Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
Dukun kentut


__ADS_3

"Suami Nyonya kenapa?" tanya Tata penasaran.


"Suamiku tiba-tiba jatuh pingsan saat bekerja, tidak ada yang tahu kenapa dia mendadak terjatuh. Suamiku tidak mempunyai riwayat penyakit tertentu, entahlah Aku juga tidak tahu kenapa, Aku harus segera ke sana." ucap Lisa yang tampak khawatir, sementara itu ular besar itu melepaskan lilitan nya dari tubuh Mayang saat mendengar sang Ibu yang akan pergi ke rumah sakit untuk melihat Frans, sang Ayah.


Mayang menghela nafasnya dalam-dalam setelah ular besar itu melepaskan tubuhnya, kemudian sang ular berkata, "Mommy! Aku akan ikut bersama Mommy untuk pergi ke rumah sakit, Xander merasa jika Daddy sedang membutuhkan Xander.


"Memangnya kenapa dengan Daddy mu Xander?" tanya Mayang penasaran. Ia takut jika sang Ayah berhasil mengirim teluh nya kepada Frans. Kemudian Xander menceritakan semuanya kepada Mayang tentang apa yang terjadi kepada Frans.


"Astaga! Semoga saja dugaanku salah, semoga ini bukan perbuatan Ayah, jika ini benar Ayah yang melakukannya, maka jiwa Tuan Frans dan Xander benar-benar terancam, Aku harus menggagalkan rencana Ayah, harus!" ungkap Mayang, tentu saja gadis itu merasa khawatir, karena Dewa memang datang ke kota untuk mendekati Frans dan Xander, agar teluh yang ia kirim semakin cepat sampai.


"Apa maksudmu dengan perbuatan Ayahmu, memang nya apa yang dilakukan oleh Ayahmu." Xander pun semakin penasaran dengan pengakuan Mayang.


"Ayahku adalah seorang paranormal, Ia mendapatkan tugas dari seseorang untuk mencelakakan kamu dan juga Tuan Frans, orang itu menginginkan Tuan Frans celaka, dan Aku merasa jika Ayah sudah berhasil melakukannya." ungkap Mayang penuh kekhawatiran.


"Apa? Ayahmu sudah mencoba mencelakai Daddy, ini tidak bisa Aku harus menghentikannya."

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya? Ayah tidak bisa dikalahkan, kamu jangan coba-coba mendekati Ayah, Aku takut Ayah akan membunuh mu Xander, dan Aku tidak mau itu terjadi, Aku tidak mau kamu meninggalkan ku." Mayang memeluk kembali ular itu.


"Jika Aku tidak menghentikan Ayahmu, lalu bagaimana Aku bisa menolong Daddy, Aku tidak perduli dengan diriku, yang paling penting adalah keselamatan Daddy, maafkan aku, Mayang!"


"Tidak Xander! Aku tidak mau, jangan mendekati Ayah, Aku tahu betul bagaimana sifat Ayah, jika dia tahu kalau kamu adalah siluman ular, Ayah tidak akan pernah melepaskan mu, dia pasti akan memburu mu. Percayalah padaku, Aku mohon jangan temui Ayah. Tolong! Berjanjilah." ucap Mayang dengan mata yang berkaca-kaca.


"Lalu bagaimana dengan nasib Daddy? Apa Aku harus diam saja? Itu tidak mungkin, kan?" sahut Xander.


"Aku sendiri yang akan menghentikan Ayah." sahut Mayang yang bertekad untuk menghentikan sang Ayah untuk mencelakai Frans dan Xander.


*


*


*

__ADS_1


Sementara itu, Dewa masih sibuk untuk mengirimkan teluh kepada Frans, tentu saja Frans tampak kesakitan yang luar biasa pada daerah perutnya. Frans bergulung-gulung dan tampak menjerit histeris. Pria itu tampak begitu tersiksa.


Namun, tiba-tiba saja Dewa merasa ingin buang air, Ia pun menghentikan ritualnya mengirim teluh kepada Frans. Dewa meletakkan kembali boneka santet yang Ia pegang. Setelah itu Dewa meminta izin kepada Pak Mintho untuk buang air.


"Loh! Kenapa berhenti, Pak?" tanya Pak mintho kepada Dewa.


"Aduhhh maaf, Pak!! Saya break dulu, perut Saya mulas-mulas dari tadi, saya mau ke kamar mandi sekarang." pamit Dewa sembari mendekap perutnya dan Ia sudah tak kuasa menahan rasa ingin buang air. Pak Mintho pun mengizinkan Dewa untuk pergi ke kamar mandi. Sementara itu Dewa yang sudah tidak kuat menahan rasa mulasnya, Ia tampak berlari kecil menuju ke kamar mandi, hingga tidak sadar Dewa pun kelepasan buang angin saat berlari, sehingga terdengar seperti suara dentuman keras yang tiba-tiba membuat siapa saja yang ada di ruangan itu kaget seketika.


Pak Mintho tidak menyangka jika sang dukun ternyata kentut nya terdengar sangat nyaring, dan suara kentut itu tak berhenti sampai di situ, kentut itu dibawa lari oleh Dewa hingga akhirnya sang dukun sampai di depan kamar mandi.


"Gila tuh dukun! kentut nya panjang sekali, mana bau banget lagi." umpat Pak Mintho sembari menutupi hidungnya dengan tangan.


...BERSAMBUNG...


...😁😁😁😁😁😁...

__ADS_1


__ADS_2