
Mayang menoleh dan membalikkan badannya, Ia melihat seekor ular besar yang sama persis dengan ular yang Ia temui di hutan. Mayang tercengang ternyata benar, Xander sudah berubah menjadi ular. Ternyata suara itu berasal dari ular besar yang sedang merayap menghampiri Mayang.
"Xander!" Mayang berjalan menghampiri Xander, dengan langkah kaki pelan, Mayang memperhatikan fisik ular yang pernah Ia tolong di dalam hutan, dan benar itu adalah ular yang sudah menyelamatkan dirinya dari serangan harimau kumbang.
Setelah Mayang berada begitu dekat dengan Xander, gadis itu bersimpuh dan mulai menyentuh kepala sang ular. Teraba begitu dingin dan bersisik.
"Xander! Apa ini kamu?" Mayang berkata dengan mata yang berkaca-kaca. Naluri ular yang ingin sekali merayap, Xander tampak menggerakkan badan besarnya dengan merayap pada tubuh Mayang. Tentu saja Mayang menyambut nya dengan gembira, Mayang memeluk ular itu penuh kerinduan. Sementara kepala sang ular berada tepat di samping telinga Mayang dan membisikkan sesuatu pada Mayang.
"Aku merindukanmu, Mayang! Aku bahagia bisa bertemu lagi denganmu." ucapnya yang membuat Mayang semakin erat memeluknya.
__ADS_1
"Kamu pikir Aku juga tidak rindu, kamu sudah membuat ku gila, Xander! Setelah kejadian itu Aku tidak bisa melupakannya begitu saja, Aku juga nggak tahu kenapa, meskipun setelah Aku tahu jika kamu adalah siluman ular, Aku tidak pernah berhenti berharap untuk bertemu dengan mu, setiap hari setiap detik Aku selalu berdoa untuk bisa pergi dari rumah dan bertemu denganmu lagi, karena Aku tahu kamu membutuhkan darahku, ambil saja! Aku iklhas menolong mu." seru Mayang sembari mengelus-ngelus ular Xander.
"Jangan lakukan itu, Aku tidak membutuhkan nya, Aku tidak apa-apa, biar saja Aku seperti ini, asalkan kamu tetap bisa bersamaku." Xander terus melingkarkan tubuhnya pada tubuh Mayang. Sementara itu Tata terlihat melototkan matanya saat melihat betapa besarnya siluman ular yang sedang melilit sang sahabat, tapi Mayang seolah tidak terganggu dan baik-baik saja, padahal seluruh tubuh gadis itu tidak terlihat karena tertutup oleh tubuh Xander yang berubah menjadi ular.
"Hooo ya ampun, Mayang! Apa dia bisa bernafas dengan cara seperti itu, siluman ular itu menutupi seluruh tubuhnya yang terlihat hanya rambut Mayang." ucap Tata khawatir.
Lisa yang mengetahui jika Tata sangat mengkhawatirkan sahabat nya, Ia berusaha menenangkan Tata dengan mengatakan sesuatu kepada nya.
"Apa Nyonya? Mereka sedang berciuman? Oh my God! Itu mulut ular giginya panjang-panjang dan tentu saja lidahnya melet-melet kan, Nyonya! Waduh kok ngeri sendiri ngebayangin nya, aduh Mayang semoga saja setelah ini bibir kamu baik-baik saja." seru Tata yang membuat Lisa tertawa kecil.
__ADS_1
"Itu tidak seperti yang kamu pikirkan, mungkin bagi yang melihatnya, pasti mustahil untuk berciuman bahkan bercinta dengan seekor siluman ular. Tapi, bagi wanita tertentu yang bisa menyentuh siluman ular, tidak akan merasa jika itu adalah seekor ular, mereka tetap merasa jika itu adalah manusia, rasanya tetap sama, seperti halnya kita sedang berciuman atau bahkan bercinta dengan manusia normal." ungkap Lisa, yang tentu saja dirinya sudah berpengalaman dengan apa yang dialami oleh Mayang. Karena Ia juga pernah bercinta dengan siluman ular yang tak lain adalah suaminya sendiri, saat Frans masih dikutuk menjadi seekor ular.
Seketika Tata melongo mendengar pengakuan Lisa yang tentu saja tidak masuk akal.
"Rasanya sama kah, Nyonya?" pertanyaan Tata yang semakin penasaran.
"Sama! Bahkan mereka lebih tahan lama saat berubah menjadi siuman ular." balas Lisa.
"Tahan lama? Durasi nya?" tentu saja Tata semakin dibuat melongo.
__ADS_1
"Iya, dari pemanasan, hingga durasinya yang melebihi dari manusia normal, kadang sampai lecet dan perih. Hmm tapi itu dulu, sekarang suamiku ... oh ya ampun, Aku harus datang ke rumah sakit, suamiku pasti membutuhkan Aku."
...BERSAMBUNG...