Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
Kedatangan Mayang


__ADS_3

Sementara itu, hari itu juga Mayang dan Tata segera pergi untuk bertemu dengan Xander, dengan bantuan Tata, Mayang bisa melacak alamat rumah pengusaha kaya raya yang bernama Frans Alvino, dengan penuh perjuangan, Mayang mencoba menerjang apapun yang menghalangi nya, sebagai seorang gadis, tentu saja perjalanan nya tidak semulus yang dibayangkan, Ia harus menghadapi beberapa orang tak dikenal yang mengganggu nya di jalan.


Tapi, Mayang bukanlah gadis lemah. Ia dengan mudah menghajar siapapun yang berani menghalangi jalannya untuk bertemu dengan Xander.


Sementara itu, Dewa pun mulai melakukan ritualnya, Ia pun mulai membaca mantra, sementara itu benda-benda yang diminta sebagai persyaratan pun sudah disediakan oleh Pak Mintho, benda-benda yang tergolong alat-alat pertukangan itu ditata berjajar layaknya orang yang sedang berjualan. Untuk sesaat seorang anak buah Pak Mintho membisikkan sesuatu pada telinga Pak Mintho.


"Bos! Dia itu sebenarnya dukun apa tukang bangunan sih, Bos! masa alat ritualnya berupa cangkul, palu, paku, obeng, tidak masuk akal sama sekali, Bos!" bisik sang anak buah.


Tiba-tiba saja terdengar suara Dewa menyahuti, "Heh ... kamu sudah meragukan kemampuan ku rupanya, kamu belum tahu bagaimana kekuatan seorang Dewa, Aku bisa saja membuat mu kehilangan suaramu sekarang juga, haaaa rasakan ini!" Dewa tampak memberikan sugesti kepada anak buah Pak Mintho yang sudah meragukan kemampuannya. Dan benar saja, anak buah Pak Mintho tiba-tiba bisu dan tidak bisa berbicara, Ia kesulitan untuk bersuara, da itu membuat Pak Mintho semakin yakin dengan kemampuan Dewa.


"Saya percaya dengan Anda, Pak Dewa, Saya sangat percaya, maafkan anak buah Saya, dia tidak tahu apa-apa, tolong jangan marah, Pak! Ampuni kami." ucap Pak Mintho ketakutan.


"Itu akibatnya jika tidak percaya dengan kekuatan yang saya miliki, jadi jangan mencoba macam-macam kepada Saya." seru Dewa dengan sombongnya.


"Iya iya, Pak! Kami sangat percaya. Silahkan dilanjutkan ritualnya!" titah Pak Mintho meminta agar Dewa segera melakukan ritualnya. Dewa kembali duduk bersila di depan bokor yang menyala, Ia mulai memejamkan matanya dan membaca mantra-mantra sakti yang ia kuasai dan Ia pelajari selama ini. Dengan memegang sebuah keris pusaka dan sebuah boneka santet, Dewa mulai membaca mantra.


"Hom wilaheng hom pimpa alaihom gambreng ... he setan tuyul setan alas setan gundul setan setan semua yang namanya setan ... hmmmmm muncullah!"


Tampaklah cahaya putih yang keluar dari keris itu, kemudian Dewa menusukkan nya pada tubuh boneka santet yang ia tujukan kepada Frans.


Dengan penuh konsentrasi Dewa mulai mengirimkan teluh itu kepada Frans yang saat ini sedang berada di luar kota, tentu saja Ia jauh dari pantauan sang putra, sehingga dengan mudah, teluh itu cepat sampai kepada Frans.


Frans yang saat itu sedang mengerjakan pekerjaan kantornya tiba-tiba saja Ia merasakan dadanya sakit yang luar biasa, Ia terlihat mendekap dada sebelah kiri, terasa seperti ada sesuatu yang menghujam begitu kuat.


"Arrrggghhhhh!" Frans tampak jatuh tersungkur di atas lantai, orang-orang sekitarnya mengangkat tubuh Frans dan segera memanggil ambulance. Sementara itu di rumah, Lisa tanpa sengaja menjatuhkan gelas yang berada di atas meja. Ia merasa perasaannya tidak enak.

__ADS_1


"Astaga! Apa yang terjadi, kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak begini." Lisa merasa sangat khawatir, entah kenapa tiba-tiba dirinya merasakan hal seperti itu, tidak biasanya Ia merasa begitu khawatir.


Xander yang saat itu tahu jika sang Ibu sedang mengalami masalah, Ia menghampiri Lisa dan menanyakan tentang apa yang terjadi.


"Ada apa Mommy? Kenapa Mommy tegang seperti itu?" tanya Xander yang masih dalam wujud ular.


"Mommy tidak tahu, Xander! Entah kenapa tiba-tiba perasan Mommy tidak enak begini. Apa jangan-jangan terjadi sesuatu pada Daddy mu?" baru saja Lisa menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba terdengar suara dering telepon yang berbunyi. Dengan cepat Lisa mengangkat telepon itu.


"Halo!"


"Maaf Nyonya! Ada berita buruk, Pak Frans Alvino jatuh tak sadarkan diri, keadaannya kritis, dan kami membawanya ke rumah sakit."


Seketika Lisa menjatuhkan telepon itu, air matanya tidak bisa dibendung lagi saat mendengar suaminya sedang kritis di rumah sakit.


"Mommy kenapa?" tanya Xander.


"Daddy kritis? Bagaimana bisa, Daddy tidak mempunyai penyakit apapun, bagaimana bisa Daddy pingsan?" ucap Xander curiga, Ia pun menyangka jika ada sesuatu yang tidak beres dengan Frans.


"Pasti ada sesuatu yang membuat Daddy seperti itu, Aku yakin Mommy! Pasti ada orang yang sengaja ingin mencelakai Daddy, Aku merasa ada aura aneh dan sangat negatif di rumah ini, mudah-mudahan Daddy tidak kenapa-kenapa, Xander belum bisa menolong Daddy untuk sekarang ini, Xander harus menunggu besok pagi setelah Xander berubah menjadi manusia." ucapnya dengan penuh penyesalan.


Sementara itu tiba-tiba seorang pelayan datang menemui Lisa dan memberi tahukan kepada Lisa jika ada dua orang gadis yang ingin bertemu dengan Xander.


"Permisi Nyonya! Diluar ada dua orang gadis yang ingin bertemu dengan Tuan muda, namanya Tata dan satunya lagi bernama Mayang!"


"Mayang?" seketika Lisa dan Xander terperanjat saat mendengar nama Mayang, gadis yang pernah Xander ceritakan kepada sang Ibu.

__ADS_1


"Aku akan menemui mereka." jawab Lisa.


Setelah pelayan itu pergi, Lisa pun menyuruh Xander untuk tetap tinggal di kamarnya, sementara dirinya yang akan menemui Mayang.


Setelah beberapa saat, Lisa keluar dan menemui kedua gadis itu, Mayang mencium tangan Lisa dan tersenyum melihat begitu cantiknya istri Frans Alvino, pantas saja Frans tergila-gila pada Lisa, kecantikan wajah Ibu Xander itu tidak lekang dimakan waktu. Tetap awet muda sama seperti saat masih gadis dulu.


"Kamu Mayang, bukan?" seru Lisa kepada Mayang, Lisa langsung mengetahui ciri-ciri Mayang berdasarkan cerita sang anak, sehingga Lisa dengan mudah menebak siapa yang Mayang siapa yang Tata.


"Iya, Nyonya! Saya Mayang!" jawabnya sembari terkejut.


"Benar rupanya, kamu gadis yang sangat cantik, itulah sebabnya kenapa putraku jatuh cinta kepada mu." ucap Lisa sembari mengusap lembut wajah Mayang.


"Putra Nyonya?"


"Iya, putraku. Tentu saja kamu sangat mengenalnya, itu dia!" tunjuk Lisa pada salah satu foto Xander yang terpampang di dinding. Untuk sesaat Mayang memperhatikan wajah Xander yang baru kali ini Ia lihat secara nyata. Ternyata pria itu lebih tampan dari yang Ia kira.


"Xander! Dia Xander?" Mayang seolah tak percaya jika pria dalam foto itu adalah Xander, pria siluman ular yang Ia temui di hutan.


"Iya, Mayang! Aku sudah tahu semuanya tentang hubungan kalian, Xander sudah cerita semuanya." ungkap Lisa kepada Mayang.


Lisa menceritakan semuanya kepada Mayang, bagaimana anaknya berubah menjadi ular di malam hari dan bagaimana caranya agar Xander bisa kembali menjadi manusia normal yaitu dengan meminum darah Mayang.


"Iya, Nyonya! Saya sudah tahu itu, jika darah Saya bisa menetralkan kutukan itu dari tubuh Xander, dan tujuan Saya kesini adalah untuk memberikan Xander obat penawar itu, Saya sudah iklhas memberikan darah Saya untuk Xander!" ucap Mayang serius.


Tiba-tiba saja terdengar suara seseorang dari dalam yang tak lain adalah suara Xander.

__ADS_1


"Tidak Mayang!"


...BERSAMBUNG...


__ADS_2