Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
Darah Mayang


__ADS_3

Mayang mulai masuk ke dalam mobil, Ia pun segera melajukan mobilnya ke jalan raya, lokasi rumah Dewa yang terletak di daerah yang cukup jauh dari keramaian, membuat perjalanan Mayang cukup menegangkan, harus melewati jalanan yang cukup sepi, yang ada hanya pepohonan yang sangat rindang, meskipun pemandangan di tempat itu sangat indah, tapi tidak menampik jika daerah yang dilewati oleh Mayang cukup curam dan berbahaya.


Hari itu jam masih menunjukkan pukul tiga sore, jalanan masih cukup ramai, ada beberapa kendaraan yang masih melintas saat itu. Namun, jika gelap mulai tiba, maka jalanan pasti semakin sepi, bahkan hampir tidak ada kendaraan yang lewat.


Mayang tampak santai menikmati alunan musik yang Ia dengarkan sembari menyetir mobil, sesekali dirinya melihat sekitar, hari itu karena Mayang pergi sendiri, Ia pun merubah penampilannya dengan mengenakan jaket Hoodie dan celana panjang, agar terkesan seperti laki-laki. Mengingat dirinya tidak ada pengawal, meskipun sebenarnya Mayang pandai bela diri, setidaknya dirinya harus waspada.


Perjalanan ke rumah Tata membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Hingga akhirnya Mayang tiba di rumah Tata dengan selamat. Seorang gadis sudah menunggu kedatangan sahabat nya itu.


"Hai May! Eh kamu sendiri aja?" Tata sangat terkejut melihat Mayang yang datang sendiri ke rumah nya, biasanya Mayang selalu didampingi oleh anak buah sang Ayah.

__ADS_1


"Hmm ... iya dong! Mumpung Ayah pergi. Jadi, ini kesempatan untuk bebas sejenak. Bosan lah masa setiap hari barengan sama anak buah Bokap." balas Mayang sembari membuka jaket Hoodie nya.


"Berani banget kamu, May! Rumah kamu kan ada di kawasan hutan, pasti banyak jalanan sepi dan menanjak yang kamu lewati, gila kamu. Ya pantes aja bokap kamu nggak ngebolehin anak gadisnya pergi sendirian. Pasti mereka khawatir." sambung Tata sembari mempersilahkan Mayang masuk ke rumah.


"Nggak apa-apa lah, sekali-kali aja jadi anak bandel, lagipula setelah dari rumah kamu, Aku pasti pulang kok,"


Mayang tertawa kecil mendengar ucapan dari Tata, akhirnya mereka berdua melanjutkan tugas dari kuliah, tugas mereka sedikit menantang, mereka berdua harus membuat makalah laporan tentang sebuah mitos siluman ular yang santer terdengar sekitar 25 tahun yang lalu. Dimana seorang wanita muda melahirkan bayi laki-laki yang merupakan anak jelmaan ular.


"Terus! Kita harus nyari informasi selengkapnya dimana dong May? Yang Aku tahu, sekarang kehidupan mereka bahagia dan pria yang dikutuk itu sudah berubah menjadi manusia seutuhnya. Hanya saja yang Aku dengar nih, anak mereka menjadi sakti, dan memiliki kekuatan siluman ular menurun dari sang Ayah. Dengar-dengar sih anaknya itu cakep banget, kadang penasaran juga bagaimana sih rupanya? Apa dia juga sama seperti kita kehidupannya?" jelas Tata yang sudah mengetahui sebagian kisah siluman ular.

__ADS_1


"Hmm ...masa sih? Halah paling itu juga mitos, mana ada siluman ular itu cakep, yang ada ya kayak ular. Aku sih bayangin nya, separuh tubuhnya ular dan kepalanya manusia, kalau untuk masalah tampannya, Aku rasa itu hoax." balas Mayang yang ragu dengan ketampanan anak siluman ular yang tak lain adalah Xander.


"Ya sudah kalau tidak percaya, dan dengar-dengar siluman ular itu sedang mencari darah seorang gadis yang menurut mitos gadis itu yang bisa menyempurnakan jiwanya. Anak siluman ular itu akan menjadi manusia normal jika dia meminum sedikit saja darah dari sang gadis."


Seketika Mayang membulatkan matanya saat Tata bilang demikian, ternyata apa yang dikatakan oleh sang Ibu Roro Bening adalah benar.


"Asal kamu tahu, Ta! Akulah gadis itu. Hmm tapi Aku tidak percaya, itu hanya mitos." batin Mayang.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2