Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
Tato ular


__ADS_3

"Em ... sebenarnya kamu siapa? Dan kenapa kamu bisa mendapatkan luka itu?" tanya Mayang memberanikan dirinya, karena luka Xander terlihat cukup dalam, sehingga darah yang dikeluarkan oleh Xander juga cukup banyak.


"Aku Xander, Aku tersesat di hutan ini saat Aku dan beberapa temanku sedang traveling naik motor, Aku terjebak dan kedua temanku sudah pergi. Tahu sendiri hutan ini seolah mempunyai cerita magis yang sangat kuat, kita tidak akan bisa keluar dari hutan ini setelah matahari tenggelam. Kemudian Aku bertemu denganmu, setelah itu ada hewan buas yang tiba-tiba menyerang ku, karena keadaan yang sudah gelap, dan Aku tidak bisa menghindarinya, Aku berusaha untuk melawan, tapi dia dengan cepat berhasil melukai ku. Untung saja Aku bisa mengusirnya dan hewan itu pergi. Dan kamu siapa? Kamu berasal dari kota mana? Kenapa kamu bisa berkendara di dalam hutan ini?" Xander pun balik bertanya.


"Aku Mayang! Tadi Aku baru pulang dari rumah teman ku, dan Aku biasa lewat di daerah ini, karena rumahku ada disekitar hutan ini. Aku nggak tahu kenapa tiba-tiba saja mobilku nabrak, dan akhirnya kita bertemu." ungkap Mayang.


"Itu berarti, kamu penduduk asli sini?" tanya Xander.


"Iya!" jawab Mayang singkat.


"Ahhkkkk ...!" rintih Xander yang masih merasakan perih pada luka di perutnya. Melihat itu Mayang pun merasa iba, Ia pun berniat untuk membantu mengobati luka Xander.


"Sini coba kulihat!" Mayang meminta Xander untuk menunjukkan luka yang ada pada perutnya dan sedikit pada punggungnya.


"Ta-tapi."


"Aku cuma mau lihat, jangan khawatir Aku tidak akan macam-macam. Aku cuma mau menolong mu." ucap Mayang.


Akhirnya, Xander pun membuka jaket dan kaosnya, sekilas tubuh tegap menantang itu terpampang jelas di depan Mayang, tak dipungkiri kegagahan tubuh Xander membuat Mayang terlihat salah tingkah. Apalagi terdapat tato ular yang berada pada punggung Xander, membuat Mayang kian terpesona akan kegagahan Xander.


"Ck ... kenapa Aku suka dengan tato di punggung nya? Tunggu, tato itu sama persis dengan ular yang Aku tolong tadi, benar-benar sangat mirip." batin Mayang yang merasa jika tato ular pada punggung Xander sangat mirip dengan ular yang Ia temui tadi.


Setelah Xander melepaskan bajunya, Mayang pun segera melihat luka yang ada pada perut Xander, Mayang melihat sebuah kain yang menempel pada luka itu, dan anehnya kain itu adalah kain yang sama dengan robekan bajunya saat Ia menolong ular yang terluka itu.

__ADS_1


"Bukankah ini kain yang aku robek untuk menutupi luka ular besar itu? Bagaimana bisa kain ini berada pada tubuh Xander? Aneh!" batin Mayang sembari berpikir jika itu adalah sobekan kain miliknya.


Mayang kemudian bertanya kepada Xander. "Xander, bagaimana bisa ada kain ini pada lukamu? Apa sebelumnya sudah ada yang pernah menolong mu?"


Xander menggelengkan kepalanya dan berusaha menutupinya, jika kain itu Ia sendiri yang menutupkan nya pada luka di perutnya.


"Iya! Tadi Aku sempat merobek bajuku dan Aku tutupi sendiri luka ini, tapi rupanya darahnya belum bisa berhenti." ucap Xander berbohong.


"Oh ya! Kamu tidak membohongiku, kan?" seru Mayang yang membuat Xander gugup.


"Iya, tentu saja Aku tidak berbohong. Memangnya kenapa? Tiba-tiba kamu menanyakan hal itu?" Xander balik bertanya.


"Nggak sih, aneh aja. Tadi sebelum kita bertemu. Aku sempat diserang oleh harimau kumbang, dan ada seekor ular besar yang tiba-tiba saja datang dan menyerang harimau kumbang itu, kedua hewan itu terlibat perkelahian, hingga akhirnya ular itu berhasil membunuh harimau itu, itu benar-benar membuatku takut, dan setelah harimau itu mati, ular itu tampak terluka, Aku berusaha untuk mendekatinya. Dan Aku lihat ada luka gigitan pada tubuhnya, kasihan sekali! Karena Aku tak tega, Aku pun berusaha menolongnya dengan membalut luka di tubuhnya dengan kain yang Aku sobek dari bajuku. Dan kain itu persis sekali dengan baju ku, coba lihat!" Mayang kemudian menunjukkan bajunya yang sudah Ia robek dan mencocokkan nya dengan kain yang ada pada tubuh Xander.


"Tunggu! Aku baru ingat, oh tidak mungkin, semoga dugaan ku ini salah." Mayang pun mulai panik dan dirinya curiga jika Xander adalah siluman ular yang menurut cerita, ular itu masih ada dan bisa berubah wujud seperti manusia. Apalagi ada tanda tato bergambar ular yang ada pada punggung Xander. Sangat membuktikan jika Xander ada hubungannya dengan ular yang Mayang tolong.


"Ada apa? Kenapa kamu panik seperti itu?" tanya Xander yang melihat Mayang yang tampak panik dan ketakutan, jika saja Xander benar-benar siluman ular.


"Katakan padaku! Siapa sebenarnya kamu?"


"A-aku Xander, apa kamu sudah lupa dengan namaku, May?" jawab Xander.


"Bukan! Kamu bukan Xander, ka-kamu siluman ular, iya kan?" seketika Xander terlihat serius saat Mayang menyebutnya siluman ular, mata Xander akan berubah menjadi berwarna emas dan seperti mengeluarkan cahaya saat ada orang yang menyebutnya dengan siluman ular.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


*


*


*


...Sambil menunggu author update bab berikutnya mampir dulu ke karya punya kak Khusayni yang berjudul SYSTEM VILLAIN...


Seorang putra baron yang dianggap sampah kini dikirim ke sebuah desa yang tengah dilanda oleh para bandit.


Pemuda ini terluka, ia menggertakkan giginya karena tujuan dirinya sama sekali belum tercapai, akan tetapi ia meninggal terlebih dahulu.


Kematian pemuda itu mendatangkan satu jiwa yang melayang. Jiwa itu ialah orang yang berasal dari bumi tahun 2983.


Dua jiwa bergabung menjadi satu, keinginan dan tekad saling terjalin.


Satu tujuan yang harus mereka capai, yaitu ialah...


Menghancurkan Dunia


__ADS_1


__ADS_2