
Xander kemudian membersihkan bekas noda darah yang ada pada leher Mayang akibat gigitannya, setelah itu Ia memberikan obat pada luka itu, dengan menahan iba sekaligus senang, karena dirinya kini sudah menjadi manusia seutuhnya, Xander tak henti-hentinya menitikkan air matanya, Ia berharap Mayang segera sadar.
"Bukalah matamu, May! Aku mohon! Jangan tinggalkan aku!" Xander terus memeluk gadis itu, hingga akhirnya perlahan ujung jari Mayang mulai bergerak sedikit demi sedikit. Dan tak berselang lama, kedua mata Mayang mulai terbuka. Ia melihat Xander yang tengah memeluknya dengan menangis sesenggukan.
"Xander!!!"
Seketika Xander sangat terkejut saat mendengar suara Mayang yang memanggil namanya, spontan Ia menatap wajah sang kekasih yang mulai membuka kedua matanya.
"Mayang! Kamu sudah sadar, syukurlah! Aku sangat mengkhawatirkan mu, akhirnya kamu sadar juga May!" Xander mengusap lembut wajah sang kekasih dan sesekali mencium keningnya.
"Xander, kamu sudah berubah menjadi manusia?" Mayang terkejut melihat perubahan pada Xander, seharusnya Xander masih menjadi seekor ular, tapi sekarang Xander sudah berubah menjadi manusia normal.
"Aku sudah sembuh, Aku sudah terbebas dari kutukan itu, terima kasih banyak May! Kamu rela mengorbankan semuanya untukmu, setelah ini aku akan menikahi mu, kita akan hidup bahagia selamanya, kita akan menikah secepatnya, Aku tidak mau menundanya lagi, rasanya sakit, May!" rengek Xander yang pastinya Ia masih tersiksa lantaran belum bisa menuntaskan pekerjaannya yang berhenti di tengah jalan karena harus segera menjauhi Mayang.
Mayang tersenyum, akhirnya semua telah berlalu. Sepintas Ia teringat akan sang Ayah yang sekarang bagaimana keadaannya.
"Ayah! Bagaimana dengan Ayah, apa Ayah baik-baik saja, Xander aku ingin melihat keadaan Ayah, tolong! Pertemukan Aku dengan Ayah, Aku mohon!"
Melihat Mayang yang merengek minta untuk bertemu dengan Dewa, Xander pun akan memenuhi permintaan Mayang, Ia pun berharap Ayah Mayang merestui hubungan mereka berdua.
__ADS_1
"Aku akan mempertemukan ku dengan Ayahmu, kamu jangan khawatir May!"
Sementara di tempat lain, Dewa dilarikan ke rumah sakit, karena kondisinya yang tak sadarkan diri, anak buah Frans mencari informasi tentang keberadaan Pak Mintho yang menjadi dalang kejadian ini, gara-gara Pak Mintho, Dewa harus melakukan ritual yang menyebabkan hilangnya kesaktian dirinya, karena Mayang sudah berhasil memberikan darahnya kepada Xander. Sehingga teluh yang ia kirim kepada Frans berbalik kepada pengirim nya.
Tak butuh waktu lama, Frans sudah berhasil mengantongi informasi dimana Dewa berada, saat itu juga Frans datang ke rumah sakit dimana Dewa dirawat, bersama Xander dan Mayang tentunya. Dengan perasaan cemas, Mayang sudah tak sabar lagi ingin bertemu dengan Dewa. Xander melihat kekhawatiran pada wajah Mayang, Ia mencoba untuk menghibur Mayang dengan terus memberikan semangat untuk gadis itu.
"Jangan bersedih! Aku tidak mau melihat mu seperti ini, Ayahmu pasti baik-baik saja, percayalah!" Xander memeluk Mayang dan sesekali mencium keningnya. Mayang seakan merasa sangat nyaman saat berada dalam pelukan Xander.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka tiba di rumah sakit, Mayang melihat sang Ayah yang sedang terbaring di atas tempat tidur, Dewa masih memejamkan matanya, Mayang memeluk sang Ayah penuh kerinduan.
"Ayah! Maafkan Mayang! Mayang terpaksa melakukan semua ini, Mayang tidak ingin Ayah mencelakai siapa pun, Mayang ingin Ayah berubah, Ibu pasti sangat merindukan Ayah, bangunlah Ayah! Bukalah matamu, Mayang mohon, apakah Ayah mendengarkan ku?" Mayang berkata sembari mengusap lembut wajah sang Ayah, gadis itu menangis tak tega melihat kondisi sang Ayah yang lemas terkulai.
Tak berselang lama, Dewa perlahan menyebut nama sang putri, tapi matanya masih terpejam.
"Ayah! Ayah sudah sadar?"
"Mayang, apa yang terjadi pada Ayah? Kenapa Ayah tidak bisa membuka mata Ayah?" Dewa merasa tak bisa menggerakkan kelopak matanya, sehingga dirinya tidak bisa melihat seperti sedia kala.
Karena kejadian itu, Dewa kehilangan kemampuan dirinya selama ini, dan kini dia tidak bisa menggerakkan kelopak matanya untuk melihat, akibatnya Dewa tidak akan pernah bisa melihat untuk selamanya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa membuka kedua mataku? Tidak! Aku menjadi buta." Dewa tampak meratapi nasibnya yang tidak bisa melihat lagi.
Setelah itu Mayang menceritakan semuanya pada sang Ayah, apa yang sebenarnya terjadi. Dewa tampak mendengarkan dengan seksama, Mayang merunut kejadian yang menimpa dirinya dari awal, saat Ia terjebak di dalam hutan bersama Xander, hingga kejadian terakhir yang memaksa Mayang untuk menyerahkan darahnya untuk laki-laki yang dicintainya.
"Mayang minta maaf kepada Ayah, Mayang tidak mau Ayah melakukan pekerjaan itu lagi, Mayang juga sangat mencintai Xander, tolong mengertilah Ayah! Mayang sayang kalian semua."
Dewa tidak bisa berbuat apa-apa, selain menerima kenyataan jika kini dirinya sudah tidak mempunyai kekuatan mistis, seketika kekuatan magis yang ada pada dirinya lenyap seiring darah Mayang yang sudah masuk ke dalam tubuh Xander.
Kemudian Frans mendekati Dewa dan mengatakan sesuatu kepada pria yang usianya tak jauh beda dari dirinya itu.
"Pak Dewa! Saya turut prihatin dengan kondisi Pak Dewa, Saya juga minta maaf jika anak kami sudah berani mengambil darah Mayang, mereka berdua saling mencintai, alangkah baiknya jika kita menikahkan mereka berdua, mereka sudah ditakdirkan untuk hidup bersama, izinkan Saya untuk meminta izin kepada Pak Dewa untuk menjadikan Mayang menjadi menantu di keluarga besar kami, apa Pak Dewa menyetujuinya?"
"Ayo dijawab dong Pak Dewa, udah nggak nahan banget nih, digantung itu sakit, Pak!" batin Xander yang sudah tidak sabar untuk segera menikah dengan Mayang. Pun sama Mayang juga berharap sang Ayah mau menyetujui hubungan mereka berdua, karena bagaimanapun juga Xander adalah pria yang sudah membuatnya tergila-gila dengan ularnya.
Dewa pun menghela nafasnya, Ia sadar jika sang putri juga berhak bahagia, bagaimana pun juga Dewa sangat menyayangi putrinya itu.
"Baiklah! Saya juga minta maaf kepada Pak Frans, Saya melakukan itu semua karena perintah Pak Mintho, maafkan saya jika hampir saja menyakiti Pak Frans, untuk menebus kesalahan saya, saya siap menerima akibatnya, jika saya harus dilaporkan kepada pihak yang berwajib, Saya akan terima." ucap Dewa.
"Tidak Pak Dewa! Saya tidak akan melaporkan bapak ke polisi, kami hanya ingin Mayang menjadi istrinya Xander, dan kami hanya butuh persetujuan dari Pak Dewa untuk menikahkan mereka berdua."
__ADS_1
Xander harap-harap cemas menunggu jawaban dari Dewa. Hingga akhirnya sebuah kalimat yang membuat Xander maupun Mayang tampak sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dewa.
...BERSAMBUNG...