Ranjang Panas Siluman Ular

Ranjang Panas Siluman Ular
PROMOSI NOVEL I LOVE YOU DUDA IMPOTEN KARYA LUSICA JUNG 2


__ADS_3

"Aaahhhh... Ahhhh..."


Samar-samar ia mendengar suara desaahan dari lantai dua. Suaranya terdengar tidak asing, tak ingin berpikir buruk, pria itu pun pergi memastikannya. Bisa saja dia hanya salah dengar.


Langkah kakinya terhenti ketika suara ******* itu semakin keras. Ia juga mendengar suara laki-laki dari kamarnya. Dengan perasaan bercampur aduk, pria itu pun mendorong pintu kamarnya dan....


"Gerry, Yunna!!"


Dan keduanya pun terkejut bukan main. Yunna terutama. "A..Aiden. Tolong dengarkan dulu, i..ini tidak seperti yang kau pikirkan. Apa yang kau lihat tidak seperti yang itu. A..Aku sedang membantu Gerry, dia bertengkar Shilla dan ingin memberi pelajaran padanya. Aku hanya membantunya."


Aiden tersenyum meremehkan."Membantunya kau bilang?! Kau pikir aku ini bodoh sehingga bisa kau tipu begitu saja. Dan kau Gerry, kau benar-benar memuakkan. Bajingan macam apa kau yang tega mengkhianati istri sebaik Shilla? Kau benar-benar biadab!!" Aiden menghampiri Gerry dan memukulnya dengan keras. Dan apa yang Aiden lakukan membuat Yunna terkejut bukan main.


"Aiden, kenapa kau malah memukulnya?! Dia tidak bersalah, aku yang berinisiatif membantunya. Dia dan Shilla bertengkar dan Gerry ingin memberikan pelajaran padanya!!"


Lalu pandangan Aiden bergulir pada Yunna. Dia menatap wanita itu dengan tajam. "Atas dasar apa kau ikut campur dalam rumah tangga mereka? Apa kau memiliki hak, dan apa kalian berdua memikirkan bagaimana perasaannya setelah tau apa yang telah kalian lakukan ini?! Yunna, kau membuatku kecewa. Kau menjijikkan, kita cerai saja!!"


Yunna kemudian menatap Aiden dengan marah. "Cerai ya cerai saja. Kau pikir aku tidak bisa hidup tanpa pria tak berguna sepertimu?! Justru aku merasa bebas jika bisa lepas darimu!! Asal kau tahu saja ya, Aiden. Aku malu memiliki suami sepertimu, kau itu miskin dan tidak ada bagus-bagusnya. Apa kau tau bagaimana teman-temanku meledekku karena menikahi pria sepertimu. Dulu aku mau menikah denganmu karena kupikir kau itu kaya!!"


"Lalu apa artinya kebersamaan kita selama satu tahun ini? Kata-kata cinta yang selalu kau katakan padaku, apa artinya semua itu?"


Yunna tersenyum meremehkan. "Kau pikir aku bersungguh-sungguh ketika mengatakannya? Itu hanya untuk menghiburmu saja. Karena aku tau kau tergila-gila dan cinta mati padaku. Aku tidak mau membuatmu patah hati, jadi aku mengatakan semua kebohongan itu padamu!!"

__ADS_1


Aiden tersenyum meremehkan. "Kau benar-benar keterlaluan. Apa kau puas setelah mempermainkan perasaanku? Dan semoga kau bahagia dengan keputusanmu itu. Aku harap kau tidak menyesal dengan keputusanmu ini!!"


"Oke, kita cerai. Rumah ini adalah milikku dan kau tidak boleh menuntut bagianmu, karena aku tidak akan membaginya denganmu!!"


Aiden menghentikan langkahnya dan menatap Yunna dari ekor matanya. "Kau tenang saja, aku tidak akan mengambil rumah ini kembali. Karena milikku 10X lebih besar dari rumah ini!!" Aiden melanjutkan langkahnya dan pergi begitu saja.


Ditengah langkahnya Aiden menghubungi seseorang. Dia mengatakan pada orang itu jika ia akan pulang hari ini. Dan Aiden juga memintanya menyiapkan berkas-berkas penting. Entah apa yang sebarnya direncanakan oleh Aiden, dan siapa sebenarnya yang dia hubungi, begitu misterius.


-


BRAKK!!


Ponsel digenggaman Shilla terlepas begitu saja setelah melihat sebuah video yang dikirimkan oleh seseorang padanya. Shilla tidak tau siapa pengirimnya karena nomornya asing dan tidak ada di kontaknya.


Shilla mengambil ponselnya yang tergeletak di lantai lalu menghubungi seseorang. "Ayo kita bertemu di Violet Cafe. Aku sedang terpuruk dan membutuhkan teman untuk bercerita."


Kemudian Shilla memutuskan sambungan telfonnya begitu saja. Dia kembali menangis dengan keras, dengan brutal Shilla memukul dadanya berharap apa yang dia lakukan bisa mengurangi rasa sesak di dadanya meskipun itu tidaklah berpengaruh sama sekali.


Dan hati wanita mana yang tidak hancur ketika melihat orang yang dia cintai mengkhianati janji sucinya.


-

__ADS_1


Tampak seorang gadis keluar dari bandara. Tubuh semampai, kulit putih, mata Hazel dan rambut coklat terang panjang, itulah yang bisa dideskripsikan dari sosoknya. Senyum mengembang diwajah cantiknya.


"Tolong antarkan aku ke alamat ini." Ucapnya ramah sambil menunjukkan alamat tujuannya pada si supir taksi.


"Baik, Nona." Taksi itupun melaju meninggalkan bandara.


Setelah hampir lima tahun hidup sendiri di negeri orang. Akhirnya gadis itu kembali ke tanah kelahirannya, Korea. Lima tahun tinggal di luar negeri. Ternyata tak banyak yang berubah pada negeri tercintanya ini, semua masih sama seperti yang dia ingat.


Perhatiannya teralihkan oleh suara dering pada ponselnya. Gadis itu pun segera menerima panggilan tersebut. "YAKK!! GADIS NAKAL, BERANI-BERANINYA KAU KABUR SEBELUM MENYELESAIKAN KULIAHMU!" gadis itu segera menjauhkan ponsel dari telinganya setelah mendengar teriakan maut ibunya.


"Ma, jangan berteriak. Kau bisa membuatku tuli, aku pulang juga demi Mama. Aku rindu Mama jadi aku memutuskan untuk pulang."


"Banyak alasan. Cepat pulang, biar Mama pukul pantatmu!!"


"Dua hari lagi aku baru pulang. Aku harus pergi ke Jeju, bunga Canola sedang mekar dan aku tidak bisa melewatkannya. Oke Ma, aku tutup dulu ya, sampai jumpa dia hari lagi!!'


"Yakk!! Jangan ditutup dulu!!"


"Bye-bye, Mama."


Gadis itu tersenyum lebar. Dia berani bersumpah jika ibunya pasti sedang ngomel-ngomel tidak jelas sekarang. Dia sungguh tidak bermaksud membuat ibunya kesal dan marah. Tapi dia juga tidak memiliki pilihan. Karena sudah lama sekali dia ingin melihat hamparan Canola di pulau Jeju.

__ADS_1



...CUSS BESTIE KEPOIN CERITANYA DIJAMIN PASTI SERU🥰🥰...


__ADS_2