Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
Renovasi rumah


__ADS_3

"Izinkan Mayang pergi, Bu! Mayang mohon! Mayang tidak mau terjadi sesuatu kepada Xander dan Ayahnya." rengek Mayang yang terus memohon kepada Ibunya untuk mengizinkan dirinya pergi menemui Xander.


Roro Bening tidak bisa berbuat apa-apa, rupanya sang anak benar-benar jatuh cinta kepada pria siluman ular itu, dirinya juga khawatir sang Suami semakin nekat untuk mencelakai Frans dan Xander.


"Pergilah! Ibu mengizinkan mu, cegah Ayahmu untuk melukai mereka, Ibu juga bosan melihat Ayah mu seperti itu, Ibu juga ingin hidup normal seperti lainnya, Ibu ingin Ayahmu menjadi manusia biasa tidak perlu sakti, Ibu tidak memerlukan kesaktian Ayahmu jika Ia gunakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, sebenarnya dari dulu Ibu tidak pernah setuju jika Ayahmu melakukan perjanjian itu dengan raja ular, tapi karena Ibu terlalu sayang dengan Ayahmu, Ibu menurutinya permintaan nya, dan kamu yang menjadi korbannya. Maafkan Ibu Mayang! Ibu takut kehilanganmu." ungkap Roro Bening sembari menangis.


Mayang memeluk sang Ibu dan berusaha untuk menenangkannya. "Ibu percayalah! Xander tidak akan menyakiti ku, jika dia memang berniat untuk menyakiti Mayang, mungkin hari itu juga saat kami bertemu, dia pasti sudah meminum darah Mayang, tapi nyatanya dia justru melindungi Mayang. Apalagi sekarang dia sudah tidak bisa menjadi manusia sesuka hatinya, Xander akan menjadi ular di malam hari dan menjadi manusia di siang hari. Dan semua itu gara-gara Mayang!" ungkap Mayang yang semakin membuat Roro Bening terkejut.


"Jangan bilang kalau kalian sudah melakukan hubungan badan? Apa itu benar?" pertanyaan Roro Bening seolah mengiyakan keraguannya. Mayang menganggukkan kepalanya pelan.


"Astaga Mayang! Bagaimana bisa kalian lakukan hal itu, jika saja ini terjadi, kamu hamil dan mengandung anak siluman ular itu, Ayahmu tidak akan pernah membiarkan bayi itu, Ayahmu pasti akan mengambilnya dan menjadikan bayi mu tumbal agar hidupnya panjang umur dan kekuatannya akan semakin besar. Untuk itu ada benarnya kamu harus menemui Xander untuk membuat Ayahmu lemah, tapi Ibu tidak tega melihat darahmu mengalir dan diminum, kamu putri Ibu satu-satunya yang lahir dari rahim Ibu, sedari kecil Ibu rawat dan Ibu susui. Ibu benar-benar tidak bisa." kembali Roro Bening menangis melihat apa yang akan terjadi kepada putrinya.


"Ibu percayalah! Mayang tidak akan apa-apa, Xander tidak akan menyakiti Mayang, Mayang sendiri yang akan memberikan darah Mayang untuk nya, agar kutukan itu segera hilang dan Ayah juga bisa kembali kepada Ibu, doakan Mayang Bu, Mayang akan segera kembali secepatnya."


Setelah berhasil meyakinkan sang Ibu, akhirnya Mayang pergi bersama Tata untuk menemui Xander di kota, dengan keyakinan yang mantap, Mayang harus menggagalkan rencana sang Ayah untuk mengirimkan teluh kepada Frans dan Xander.


*


*

__ADS_1


*


Sementara itu, malam pun tiba. Di kediaman keluarga Frans tentu saja Xander benar-benar telah menjadi seekor ular, Ia berada di dalam kamar sembari melingkarkan badannya, sang ibu, Lisa. Menemui putranya dan berharap keadaan akan cepat membaik agar Frans tidak sendirian di saat melakukan tugas bisnisnya seperti saat ini.


"Xander! Mommy berharap kamu segera menemukan gadis itu, jika kamu seperti ini terus, kasihan Daddy, sekarang Daddy sendirian menangani bisnis di luar kota, sebenarnya Mommy sudah tidak tega melihat kondisi Daddy kamu, tapi ya mau gimana lagi, kamu sendiri yang membuat dirimu seperti ini, coba kamu tahan sedikit saja, maka kamu tidak akan berubah menjadi ular seperti ini, Xander!" Lisa berkata sembari duduk di samping putranya yang sedang berubah wujud menjadi seekor ular.


"Maafkan Xander, Mommy! Xander khilaf. Xander nggak tahu kenapa tiba-tiba saja ingin sekali melakukannya, Xander sudah tergoda dengan gadis itu Mommy, rasanya Xander tak tega jika harus meminum darahnya, Xander ingin melihatnya baik-baik saja, dan jika perlu Xander ingin menikahinya dan memiliki anak, Xander tidak perduli jika Xander harus berubah menjadi ular sepenuhnya asalkan melihat Mayang baik-baik saja." ungkap Xander kepada sang Ibu.


"Mommy mengerti, putra Mommy ini sudah jatuh cinta kepada seorang gadis, tapi ingat Xander, jika kamu tidak segera meminum darah gadis itu, bagaimana bisa kamu mengharapkan seorang anak darinya, jika benar gadis itu hamil dan melahirkan, maka anak yang dilahirkannya akan berubah menjadi seekor ular bukan manusia, karena kamu belum meminum darahnya, kamu mengerti, kan?" seru Lisa.


"Ayolah Mommy! Apa Xander tega meminum darah Mayang, sedangkan Mommy tahu sendiri. Mengambil dan meminum darah Mayang itu beresiko besar dan bisa menyebabkan kematian nya, Xander tidak mau Mommy, Xander ingin melihat Mayang tetap hidup, Xander tidak ingin Mayang mati dan meninggalkan Xander. Tidak akan Mommy!"


Mendengar ucapan Lisa, antara tak tega dan senang, Xander tidak bisa membayangkan jika dirinya meminum darah gadis itu dan akhirnya Mayang harus pergi untuk selama-lamanya, pasti Xander tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


*


*


*

__ADS_1


Akhirnya, Dewa sampai di tempat yang sudah disediakan oleh Pak Mintho, mereka berada di sebuah rumah khusus yang Pak Mintho gunakan untuk Dewa melakukan ritualnya.


"Kita sudah sampai Pak Dewa! Ini adalah tempat yang tepat untuk melakukan ritual Anda, dan Saya ingin Anda berhasil membuat Frans dan putranya celaka." seru Pak Mintho dengan tersenyum miring.


"Itu hal yang mudah, asalkan semua mahar yang saya minta kemarin sudah ada." jawab Dewa dengan enteng.


Kemudian Pak Mintho menyuruh anak buahnya untuk menyediakan semua suara yang diminta oleh Dewa, dengan segera anak buah Pak Mintho mengambilkan persyaratan yang cukup nyeleneh itu. Dan tak berselang lama datang satu truk yang berisi kembang tujuh rupa, emas seberat dua kilo, ayam cemani dua puluh ekor dan juga uang tunai dua ratus juta sudah siap di depan mata.


Dewa sangat menyukai pemandangan itu.


"Bagus! Tapi, sebelumnya saya perlu beberapa bahan lagi." ucap Dewa sembari menyipitkan matanya.


"Katakan saja, Saya akan menyediakan nya." balas Pak Mintho semangat. Kemudian Dewa duduk sembari bersila, setelah itu Ia berucap, "Saya butuh paku, silet, gunting, jarum, pisau, palu, gergaji, tang, obeng, cangkul, semen, pasir dan terakhir batu bata."


Seketika Pak Mintho dan anak buahnya garuk-garuk kepala dengan peralatan yang dibutuhkan oleh Dewa.


"Pak Dewa mau ngirim teluh atau mau renovasi rumah, Pak?" seru Pak Mintho sembari melototkan matanya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2