Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
Meminta izin


__ADS_3

Tata pun berpamitan untuk pulang, sebelum Ia pulang, Mayang sudah memberikan kode kepada nya untuk rencana yang sudah Ia katakan kepada Tata.


Tata pun mengangguk dan mengerti, Ia pun mulai menemui Ibu Mayang, Roro Bening untuk berpamitan sekaligus meminta izin untuk mengajak Mayang untuk tinggal sementara di rumahnya, dengan alasan Ia ditinggal oleh kedua orang tuanya ke luar kota, sehingga Tata harus tinggal sendirian di rumah.


"Saya pulang dulu, Tante! Oh ya Tante, sebelumnya saya minta maaf dan mohon izin untuk mengajak Mayang tinggal bersama Saya, Tante! Saya di rumah sendirian, karena Mama dan Papa sedang ada urusan bisnis. Emm bolehkah Saya mengajak Mayang untuk menemani Saya, lagipula kami juga sekalian mengerjakan tugas kuliah yang belum rampung, Saya janji akan menjaga Mayang, Tante." rengek Tata atas permintaan Mayang.


"Hmm ... bukannya Tante tidak membolehkan, tapi kamu tahu sendiri kalau Ayahnya Mayang pasti tidak mengizinkan Mayang keluar rumah setelah kejadian itu. Jadi, Tante minta maaf sekali, Tante tidak bisa mengizinkan Mayang untuk pergi. Nanti, Ayahnya pasti akan sangat marah, kamu bisa ngerti kan, Tata?" ucap Roro Bening khawatir.


Mayang pun berusaha untuk merayu sang Ibu untuk membujuk Ayahnya agar mengizinkan dirinya untuk tinggal di rumah Tata.


"Bu! Mayang mohon! Izinkan Mayang pergi, Mayang harus menyelesaikan tugas kuliah ini, Bu! Jika tidak Mayang tidak akan bisa lulus kuliah nanti, Ibu mau tahu Mayang ingin sekali menjadi Sarjana, tolonglah Bu! Bujuk Ayah untuk mengizinkan Mayang pergi. Mayang janji setelah tugas kuliah ini selesai dan orang tua Tata pulang, Mayang akan pulang tepat waktu, Mayang janji. Nanti anak buah Ayah boleh kok mengawasi Mayang kalau nggak percaya."


Mendengar permintaan dari sang anak, Roro Bening berkata, "Iya! Ibu mengerti, tapi kamu tahu sendiri bagaimana Ayahmu sangat mengkhawatirkan mu, May! Ayahmu takut jika suatu saat kamu bertemu dengan siluman ular itu, dan Ayahmu takut kamu diculik olehnya, lalu hal yang tidak diinginkan akan terjadi, siluman ular itu bisa kapan saja mengambil darahmu dan meminumnya." tegas Roro Bening yang tentu saja mengkhawatirkan keadaan sang putri.


"Bagaimana Aku mengatakan pada Ibu, jika Aku dan Xander sudah bertemu, bahkan kami sudah terlanjur jauh." batin Mayang.


Hingga tiba-tiba saja Dewa datang menghampiri istri dan anaknya, seketika baik Mayang ataupun Roro Bening sangat terkejut dengan kedatangan Dewa.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Dewa kepada keduanya.


"Emm ... nggak ada kok, suamiku! Tidak ada yang kami bicarakan, apa Tuan Mintho sudah pulang?" balas Roro Bening sembari mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan tentang Pak Mintho.

__ADS_1


"Iya. Aku akan pergi selama tiga hari untuk pekerjaan yang ditugaskan Pak Mintho, Aku berharap kamu bisa menjaga Mayang, jangan biarkan anak ini pergi lagi, Aku tidak akan biarkan dia keluar dari rumah ini, dan kamu Mayang! Jangan coba-coba keluar dari rumah ini, jika Ayah tahu kamu pergi. Ayah tidak akan segan-segan untuk mengurung mu di ruangan bawah tanah, agar kamu bisa tahu, jika Ayah sudah memerintahkan untuk tinggal di rumah ini, kamu harus menuruti nya, tidak ada alasan apapun untuk bisa keluar dari sini. Mengerti!" Dewa berkata dengan bola mata yang melotot.


Mendengar jika sang Ayah akan pergi, sejenak memberikan harapan Mayang untuk pergi dari rumah diam-diam, dia sudah tidak perduli lagi dengan hukuman itu, Ia harus bertemu dengan Xander.


"Bagus! Ini kesempatan untuk ku bisa keluar dari rumah ini, Aku akan bertemu dengan Xander, harus!" batin Mayang yang tampaknya Ia memiliki setitik harapan untuk bertemu dengan pria yang sudah menyita perhatian dan waktu nya.


Setelah berpamitan dengan anak dan istri nya, Dewa pun segera pergi bersama Pak Mintho, untuk lebih membuat teluh itu semakin manjur, Dewa harus lebih dekat dengan Frans dan putranya, maka dari itu Pak Mintho mengajak Dewa untuk ke kota dimana Frans tinggal selama tiga hari.


Setelah mobil Pak Mintho yang membawa Dewa pergi, akhirnya Mayang bisa bernafas dengan lega, tinggal membujuk sang Ibu yang pastinya itu adalah hal yang paling mudah, karena sejatinya Roro Bening sangat tidak tega an jika mengenai putrinya.


Sebelum Mayang merayu Ibunya, sejenak dirinya melihat Sang Ibu yang terlihat bersedih, Mayang pun menanyakan hal itu kepada Roro Bening.


"Ibu nggak tahu harus bagaimana, May! Ibu tahu betul bagaimana pekerjaan Ayahmu, tadi Ibu sempat dengar pembicaraan Ayah dan Pak Mintho, mereka akan mencelakai seseorang, Pak Mintho meminta Ayahmu untuk mencelakai seorang pengusaha kaya dari kota, Pak Mintho meminta Ayahmu untuk mengirim teluh kepada pria itu dan putranya, perasaan Ibu kok nggak enak ya, Ibu merasa target Ayahmu kali ini bukanlah orang sembarangan, tadi Ibu sempat mendengar nama pria yang akan menjadi target teluh Ayahmu. Namanya ... Frans Alvino Kalau nggak salah, perasaan Ibu pernah mendengar nama Frans Alvino, tapi dimana!"


Seketika Mayang terperanjat saat sang Ibu menyebut nama Frans Alvino, pun sama dengan Tata yang tidak percaya jika Dewa akan berusaha untuk mencelakai Frans, tak lain adalah pria yang pernah dikutuk menjadi seekor ular.


"Siapa, Bu? Frans Alvino dan putranya?" tanya Mayang semakin penasaran.


"Iya ...!"


"Astaga! May bagaimana ini, May? Ayahmu pasti akan melakukan sesuatu kepada Frans dan Xander, Ayahmu membantu Pak Mintho untuk mengirimkan teluh itu, dan sekarang Ayahmu sedang mendekati mereka." ujar Tata yang tentu saja Ia tahu rahasia legenda siluman ular yang sekarang sedang mereka ungkap.

__ADS_1


"Aku harus cepat-cepat bertemu dengan Xander, Ayah tidak boleh mencelakai mereka, Aku harus cepat sebelum Ayah melakukan hal yang lebih gila lagi, Ayah bisa saja membunuh Xander dan Ayahnya. Tidak ... tidak ini tidak boleh." mendengar ucapan Mayang yang terlihat khawatir, tentu saja Roro Bening sangat terkejut.


"Apa yang kamu maksud, Mayang? Kenapa kamu menjadi khawatir seperti itu, apa firasat Ibu benar, jika Ayahmu akan melakukan kesalahan fatal, karena Ibu yakin sekali mereka itu bukan manusia biasa." ungkap Roro Bening.


"Benar, Bu! Mereka bukan manusia biasa, mereka adalah jelmaan Siluman Ular, dan Mayang sudah bertemu dengan putra Frans saat Mayang tersesat di hutan kemarin, dia adalah Xander, siluman ular yang Ibu pernah Ibu ceritakan."


Seketika Roro Bening lemas tak bertulang, ternyata sang putri sudah bertemu dengan Siluman Ular yang akan menghisap darah putrinya.


"Apa, May? Kamu sudah bertemu dengan Siluman Ular itu? Astaga Mayang! Tapi bagaimana bisa kamu sampai di rumah? Sedangkan yang Ibu tahu, siluman itu sedang membutuhkan darahmu untuk penawarnya, tapi kenapa dia justru melepaskan mu, May?" tanya Roro Bening penasaran.


Mayang pun menghela nafas panjang dan terpaksa Ia harus jujur kepada Ibunya tentang pertemuan nya dengan Xander.


"Iya Bu, Mayang sudah bertemu langsung dengan siluman ular itu, namanya Xander, dia yang sudah menyelamatkan Mayang dari terkaman harimau kumbang, dia tidak pernah menyakiti Mayang, dia justru melindungi Mayang, dan dia juga yang sudah membuat Mayang jatuh cinta."


Seketika Roro Bening membelalakkan matanya saat mendengar pengakuan dari putrinya.


"Jatuh cinta? Mayang kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan? Jatuh cinta dengan siluman ular itu?"


"Iya, Bu! Maafkan Mayang."


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2