
"Baiklah, Daddy mau keluar dulu, biarkan Mayang istirahat, jika kamu sudah benar-benar siap, kamu bisa mengatakannya kepada Mayang. Tapi, tetap ingat kamu harus bisa mengendalikan dirimu dengan baik, jangan kebablasan, karena jika terlalu keasyikan kamu bisa lupa dengan tujuan utama mu, maka ritual itu pun akan gagal, kamu bisa membunuh Mayang." Frans terus mewanti-wanti kepada anaknya untuk bisa fokus pada tujuan utama nya yaitu meminum darah Mayang.
"Iya Dadd! Xander mengerti. Semoga saja Aku bisa menahannya dan bersabar, meskipun sebenarnya sangat menyiksa." balas Xander sembari menghela nafasnya.
Akhirnya Frans keluar dari kamar Xander, Xander pun menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan Mayang, karena pastinya Xander akan berusaha untuk memberanikan diri untuk meminum darah Mayang.
"Semoga saja Aku bisa menguasai diriku, Aku ingin hidup bahagia bersama Mayang untuk selamanya setelah kutukan ini berakhir."
*
*
*
Sementara itu, Seharian penuh setelah beristirahat. Ia pun membuka matanya , Mayang berada dalam sebuah kamar yang khusus diperuntukkan untuk dirinya, sebuah kamar yang luas dengan hiasan bunga-bunga disekelilingnya, layaknya kamar pengantin, Mayang sudah memantapkan hatinya dan memutuskan untuk tetap membantu Xander lepas dari kutukannya.
Kamar itu berhadapan dengan kamar Xander, Mayang melihat Xander yang sedang berdiri di balkon kamarnya sembari menatap ke arah Mayang. Xander tersenyum dengan bola mata yang terus menatap wajah Mayang.
Tentu saja Mayang dibuat tersipu malu, Ia pun membalikkan badannya dengan tersenyum malu-malu. Dan setelah beberapa saat, kemudian Mayang kembali membalikkan badannya kearah Xander. Namun sayang, rupanya Xander sudah tidak ada lagi di sana, Mayang pun memperhatikan sekeliling kemana Xander pergi.
"Kemana dia?" tanyanya pada diri sendiri.
"Hmm mungkin dia sudah masuk ke kamar, ya sudah. Matahari sudah mulai terbenam, lalu kapan Xander akan melakukannya, lebih baik aku yang datang ke kamar nya, sebelum matahari benar-benar terbenam. Jika tidak secepatnya, maka Ayah akan melanjutkan ritualnya kembali dan Aku sangat yakin Ayah pasti berhasil membunuh Pak Frans dan Xander, Aku tidak mau." Mayang mulai membalikkan badannya untuk masuk ke dalam kamar dan mencari Xander. Ternyata langkah Mayang terhenti karena Xander kini berada tepat di depan nya. Tentu saja Ia sangat terkejut melihat kedatangan Xander yang tiba-tiba.
"Xander! Kamu ada di sini? Ta-tapi bagaimana bisa? Bukannya kamu tadi ada di kamarmu?" tanya Mayang dengan jantung yang mulai berdetak kencang.
__ADS_1
Xander hanya diam menatap wajah Mayang, sungguh sejatinya Xander tidak tega melakukan hal itu, Ia terlalu mencintai Mayang, sesekali Xander menghela nafas dalam-dalam untuk membuat dirinya tidak terlalu tegang.
Hari pun semakin gelap, waktu senja semakin menghilang, matahari mulai membenamkan wajahnya untuk beristirahat, Mayang pun mulai merasa jika saat ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan darahnya kepada Xander.
Sementara di tempat lain, Dewa memulai ritualnya kembali, semua perlengkapan perdukunan nya sudah siap, dirinya mulai duduk bersila dan bersiap untuk membaca mantra-mantra saktinya.
Sedangkan di sisi lain, Mayang segera meminta Xander untuk segera melakukannya, karena waktu mereka sangat terbatas mengingat matahari sudah terbenam di ufuk barat.
"Cepat lakukan Xander! Lakukan sekarang! Matahari sudah terbenam, Ayah pasti sudah bersiap untuk mengirimkan teluh nya, apalagi yang kamu pikirkan, cepatlah!" ucap Mayang yang meminta Xander untuk segera mengambil darahnya. Tapi, Xander tetap tidak mau menyentuh Mayang. Ia masih berdiam diri di tempatnya. Sementara itu Mayang yang sudah sangat khawatir, Ia pun segera mempercepat agar Xander segera melakukannya. Mayang melepaskan pakaian nya satu persatu dan itu membuat Xander mulai panik.
"Mayang! Apa yang kamu lakukan?"
"Tidak ada pilihan lain, Xander! Demi kamu Aku rela melakukannya, lakukanlah! Biar semua ini berakhir."
"Mayang jangan mendekat!"
Mayang tidak memperdulikan ucapan Xander, yang ada dalam pikiran nya hanya bisa menyelamatkan semuanya, Xander, Frans dan tentu saja sang Ayah.
Mayang semakin mendekati Xander dan melingkarkan tangannya pada leher Xander, namun dalam kondisi yang sudah mulai gelap, tubuh Xander perlahan berubah menjadi ular, kulit nya mulai bersisik dan dalam sekejap Ia pun kembali menjadi seekor ular. Mayang tidak berhenti sampai di situ, Ia tahu jika Xander telah berubah menjadi ular. Ia pun tetap membuat Xander agar meminum darahnya.
Dalam kondisi tubuh yang sudah berubah menjadi ular, Xander melingkarkan tubuh besarnya pada Mayang, sehingga menutupi seluruh tubuh Mayang tanpa terkecuali. Seperti yang pernah Lisa katakan, jika sebenarnya mereka berdua sedang bercinta meski pun Xander dalam kondisi seperti itu. tapi saat Xander sudah menutupi tubuh Mayang seluruh nya, itu berarti mereka berdua telah bersatu dalam raga.
Terdengar suara rintihan kecil dari bibir Mayang, entahlah apa yang sedang Xander lakukan saat itu, yang jelas Mayang terdengar mendesaah dengan suaranya yang merdu.
"Xander ... oh Xander ...!"
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Dewa mulai membaca mantra ajaibnya dan cahaya teluh itu pun mulai terbang melayang menuju ke sasaran yaitu Frans dan Xander. Di saat yang bersamaan baik Mayang maupun Xander tengah berjuang untuk melepaskan kutukan itu. Hingga akhirnya Mayang merasa jika dirinya akan mencapai puncak, Xander pun mulai membuka mulutnya dan bersiap menggigit leher Mayang agar dirinya bisa menyesap darah Mayang dengan mudah.
"Xander ... Aku ... ah aku nggak tahan lagi!"
"Keluarkan, Mayang!"
Mayang menjerit Tatkala secara bersamaan dirinya merasakan nikmat luar biasa sekaligus rasa sakit saat Xander menyesap darah dari tubuhnya.
Di saat yang bersamaan, teluh itu mulai mendekati Frans dan berusaha untuk masuk ke dalam tubuh Frans. Namun, tiba-tiba saja cahaya teluh itu kembali dan menjauhi Frans, entah kenapa cahaya itu tiba-tiba melayang kembali ke udara dan menghampiri sang pemiliknya, yaitu Dewa yang sedang duduk bersila membaca mantra-mantra sakti.
Pak Mintho terkejut saat melihat cahaya yang datang menghampiri mereka, seolah-olah cahaya itu sedang menyerang mereka.
"Pak Dewa, apa itu?"
Seketika Dewa membuka matanya dan melihat bahwa teluh kirimannya kembali pulang dan balik menyerang kepada nya. Tentu saja Dewa sangat panik dan Ia pun tidak bisa menghentikan teluh itu. Akhirnya Dewa sendiri yang terkena teluh yang Ia kirimkan kepada Frans.
Dewa menjerit dan tampak kesakitan, pria itu tak sadarkan diri. Sementara di tempat lain, setelah Xander menghisap darah Mayang, Ia pun segera menjauhi gadis itu, Mayang terlihat tak sadarkan diri, antara kasihan dan rasa yang belum tuntas, Xander panik melihat Mayang yang belum membuka matanya.
Ajaib, setelah Xander meminum darah Mayang, perlahan kulit tubuhnya yang berupa sisik-sisik ular perlahan menghilang, hingga akhirnya Xander benar-benar terlepas dari kutukan itu. Ia sudah berubah pulih menjadi manusia biasa.
"Tubuhku? Aku ... Aku sudah menjadi manusia biasa?" Xander memperhatikan dirinya yang kini menjadi manusia biasa. Setelah itu Ia menghampiri Mayang yang masih berada di atas ranjang, Xander menutupi tubuh Mayang dengan selimut, tampak jelas bekas gigitan Xander pada leher Mayang.
"Mayang! Bangunlah! Aku mohon, maafkan aku, ayo Mayang bangunlah! Bangunlah!" rengek Xander sembari memeluk tubuh gadis itu.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1