
Ular itu menghilang begitu saja, seolah tidak terjadi apa-apa, sementara bangkai harimau kumbang itu tergeletak di atas tanah dengan berlumuran darah, lidahnya menjulur keluar karena cekikan dan belitan ular besar itu berhasil mematahkan tulang-tulang sang pemangsa.
"Kenapa ular itu tidak menyakiti ku? Dia justru menolongku dari harimau itu, ini benar-benar aneh. Apa ular juga punya perasaan?" batin Mayang sembari beranjak pergi dari tempat itu. Setelah dirasa aman, Mayang pun melanjutkan perjalanannya menuju jalan pulang ke rumahnya.
Mayang terlihat waspada, sesekali dirinya melihat sekeliling, Ia khawatir jika ada hewan buas yang akan menyerangnya lagi. Tiba-tiba saja dari kejauhan Mayang melihat seperti ada bayangan seseorang yang sedang duduk dengan memegangi perutnya. Suara erangan kesakitan itu pun terdengar begitu menyayat.
"Aaarrrgggghhhh!"
"Siapa itu?" Mayang berteriak kepada orang itu.
Dalam malam yang gelap, hanya cahaya senter miliknya yang menerangi sekeliling, Ia melihat seperti seseorang tengah meringkuk kesakitan, sepertinya dia adalah seorang pria yang kemungkinan sedang terluka.
"Sepertinya dia kesakitan!" batin Mayang.
Mayang pun segera menghampiri orang tersebut dan dengan hati-hati Ia bertanya kepadanya.
"Kamu siapa? Dan kenapa kamu ada di sini, kisanak?" tanya Mayang sembari menyorotkan senter ke arah pria itu. Karena merasa terganggu dengan cahaya senter yang dibawa oleh Mayang. Pria itu langsung membuang senter yang dipegang oleh Mayang, karena mata pria itu tidak kuat untuk menerima cahaya yang langsung mengenai matanya.
"Ahhh ... hei kenapa dibuang?" Mayang terlihat kesal dengan ulah si pria yang sudah membuang senternya ke tanah. Mayang pun mengambil senter itu lagi. Dan tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang Mayang rasa dirinya kenal dengan suara itu.
__ADS_1
"Tolong! Jangan dinyalakan senternya!"
Seketika Mayang langsung mengingat suara yang baru saja terdengar di telinganya.
"Kamu! Kamu yang tadi ...!" Mayang tidak melanjutkan kata-katanya karena pria itu langsung mengiyakan dugaan Mayang.
"Iya! Aku Xander, tolong Aku Nona!" sahut Xander dengan nafas yang terengah-engah karena kesakitan.
"Bagaimana bisa kamu ada di sini? Bukannya kamu tadi ada dibelakang ku? Kok tiba-tiba ada di depan ku?" Mayang pun heran bagaimana bisa Xander mendahuluinya, sementara dirinya sudah jauh meninggalkan Xander di belakang.
Xander tidak menjawabnya, Ia hanya merintih kesakitan pada perutnya yang terluka. Sementara Mayang yang tahu jika Xander sedang merintih kesakitan, Ia pun segera menghampiri Xander dan berkata. "Kamu sedang terluka? Hoo ya ampun, kamu berdarah."
Mayang menuntun Xander untuk beristirahat di gubuk tersebut, setelah itu Ia membaringkan tubuh Xander dan berusaha untuk menolong pria itu. Sementara Xander terus menerus mengeluarkan darah sehingga dirinya sedikit pucat.
Mayang mencoba membakar ranting-ranting dan dedaunan yang sudah kering, agar suasana itu tidak terlalu gelap. Setelah api itu mulai membakar ranting-ranting pohon yang kering, kini keadaan menjadi sedikit terang, Mayang pun mulai bisa melihat wajah Xander meskipun hanya samar-samar.
Sejenak Mayang memandang wajah Xander yang terlampau tampan, Mayang tidak menampik jika Xander adalah pria yang sangat tampan.
"Ck ... dalam hutan seperti ini, kok ada manusia setampan ini, ya? Apa jangan-jangan dia jelmaan jin? Tapi, tidak mungkin, dia berdarah dan darah ini asli darah manusia. Terus dia siapa?" batin Mayang yang secara tidak sadar dirinya telah memuji ketampanan putra Frans itu.
__ADS_1
Pun sebaliknya, Xander sendiri mulai tahu bagaimana wajah Mayang, ternyata gadis yang menjadi penawarnya itu sangat lah cantik, pantas saja ular Xander tiba-tiba bangun dengan sendirinya. Rupanya si ular sudah tahu jika Mayang memiliki paras yang sangat cantik. Dan sebagai ular yang normal, tentu saja akan lekas berdiri jika merasakan ada keindahan pada seorang wanita.
"Shiiit! Pantas saja dia berdiri, ternyata gadis ini memiliki kekuatan magis yang mampu membangkitkan ular rahasia ku." batin Xander yang saat itu mulai faham dengan apa yang terjadi pada dirinya saat melihat Mayang untuk pertama kali.
...BERSAMBUNG ...
*
*
*
...Sambil menunggu author update bab berikutnya, mampir dulu yuk ke karya punya kak Covievy yang berjudul SUPER GOD SYSTEM: HEALER...
Antonie adalah pemulung yang mati akibat ulah Sonya, putri pemilik Rumah Sakit Harapan Kita.
Setelah kematiannya, Antoni bertemu dengan seseorang pria tua yang ramah. Awalnya Antonie tidak tahu jika dirinya telah mati, namun setelah obrolan dengan pria tua itu, Antonie tahu jika telah mati.
Pria tua itu bisa menghidupkan si Antoni, asal ada syaratnya, yaitu, merubah dunia kedokteran yang sudah rusak karena keserakahan....
__ADS_1