Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
Kaki tengah


__ADS_3

Karena Dewa berhenti menyerang Frans. Akhirnya Frans pun bangun dari sakitnya dan Ia tidak merasakan apa-apa, Ia pun begitu terkejut bagaimana bisa dirinya berada di rumah sakit. Frans beranjak pergi dari rumah sakit itu juga, karena Ia merasa sehat-sehat saja.


"Bos! Anda tidak apa-apa?" tanya Aris, sang asisten.


"Aku tidak apa-apa, bagaimana bisa kalian membawa ku ke rumah sakit, brengsek kalian! Aku ini masih sehat. Aku mau pulang, Aku di sini merasa tidak nyaman. Aris! Siapkan mobil sekarang juga!" titah Frans yang hari itu langsung memutuskan untuk pulang ke rumah.


Hari itu juga Frans menghubungi Lisa yang sangat khawatir dengan keadaan dirinya, Frans mendengar cerita dari sang asisten, jika dirinya tiba-tiba saja merasa kesakitan pada dadanya, padahal Frans sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit jantung.


Sementara itu di rumah, Lisa mendapat telepon dari sang Suami, Ia pun segera berbicara dengan Frans.


"Halo Mas! Kamu tidak apa-apa, kan? Aku sangat khawatir sekali dengan keadaan mu, kata Aris kamu sakit dan terjatuh di sana."


"Kamu tidak perlu khawatir, Aku baik-baik saja, Aku sehat dan tidak merasakan sakit apapun, sekarang Aku pulang, Aku masih khawatir dengan keadaan Xander, apa dia baik-baik saja?"


"Xander baik-baik saja, Mas! Bahkan sangat baik." mendengar pengakuan dari Lisa, seketika Frans mengerutkan keningnya.


"Apa dia sudah mau makan?" tanya Frans penasaran, karena semenjak Xander berpisah dengan Mayang, sang putra tidak mau memakan apapun.

__ADS_1


"Mas jangan khawatir, Xander sudah lahap makannya, karena dia sedang bersama Mayang."


Seketika Frans terperanjat saat mendengar ucapan sang istri jika di rumah ada Mayang, gadis penawar sang Anak.


"Mayang ada di rumah?" .


"Iya Mas! Dan kami sebentar lagi akan datang ke rumah sakit, jika kamu sekarang pulang, Aku bisa lega, akhirnya kamu tidak apa-apa, syukurlah!"


Setelah Lisa puas berbicara dengan suaminya, Ia pun menutup teleponnya dan berkata kepada sang putra, "Daddy akan pulang malam ini."


"Daddy pulang, Mommy? Bukannya Daddy sakit?" tanya Xander serius.


Mendengar ucapan dari Lisa, semuanya akhirnya lega, ternyata Frans baik-baik saja. Mayang pun sempat berpikir mungkin saja sang Ayah sudah mengurungkan niatnya untuk mencelakai Frans.


"Semoga Ayah benar-benar sadar, Aku berharap Ayah tidak melakukan hal itu lagi. Karena jika sampai Ayah menyakiti Ayah Xander atau Xander sendiri, maka Aku tidak akan memaafkan Ayah, Aku akan menyerahkan darahku pada Xander. Itu sudah janjiku!" batin Mayang.


Xander melihat Mayang yang sedang memikirkan sesuatu, ular itu pun merayap pada tubuh Mayang dan mengatakan sesuatu kepada Mayang.

__ADS_1


"Apa yang kamu pikirkan, May?"


"Xander! Aku nggak tahu kenapa Aku merasa ada sesuatu hal besar yang akan terjadi pada kita, Aku takut jika kita harus berpisah, Aku nggak mau." ucap Mayang yang merasa akan ada peristiwa yang besar menanti mereka berdua, entahlah apa itu pengaruh dari apa yang dilakukan Dewa kepada Frans.


"Jangan khawatir! Aku akan selalu bersamamu, sebentar lagi Daddy pulang. Aku akan memperkenalkan mu dengan Daddy dan Aku akan meminta Daddy untuk melamar dirimu dari kedua orang tua mu untuk menjadi istriku."


"Tapi, itu tidak mungkin Xander." balas Mayang yang ragu apakah mereka bisa menikah, mengingat sang Ayah adalah seorang dukun santet dan teluh.


"Kenapa tidak mungkin? Aku akan datang ke rumah orang tua mu dan melamar mu menjadi istri ku, apa karena Aku seekor ular di malam hari, sehingga kamu tidak bisa menikah dengan ku, meskipun Aku berwujud ular setiap malam, tapi di matamu, Aku tetap lah seorang Xander, pria normal. Yang memiliki dua tangan dan tiga kaki."


Seketika Mayang membulatkan matanya saat mendengar pengakuan dari Xander.


"Apa? Tiga kaki? Maksudnya?"


"Dua kaki normal, dan satu kaki tengah yang akan membuat mu kecanduan, May!." sejenak Mayang mengerutkan keningnya, berpikir kaki tengah itu sebelah mana, setelah sekian detik akhirnya Mayang baru menyadari apa yang dimaksud oleh Xander.


"Hmmm ... Xander! Kamu tuh ya!" Mayang tampak tersipu malu.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2