
Mayang benar-benar terkejut saat melihat sorot mata Xander yang terlihat membara seperti api, Ia pun berusaha melindungi dirinya dengan waspada, tapi dalam sekejap bola mata Xander berubah menjadi normal dan cahaya itu sudah tidak terlihat lagi. Ia pun menundukkan wajahnya dan meminta maaf kepada Mayang.
"Siapa kamu?" pertanyaan itu muncul kembali saat Mayang melihat perubahan pada bola mata Xander.
"Jangan takut, Mayang! Aku tidak akan menyakitimu." seru Xander yang berusaha untuk meyakinkan Mayang jika dirinya tidak akan menyakitimu gadis itu.
Sambil memegangi perutnya yang masih sakit, Xander berusaha untuk berdiri dan meminta Mayang untuk tidak menjauh. Tapi, karena kondisinya yang masih belum kuat, Xander pun terjatuh dan tubuhnya berada di atas tanah. Entah kenapa tiba-tiba Mayang menghampiri Xander dan menolongnya.
Mayang mengangkat tubuh Xander dan membawanya untuk kembali duduk di atas bangku. Xander menatap wajah Mayang dan entah kenapa dirinya merasa begitu nyaman saat berada di samping gadis itu.
"Cantik!" satu kata terucap dari mulut Xander, dan itu membuat Mayang mengerutkan keningnya. "Apa yang kamu bilang?" Mayang bertanya sembari menatap wajah Xander.
"Ah tidak! Memangnya apa yang Aku bilang? Lupakan!" jawab Xander yang pura-pura.
"Ya udah, berbaringlah! Aku akan membersihkan lukamu." seru Mayang sembari merebahkan tubuh Xander, karena bobot tubuh Xander yang berat, Mayang rupanya tidak bisa menahan keseimbangan saat Xander akan merebahkan tubuhnya, sehingga akhirnya Mayang pun terjatuh dengan tubuhnya menindih tubuh Xander. Alhasil kini mereka berdua tak lepas dari saling menatap satu sama lain. Cahaya yang dihasilkan dari bakaran api ranting-ranting itu, membuat aura wajah keduanya terlihat begitu sendu, deru nafas hangat Xander menyapu wajah Mayang. Sementara rambut panjang Mayang tampak jatuh terurai dan menutupi sebagian wajah Xander.
__ADS_1
Untuk sesaat mereka saling tenggelam dalam suasana malam itu, hingga tak terasa bibir mereka saling bersentuhan, tak bisa dipungkiri keduanya tak bisa menolak pesona masing-masing, cukup lama keduanya menikmati sentuhan itu. Hingga akhirnya ciuman itu berakhir dengan wajah Mayang yang terlihat menahan malu, Ia pun segera menjauhi Xander dan berusaha berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
"Emm ... maaf! Aku tidak bermaksud untuk ...!" Mayang tidak melanjutkan kata-katanya, karena Xander menahan tangan Mayang, gadis itu menengok ke arah samping dan melihat tangan Xander yang tengah menggenggam tangannya.
"Xander!" ucap Mayang dengan bibir yang bergetar, seketika Xander ikut terbangun dan menatap wajah Mayang dalam-dalam. Mayang melihat bola mata Xander yang begitu indah, terlihat cahaya api itu terpantul pada kornea mata Xander. Membara seperti api yang bergejolak dalam dirinya.
Tak peduli jika luka itu masih sangat perih, Xander mengusap lembut wajah Mayang dan akhirnya ciuman itu kembali lagi untuk yang kedua kalinya. Tapi, kini ciuman itu semakin dalam dan entah kenapa Mayang tidak bisa menghindarinya, mungkin pesona Xander sudah membuatnya terpedaya. Hingga gadis itu tak sadar jika dirinya terperangkap dalam jerat cinta satu malam.
Kedua tangan Mayang kini berada pada punggung Xander yang bertato ular itu, matanya terpejam dan sesekali dirinya menggigit bibir bawahnya, dibawah rindangnya hutan tanpa berpenghuni itu, ada sepasang manusia yang tengah menikmati kenikmatan surgawi. Dan sesekali suara rintihan kecil lolos dari bibir Mayang.
Untuk sesaat Xander lupa jika gadis itu adalah penawar dirinya untuk menjadi manusia normal, dan Xander akan berubah menjadi ular sepenuhnya jika Ia menyentuh Mayang. Sama seperti sang Ayah waktu itu, Xander akan berubah menjadi ular saat di malam hari. Namun, di siang hari Ia akan tetap menjadi manusia normal. Dan satu-satunya penawar dirinya bisa menjadi manusia seutuhnya hanya dengan meminum darah Mayang. Efek kutukan Frans menurun kepada putranya, sedari bayi Xander sudah memiliki kekuatan siluman ular, bahkan Ia bisa berubah wujud kapan saja. Dan yang bisa membuat efek kutukan Frans pada Xander adalah, dengan meminum darah dari gadis yang sudah digariskan menjadi penawar Xander dan gadis itu adalah Mayang.
*
*
__ADS_1
*
Sementara di suatu tempat, Dewa terlihat sangat marah, karena putrinya belum juga pulang, Ia pun terlihat memarahi istrinya, Roro Bening.
"Bagaimana bisa Mayang belum kembali, ini semua salahmu! Kamu sudah tahu jika Mayang itu keras kepala, kenapa kamu izinkan juga dia pergi, bagaimana kalau siluman ular itu mendatanginya? Dan siluman ular itu akan menghisap darahnya? Maka kekuatan ku akan hilang, haaaaaaaaa ... Mayaaaangggg!" teriak Dewa dengan amarahnya. Dewa berusaha mencari keberadaan sang anak dengan menggunakan cermin ajaib, tapi rupanya bayangan Mayang tidak bisa terlihat, seolah banyak kabut asap yang menutupi pemandangan Dewa.
"Haaaaaaa bagaimana bisa Aku tidak bisa melihat apa-apa! Semoga saja siluman ular itu tidak menemukan Mayang." kesal Dewa yang tentunya sangat panik.
"Maafkan aku suamiku! Ini semua salahku, Aku tidak tega melihat dia memohon kepadaku, Aku sangat percaya dengan putriku, dia pasti kembali, Aku yakin itu. Putri kita pasti selamat." ucap Roro Bening meyakinkan suaminya.
Sementara di sisi lain, Mayang pun telah membuka kedua matanya, badannya terasa letih dan payah, Ia pun langsung tersadar dan mencari keberadaan Xander di sekitarnya.
"Xander! Xander!" Mayang memanggil-manggil Xander yang kini sudah tidak ada di sampingnya, sekilas Ia melihat ekor ular yang mulai menjauh darinya, Mayang pun beranjak berdiri. Tapi, Ia merasakan ada yang tidak nyaman pada tubuhnya. Dan Mayang baru menyadari jika dirinya dan Xander telah melakukan hubungan terlarang itu.
"Oh ya ampun! Apa yang Aku lakukan? Ini nggak mungkin." Mayang tampak merapikan pakaiannya dan menutup kembali ritz celananya. Dengan sedikit terseok-seok Ia mencoba melihat sekelilingnya, ternyata dirinya sudah berada dekat rumah kedua orang tuanya, Mayang berada sekitar lima puluh meter dari rumahnya. Tentu saja Mayang sangat terkejut saat melihat rumahnya sudah ada di depannya.
__ADS_1
"Astaga! Bagaimana bisa Aku berada di rumah? Bukankah tadi Aku masih berada di tengah hutan, dan Xander! Kemana dia? Bagaimana bisa dia mengantar ku pulang ke rumah? Bukankah dia tidak tahu tempat tinggal ku?" batin Mayang yang masih bertanya-tanya, bagaimana caranya Xander mengantarkan nya pulang?
...BERSAMBUNG...