
Mayang berjalan pelan menuju ke rumahnya, sementara di dalam rumah itu, keadaan sangat panas, kemarahan Dewa memporak-porandakan keadaan rumah, pria yang seusia dengan Frans itu begitu marah saat mendengar anak gadisnya belum pulang dan Ia tidak bisa mengetahui keberadaan Mayang. Hingga akhirnya salah seorang anak buahnya datang mengatakan jika Mayang ada di depan rumah.
"Maaf Tuan! Ada kabar gembira, Ndoro putri Mayang sudah pulang Tuan!" mendengar ucapan anak buahnya, Dewa pun segera keluar melihat sang anak yang katanya sudah berada di depan rumah.
Seketika Mayang sangat takut sekaligus gugup ketika melihat wajah sang Ayah yang terlihat murka. Dewa segera menarik tangan Mayang dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Ayah ... jangan Ayah! Sakit Yah!" pekik Mayang saat tangannya ditarik kuat oleh Dewa. Sementara itu sang Ibu, Roro Bening begitu kasihan melihat putrinya diperlakukan seperti itu, meskipun itu adalah suaminya sendiri.
"Suamiku! Aku mohon jangan kasar dengan Mayang, dia putri kita, maafkanlah dia!" rengek si istri yang tidak dipedulikan oleh Dewa.
"Anak ini sudah berani melawan perintah ku, dia harus mendapatkan hukumannya, dia akan Aku kurung selama satu bulan dan tidak boleh keluar rumah, Ayah tidak mau kamu membuat ku kehilangan kekuatan Ayah, bertahun-tahun Aku susah payah mendapatkan kekuatan ini, bagaimana jadinya jika kamu bertemu dengan siluman ular itu dan dia mengambil darahmu, maka kekuatan Ayah akan hilang total. Mengerti kamu! Lagipula darimana saja kamu, bagaimana bisa kamu pulang semalam ini, Ayah sudah bilang kan jangan pulang sebelum jam enam petang, tapi kenapa sekarang baru pulang?"
Dewa tampak melototkan matanya, membuat Mayang menyembunyikan wajahnya pada sang Ibu, sementara itu Roro Bening terus berusaha untuk membela sang putri.
"Sudahlah suamiku! Biarkan dia istirahat dulu, apa kamu tidak lihat dia sangat kelelahan, pasti dia berjuang keras untuk menuju ke rumah, setelah Mayang beristirahat, kamu bisa menanyakan hal itu kembali, dia bukan hanya putrimu saja, tapi dia juga putriku, dan Aku berhak untuk melindungi putriku." seru Roro Bening sembari mendekap sang anak.
"Haaaa ... bawa dia pergi! Dan bilang padanya, jangan pernah berharap untuk keluar rumah, mulai sekarang Aku tidak akan membiarkan anak itu keluar dari rumah ini, jika itu terjadi lagi, maka Aku tidak segan-segan untuk mengurung mu di ruang bawah tanah."
Setelah mengatakan hal itu, Dewa pun segera pergi meninggalkan Mayang beserta Roro Bening, setelah itu sang Ibu membawa Mayang ke dalam kamarnya.
Sesampainya di dalam kamar, Roro Bening menanyakan perihal kepergian Mayang, bagaimana bisa sang putri pulang terlambat, padahal dirinya sudah mewanti-wanti agar Mayang tidak pulang sebelum petang tiba.
"Kamu darimana saja, Nak? Kenapa baru pulang, kamu lihat sekarang jam sepuluh malam, kamu tahu Ayahmu sampai marah seperti itu, dan Ibu juga sangat khawatir sekali dengan keadaan mu." seru Roro Bening sembari melihat keadaan Mayang yang terlihat berantakan dengan luka kecil di kepalanya.
"Maafkan Mayang, Bu! Tadi mobil Mayang menabrak sebuah pohon, karena jalanan licin terkena hujan, dan Mayang terpaksa pulang dengan berjalan kaki, maka dari itu Mayang pulang terlambat." ucapnya berbohong.
__ADS_1
"Astaga! Kamu menabrak sebuah pohon? Tapi, kamu tidak apa-apa, kan? Kamu terluka, Mayang!" ucap sang Ibu yang melihat luka pada kening Mayang yang sudah mengering.
"Mayang tidak apa-apa, Bu! Luka ini tidak terlalu serius kok, lagipula sudah kering." jawabnya santai untuk menenangkan hati Ibunya.
"Syukurlah! Apa kamu tidak menemuinya kejadian-kejadian aneh di sana, kamu tidak bertemu dengan hewan buas? Ibu takut sekali jika kamu sampai bertemu dengan binatang-binatang itu atau siluman ular yang sangat ditakuti oleh Ayahmu, kamu tahu itu kan, Mayang?"
Mayang menundukkan wajahnya, Ia tidak mungkin bercerita jika dirinya bertemu dengan Xander yang merupakan jelmaan ular besar itu, apalagi bercerita tentang hubungannya dengan Xander.
"Ibu jangan khawatir! Mayang tidak bertemu siapapun atau siluman ular itu, Mayang baik-baik saja. Baiklah Bu! Mayang mau mandi dulu, badan Mayang rasanya lengket semua." ucap Mayang sembari menggerakkan badannya.
"Baiklah! kamu mandi dan Ibu akan menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar mu, kalau begitu Ibu keluar dulu." pamit Roro Bening sembari beranjak pergi meninggalkan Mayang.
Setelah Roro Bening keluar dari kamarnya, Mayang pun segera masuk ke dalam kamar mandi, Ia mulai melepas seluruh pakaiannya, sejenak bayangan Xander tiba-tiba melintas dalam pikirannya, semua yang dilakukan oleh Xander tidak bisa dilupakan begitu saja, Mayang pun tidak habis pikir, bagaimana bisa dirinya begitu mudah menyerahkan dirinya kepada pria yang baru saja ia kenal.
Mayang pun merasa tidak rela jika sang Ayah membunuh Xander jika tahu yang sebenarnya, entah kenapa tiba-tiba dirinya merasa iba dan mulai memikirkan hubungan satu malam itu. Sentuhan Xander, semua yang dilakukan oleh Xander membuat pikiran Mayang tak bisa teralihkan dari pria itu.
"Xander Xander Xander ... kenapa kamu tidak bisa pergi dari pikiranku, kenapa???"
Sementara di tempat lain, Xander yang juga sudah pulang ke rumahnya, Ia tampak menatap cermin dan melihat bayangan dirinya, sekilas wajah Mayang terlintas dan tengah tersenyum padanya.
"Mayang! Kau adalah milikku, sampai kapanpun Aku tidak akan pernah melepaskan mu, Aku akan mendapatkan mu." ucap pria itu dengan tatapan matanya yang tajam.
Alexandre Alvino, putra Frans dan Lisa, pria yang memiliki kekuatan siluman ular dari sang Ayah, memaksa Xander untuk mencari gadis penawar dirinya dengan meminum darah gadis itu.
__ADS_1
Mayangsari, putri Dewa dan Roro Bening, gadis cantik yang menjadi penawar kutukan Xander dan juga cinta pertama Xander.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
*
...Sambil menunggu author update bab berikutnya mampir dulu ke karya punya kak Biggest yang berjudul DOCTOR GHOST...
Haura mengalami kecelakaan didepan rumah sakit tempat ia bekerja.
Ketika dia tidak sadarkan diri, di dalam alam bawah sadarnya, ia bertemu sosok pria yang menawarkannya sebuah bantuan, agar Haura bisa menjadi dokter yang sesungguhnya.
Haura melakukan perjanjian dengan arwah seorang dokter, namun sebelum perjanjian itu dibuat, arwah dokter itu memberikan beberapa syarat kepada Haura.
Apakah syarat itu dan setujukah Haura dengan syarat yang diajukan kepadanya?
__ADS_1