Mayang sembari menahan Xander untuk melakukan hal yang lebih padanya.
__ADS_1
"Hmmm ya ya, pergilah Aku akan tetap menunggumu. Jangan lama-lama!" balas Xander sambil mencium tangan sang istri.
"Hmm!" Mayang pun segera beranjak pergi ke kamar mandi, sementara Xander harus bersabar lagi untuk menunggu kedatangan sang istri. Malam ini Xander akan menghabiskan malam indah sebagai pengantin baru.
Sesampainya di dalam kamar mandi, Mayang pun terkejut melihat noda darah pada CD miliknya, ternyata Mayang kedatangan tamu yang datang sewaktu-waktu. Ia pun menghela nafasnya, malam ini dirinya tidak bisa memuaskan hasrat suaminya yang sudah berada di ubun-ubun.
"Maafkan aku, Xander! Sepertinya kita pending dulu untuk seminggu kemudian!" ucapnya lirih.
Setelah Mayang memasang roti pada CD nya, Ia pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri Xander yang sudah sembunyi di balik selimut dengan merentangkan kedua tangannya agar Mayang datang ke dalam pelukannya.
Mayang pun berjalan menghampiri suaminya dengan langkah bimbang dan takut jika Xander kecewa. Xander pun menarik tangan Mayang tanpa basa-basi, dengan cepat Ia membawa Mayang masuk ke dalam selimut bersamanya. Bisa dibayangkan bagaimana Xander memperlakukan Mayang, dimana dirinya sudah sangat menahan rasa itu cukup lama. Hingga akhirnya tangan Xander mulai melepaskan CD milik istrinya, berharap ular nya segera bersarang pada tempatnya.
Tapi, Mayang menepis tangan Xander dan menolak Xander untuk melepaskan CD miliknya.
"Jangan Xander! Aku mohon!" pekik Mayang sembari terus berusaha untuk melarang Xander melepaskan nya.
"Kenapa?"
"Aku malu!"
"Bukan itu!"
"Apalagi sih!"
"Nanti kamu kecewa." .
"Kecewa? Itu tidak mungkin May! Aku tidak mungkin kecewa, Aku sudah pernah merasakannya, justru Aku sangat ketagihan ingin merasakan nya lagi." Xander tetap memaksa untuk melepaskan CD Mayang, karena kepala ular itu sudah tidak sabar lagi ingin masuk ke dalam sarangnya.
Lagi-lagi Mayang berontak tapi Xander tetap memaksa dengan memasukkan satu tangannya pada tempat terlarang itu, hingga akhirnya Xander merasa jika ada sesuatu yang empuk yang terpasang pada CD milik istrinya.
"Apa ini?" tanya Xander kepada Mayang yang tampak menaikkan kedua alisnya.
"Roti!" jawab Mayang sembari tertawa kecil.
Sejenak Xander mulai berpikir tentang benda empuk yang terpasang pada CD Mayang, sekian detik kemudian Xander baru sadar jika istrinya sedang kedatangan tamu bulanan.
"Olinya di tap?"
__ADS_1
Mayang menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Sontak ular yang awalnya berdiri tegak itu pun berubah seolah tak bertulang, lemes bestie.
Xander perlahan merebahkan tubuhnya di samping istrinya dengan keadaan lemas dan lunglai. Mayang berusaha menghibur sang suami dengan berkata, "Sabar ya! Nggak lama kok cuma seminggu aja, nanti kamu bisa puas-puaskan setelah nya, Aku janji!"
"Kamu tega, May! Bagaimana nasib ular ku ini?" Xander memeluk istrinya sembari menyembunyikan wajahnya karena malu.
...TAMAT...
*
*
*
*
...Yuhu makasih ya udah pantengin kisah Ranjang Panas Siluman Ular, semoga kalian terhibur. Terima kasih banyak atas dukungannya selama ini. Author bukanlah siapa-siapa tanpa reader yang baik seperti kalian. Next Kalian jangan khawatir. author sudah menyiapkan novel baru yang ceritanya pasti bikin kalian baper, ngakak dan sesak nafas. Ditunggu notifikasi nya. 🥰🥰🥰...
*
*
*
...SEBELUM NYA SAMBIL MENUNGGU OTHOR UMUM KAN NOVEL BERIKUTNYA,YUK MAMPIR DULU KE KARYA PUNYA KAK TEH IJO YANG BERJUDUL BELENGGU PERNIKAHAN SEMU.🥰...
Belenggu Pernikahan Semu
Author: teh ijo
Pernikahan tanpa cinta, tak selamanya berakhir dengan bahagia.
Zahra terpaksa harus menikah dengan Alzam, pria asing pilihan ibunya. Pernikahan tanpa cinta membuat Zahra harus menerima perihnya kenyataan. Terlebih saat dia mengetahui jika Alzam telah memiliki seorang tunangan.
Selama pernikahan Alzam tak pernah sedikitpun menganggap Zahra sebagai seorang istri meskipun mereka berada dalam satu ranjang yang sama. Bahkan Zahra harus berlapang dada ketika Alzam memutuskan untuk menikahi Aira. Mampukah Zahra mempertahankan rumah tangganya?
__ADS_1