Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
Penjelasan Frans


__ADS_3

Sementara itu di dalam kamar, Xander masih memikirkan apakah dirinya akan tega meminum darah Mayang, Ia benar-benar tidak rela jika Mayang meninggalkan dirinya. Karena resiko jika Ia meminum darah gadis itu, maka nyawa Mayang jadi taruhannya.


"Aku tidak ingin kehilangan mu, May! Aku tidak mau, kamu harus tetap hidup." Xander menatap dirinya pada cermin, memandangi kesedihannya, sungguh kali ini dirinya dihadapkan pada situasi yang sulit.


Hingga akhirnya terdengar suara ketukan pintu dari luar, Xander membalikkan badan dan berjalan menuju ke pintu untuk membukakan siapa yang sedang datang ke kamar nya.


"Daddy! Daddy sudah pulang, syukurlah Daddy baik-baik saja." Xander memeluk Frans dengan senang.


"Iya, Daddy baik-baik saja. Kamu yang tidak baik-baik saja, apa yang kamu pikirkan?" seru Frans sembari memperhatikan sang putra yang benar-benar galau.


"Tidak ada, Daddy! Xander baik-baik saja." jawabnya mengelak.

__ADS_1


"Mayang, gadis itu. Daddy sudah melihatnya." seru Frans yang membuat Xander membalikkan badan.


"Iya Dadd! Mayang datang ke sini untuk mengorbankan dirinya untuk kita, tapi Aku tidak bisa Dadd, Aku tidak mau kehilangan cintaku, Aku rela menjadi siluman ular asalkan Mayang tetap hidup, melihatnya pergi untuk selamanya, mungkin Aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri, Aku pasti sangat berdosa telah membuatnya menderita, Aku tidak mau Dadd, tolong mengertilah!"


Mendengar ucapan dari sang anak, Frans mencoba terus meyakinkan Xander agar Ia mau melakukannya, dengan begitu kehidupan nya akan menjadi lebih baik, Ia akan beraktivitas seperti manusia normal, tanpa harus memakan daging mentah lagi, apalagi jika Xander memiliki anak, anaknya akan menjadi manusia normal jika dirinya mau meminum darah Mayang.


"Daddy mengerti! Sekarang pikirkanlah baik-baik, jika kamu tetap bersikeras untuk tetap pada pendirian mu, apa nanti kamu tidak memikirkan perasaan Mayang jika suatu hari nanti Ia melahirkan anakmu, bayi itu tidak akan terlahir sebagai manusia, tapi sebagai ular. Kamu mau membuat perasaan Mayang hancur, tidak kan? Sekarang Daddy cuma bilang satu hal, Mayang sudah ikhlas untuk membantu mu keluar dari kutukan ular, seharusnya kamu bersyukur, Daddy yakin Mayang pasti akan selamat, asalkan kamu bisa mengerti trik nya agar Mayang masih bisa bertahan."


Frans tersenyum dan menepuk pundak sang anak. "Kamu pasti bisa, ambil darahnya saat gadis itu sedang mencapai puncak, dengan begitu dia tidak akan merasakan kesakitan saat kamu menghisap darahnya, Daddy yakin Mayang pasti bisa bertahan." mendengar ucapan dari sang Ayah, untuk sejenak Xander tersenyum, ternyata tidak sesulit yang Ia bayangkan.


"Itu saja Dadd!" balas Xander sumringah.

__ADS_1


"Iya ... meskipun begitu kamu tidak boleh rakus dan ceroboh, setelah kamu hisap darah nya, kamu harus cepat-cepat menjauhi nya, jangan lanjutkan meskipun kamu belum mencapai puncak. Kamu mengerti!"


"Hah ... ya Daddy! Nggak enak dong, nggantung lah Dadd." protes Xander.


"Kamu mau dia selamat apa nggak? Berkorban dulu, toh nanti kamu bisa puas-puaskan kalau dia sudah sadar, jangan serakah. Mayang sudah berkorban untuk mu, kamu juga harus mengorbankan ular mu agar bisa bersabar. Faham!" seru Frans serius.


"Faham Dadd!"


Xander menghela nafas panjang dan dia harus bersiap di gantung sampai akhirnya Mayang tersadar setelah melewati saat-saat Xander meminum darahnya. Setidaknya penjelasan dari Frans membuat Xander bersedia untuk meminum darah Mayang.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2