Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
Bayi bisa berbicara


__ADS_3

Akhirnya, Frans mengumumkan kepada semua orang bahwa bayi itu adalah putra nya, dan Lisa adalah istrinya. Dan Frans akan menuntut kepada siapa saja yang dulu pernah menindas istrinya selama mengandung putra mereka. Frans juga tidak segan-segan melaporkan media yang sudah mencemarkan nama baik sang istri.


Kini kehidupan Lisa seperti di dalam istana, setiap hari Ia dilayani dengan sangat istimewa, bak seorang Ratu seperti yang pernah dijanjikan oleh Frans. Tangan Lisa tidak pernah menyentuh benda-benda kotor, setiap ia melangkahkan kaki pasti semua orang yang melihatnya hormat dan menundukkan kepalanya.


Bahkan di kantor, Lisa diperlakukan seperti seorang putri raja, semua tunduk dan hormat kepada wanita yang telah melahirkan anak Frans, seorang bayi laki-laki yang sangat tampan yang diberi nama Alexander Alvino. Frans berharap kelak suatu hari nanti, putra mereka akan menjadi raja dari segala raja, dia akan menjadi Pria yang kuat dan tentunya putera mereka akan mewarisi semua ketampanan dan kesempurnaan seorang Frans, hanya yang membedakan adalah Xander akan tumbuh menjadi Pria yang setia dengan satu wanita. Meskipun sebenarnya Ia adalah keturunan seorang yang berjiwa Casanova.


"Terima kasih, Sayang! Kamu sudah membuat hidupku berubah, semua yang Aku miliki adalah milikmu juga, dan Putra kita akan mendapatkan kasih sayang seutuhnya dari kita berdua." ucap Frans kepada Lisa.


"Ini adalah takdir, kita dipertemukan dalam sebuah kutukan yang tengah kamu alami, mungkin Tuhan memang merencanakan demikian, jika saja kamu tidak mendapatkan kutukan itu, maka pastinya kamu masih suka jajan sana jajan sini, mau dibawa kemana hidupmu selanjutnya, Mas!" ucapan sang istri membuat Frans menundukkan kepalanya.


"Iya, kamu benar. Jika saja tidak ada kutukan itu. Mungkin hidupku masih sangat berantakan. Dan mungkin saja Aku tidak akan pernah bertemu dengan wanita seperti mu. Meskipun sebenarnya kamu adalah karyawan ku sendiri." balas Frans sembari tidur di pangkuan istrinya.


"Hmm ... iya! Aku tahu itu. Dulu, saat Aku masih bekerja di kantor mu, tuh karyawan-karyawan cewek pada ngomongin kamu setiap hari, haduh sampai Aku bosan mendengar mereka mengelu-elukan kamu." mendengar penuturan dari sang istri, Frans mendongak dan menatap wajah sang istri yang terlihat cemberut.

__ADS_1


"Terus! Kamu nggak mengelu-elukan Aku juga, Aku ini bos mu loh!" protes Frans.


"Nggak lah! Buat apa mengelu-elukan playboy. Nggak banget, Aku tuh ya, Mas! Paling malas jika lihat cowok yang suka gonta-ganti pacar, kayak kamu tuh, mentang-mentang keren, tampan, kaya terus bisa mainin cewek sesuka hati." mendengar jawaban dari Lisa, Frans tersenyum ternyata sang istri cemburu juga.


"Itu kan dulu, Sayang! Sekarang cinta ku hanya untuk mu, kamu berbeda dengan wanita-wanita di luar sana, mereka hanya melihat kelebihan ku saja, mereka ada di saat aku berjaya. Tapi, mereka pergi di saat Aku mengalami situasi yang sangat berat. Yaitu saat kutukan itu ada dalam diriku, tak ada satupun dari mereka yang mendekati ku, mereka ketakutan dan khawatir jika anak yang akan lahir nanti berubah menjadi seekor ular, mereka jijik melihat wujud ku. Tapi, ada satu wanita yang benar-benar hebat, dia tidak jijik sama sekali saat menyentuhku, bahkan dia sangat menyukainya, sangat menikmatinya. Dan itu adalah kamu." Frans seketika beranjak duduk sembari mengusap lembut wajah Lisa.


Tentu saja Lisa begitu malu, ia pun tampak menundukkan wajahnya seolah tatapan mata Frans benar-benar membuatnya tak berdaya.


Frans tersenyum dan secepat kilat Ia meraih bibir Lisa dan menikmatinya. Saat keduanya hendak melakukan sesuatu yang romantis, tiba-tiba saja terdengar suara tangisan Xander. Seketika Frans berhenti melancarkan niatnya untuk merayap naik pada tubuh sang istri.


Frans melihat separuh tubuh Xander berubah menjadi ular di bagian bawah, sementara perut ke atas tetap normal.


"Astaga! Xander apa yang terjadi denganmu, Nak!" seru Frans saat melihat tubuh putranya yang separuh menjadi ular.

__ADS_1


Tapi, si bayi justru tertawa melihat sang Ayah yang sedang terkejut setengah mati melihat keadaan dirinya, bayi itu justru mengoceh seolah-olah tangis nya tadi adalah sebuah isyarat Ia ingin memberi tahukan kepada Frans jika dirinya bisa menjadi ular.


Sontak Lisa pun ikut menghampiri putra mereka, dan alangkah terkejutnya saat Lisa melihat kondisi sang anak yang separuh tubuhnya berubah menjadi ular.


"Haaa ... Xander apa yang terjadi dengan mu, Sayang!"


Baik Frans maupun Lisa, keduanya benar-benar tidak menyangka jika bayi mereka yang kini berusia dua bulan lebih bisa berubah menjadi ular. Setelah puas Xander memperlihatkan perubahan dirinya, bayi sakti itu pun berubah menjadi manusia kembali, perlahan bagian ekor ular berubah menjadi kaki bayi yang mungil. Dan itu membuat kedua orang tuanya tidak percaya, jika bayi mereka bisa berubah wujud menjadi ular.


"Mas! Anak kita!" Lisa dan Frans saling menatap, tiba-tiba terdengar suara dari arah bayi kecil mereka.


"Daddy dan Mommy jangan takut! Xander baik-baik saja, ini adalah kelebihan Xander. Xander bisa berubah menjadi ular kapan saja dan bisa menjadi manusia biasa sesuai keinginan Xander. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Xander akan melindungi Mommy dan Daddy dari orang-orang yang berniat jahat."


Keduanya benar-benar tidak percaya, bayi mereka bisa berbicara layaknya orang dewasa. Padahal usia nya masih belum genap tiga bulan.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2