
Sementara di suatu tempat, Xander bersama beberapa temannya sedang melakukan traveling dengan motor sport mereka, Xander memiliki hobi yang cukup menantang, dia suka berkendara di medan yang berat dan terjal. Ia bersama dua orang temannya sedang beradu mekanik. Kecepatan Xander dalam berkendara patut diacungi jempol, Ia tidak pernah kalah dalam pertandingan, dirinya selalu menjadi pemenang pertama dan dari pesona nya itu banyak gadis-gadis yang mendambakan seorang Xander, putra dari pasangan Frans Alvino dan Lisa.
Motor Xander berhenti di sebuah jalan, rupanya Ia kehilangan teman-temannya, Ia pun menunggu motor temannya yang masih jauh tertinggal di belakang.
"Sialan! Lama sekali mereka, kayak siput aja." umpat Xander sembari dirinya melepaskan helm dan duduk di atas sepeda motornya. Cukup lama Xander menunggu kedatangan dua orang temannya. Namun, mereka tak kunjung datang. Akhirnya Xander memutuskan untuk kembali pulang.
Sementara Itu kedua teman Xander tampak seperti orang kebingungan, mereka seolah tidak tahu arah jalan. Tom dan Jerry, kedua teman Xander yang rupanya sedang tersesat. Mereka benar-benar tidak tahu arah, seolah-olah mereka sengaja dibuat bingung agar tidak bisa keluar dari kawasan hutan itu.
"Eh kita ada dimana nih? Kita sudah kehilangan jejak Xander," ucap Tom yang melihat ke sekitarnya menampakkan kabut asap yang tebal.
"Kayaknya kita tersesat ding! Waduh berarti mitos itu benar tentang kawasan hutan ini." sahut Jerry yang mulai takut.
"Mitos apaan? Nggak usah bahas tahayul deh kamu." seru Tom yang masih tak percaya dengan adanya mitos, jika mereka memasuki kawasan hutan tersebut dengan jumlah ganjil. Maka mereka pasti akan terpisah dan kemungkinan tidak bisa bertemu kembali.
Antara percaya atau tidak, ketiga cowok itu datang bersama tapi kenapa salah satu diantara mereka pergi begitu saja dan mereka tidak mengetahui dimana salah satu teman mereka tidak ada.
Sejenak Xander mencoba mencari keberadaan kedua temannya, Ia sedikit agak ganjil dengan suasana dalam hutan yang konon itu adalah kekuasaan seorang dukun terkenal, dukun yang memiliki kekuatan magis yang luar biasa dan belum ada yang bisa mengalahkannya.
Sekilas bayangan kedua temannya sedang meminta pertolongan, Xander melihat bayangan itu saat dirinya tengah memejamkan mata.
"Tom, Jerry! Kalian berdua berada di suatu tempat yang salah. Aku harus mencari keberadaan kalian." saat itu juga, Xander segera pergi mencari keberadaan kedua orang temannya. Dalam hutan yang cukup luas itu, Xander mencium aroma kedua temannya, dimana Xander memiliki kelebihan untuk mencium aroma tubuh dari orang-orang yang Ia kenal saat mereka terpisah.
__ADS_1
Xander melihat sebuah tempat yang penuh dengan asap tebal, Ia mencoba untuk masuk ke tempat itu. Dan ternyata benar Xander melihat dua orang temannya sedang kebingungan untuk mencari jalan keluar.
"Tom, Jerry! Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya Xander kepada kedua pemuda yang terlihat bahagia melihat Xander bersama mereka.
"Xander! Akhirnya kamu datang juga, kami sangat kebingungan untuk keluar dari tempat ini, apa ini semacam jebakan? Sepertinya kita sengaja di sesatkan oleh kekuatan yang menguasai hutan ini." jelas Tom yang mulai curiga.
Xander hanya terdiam, karena sejatinya apa yang dikatakan oleh Tom itu memang benar. Xander mencium sebuah kekuatan negatif yang sengaja membuat mereka terpisah.
"Ya sudah! Ayo kita pulang. Sebentar lagi gelap, jika kita masih berada dalam kawasan ini sampai petang, maka kita tidak akan bisa pulang." ucap Xander yang membuat kedua temannya cepat-cepat mempersiapkan diri untuk segera pergi dari hutan tersebut.
Akhirnya mereka bertiga pergi juga meninggalkan hutan tersebut, Tom dan Jerry melajukan motornya secepat mungkin, sementara Xander tiba-tiba saja ban motor milik nya kempis tanpa sebab. Padahal untuk motor sport yang Ia tumpangi sangat tidak mungkin tiba-tiba mengalami ban bocor, tentu nya motor tersebut sudah di modifikasi agar tidak mudah kempis sembarangan. Tapi, entah kenapa tiba-tiba saja motor Xander mengalami hal seperti itu, dan itu memaksa Xander untuk berhenti.
"Sialan! Pakai kempes lagi. Di tempat seperti ini mana ada bengkel." ucapnya sembari melihat sekeliling yang hanya sebuah jalan raya yang ditumbuhi pepohonan besar.
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, akhirnya Mayang berpamitan kepada Tata untuk segera pulang, mengingat hari semakin petang, Mayang memperkirakan dirinya akan tiba di rumah sekitar setengah jam sebelum jam enam. Dan itu tidak akan membuat kedua orang tuanya marah.
"Oke Ta! Aku pulang dulu. Untuk informasi selanjutnya, nanti kita coba survei di kuil dimana tempat patung ular keramat itu, mungkin di sana ada juru kunci yang bisa menjawab pertanyaan kita." seru Mayang.
"Ide bagus tuh, bener banget kita akan datang ke kuil itu, ya udah kamu hati-hati di jalan." balas Tata sembari mencium pipi sang sahabat.
"Bye!"
__ADS_1
Akhirnya Mayang pulang dengan mengendarai mobilnya, Ia pun melajukan mobilnya dengan cepat. Keburu waktunya matahari tenggelam. Sang Ayah pasti sangat marah jika tahu dirinya pergi tanpa ada pengawal.
Mobil Mayang mulai masuk ke dalam kawasan hutan, jalan menuju ke rumahnya. Ia pun sedikit mempercepat laju kendaraannya agar dirinya segera sampai di rumah tepat waktu.
Namun, tiba-tiba mobil yang dikendarai Mayang mengalami slip karena jalanan yang licin akibat hujan rintik-rintik yang mengguyur kawasan tersebut. Mayang kurang bisa menguasai mobilnya, hingga akhirnya mobil Mayang oleng dan menabrak sebuah pohon besar di sepanjang jalan.
"Aaaaaa."
Mayang berteriak sangat keras hingga suara itu terdengar di telinga Xander, Xander segera mencari sumber suara yang langsung membuat nalurinya sebagai siluman ular mulai bangkit.
"Suara siapa itu?"
Sementara itu mobil Mayang berhenti dengan posisi menabrak sebuah pohon, sedangkan Mayang terlihat menelungkup kan wajahnya pada setir mobil, gadis itu rupanya tak sadarkan diri.
Tiba-tiba saja pintu mobil terbuka dan seseorang mengeluarkan Mayang dari mobil naas tersebut. Mayang mengalami luka kecil di dahinya yang menyebabkan darahnya sedikit keluar.
"Aroma darah ini!"
Kata itu keluar dari bibir seseorang yang sedang membawa tubuh Mayang.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1