
Setelah tangis haru penyesalan James mengajak Mommy nya makan malam, keduanya makan bersama lagi setelah 21 tahun waktu memisahkan keduanya.
Dan setelah itu James mengantarkan Mommy nya untuk istirahat, lalu James pun pergi ke kamar nya karena dia juga butuh istirahat.
"Maafkan aku Mom" gumam James sambil duduk di pinggir ranjang.
James sangat menyesal dengan apa yang terjadi di masa lalu, dia tidak bisa menjadi anak yang bisa di banggakan kedua orang tuanya.
James malah memberikan luka dengan pilihan hidup yang dia pilih, dan sepahit apapun nasib nya James menerima nya.
Dari pernikahan nya dengan Lidia James mendapatkan Xeni, meski pada akhirnya dia juga harus mendapatkan fakta menyakitkan jika Xeni bukan putra kandung nya.
"James maafkan aku, Xeni bukan anak mu tapi anak dari Ayah tiri ku, maaf jika aku terkesan menjebak mu James. tapi aku melakukan itu karena aku mencintaimu aku tak mau membuat mu kecewa jika tau fakta sesungguhnya, James. aku mohon sayangi Xeni seperti kamu menyayangiku selama ini, dia tidak bersalah jika hadir di antara cinta kita, James dia anak ku."
Kata-kata terakhir yang Lidia ucapan sebelum dia meninggal masih James ingat, perasaan bahagia nya menjadi Ayah seketika di hancurkan dengan fakta jika Xeni bukan anak kandung nya.
James baru tau hal itu dari mulut Lidia, dia tak pernah menyangka jika Lidia tidak berkata jujur padanya dan membuat James hancur karena memilih Lidia dari pada orang tuanya.
Sekalipun Xeni bukan putra nya tapi James mencoba untuk tidak membuang nya, dia menyayangi Xeni layaknya dia mencintai Lidia istrinya.
Rasa cinta nya membutakan James, dia menerima Xeni bahkan memanjakan Xeni dan itu kenapa James tidak mengijinkan Xeni menikah muda karena dia pernah memutuskan menikah di usia muda, dan itu sangat sulit.
Drett..
Ponsel James berdering..
James yang melamun memikirkan masa lalu nya pun seketika tersadar dan melihat ke ponselnya.
Nama Lily ♥️ terlihat dilayar ponselnya.
"Halo Lily"
__ADS_1
"Pap, ehk Mas apa aku mengganggu?" tanya Lily di seberang telpon.
"Tidak" balas James cepat.
"Em, kenapa Mas tidak pernah mengunjungi ku selama seminggu ini?" suara Lily terdengar pelan.
James yang mendengar itu menjelaskan jika dia memang sibuk untuk akhir-akhir ini karena memang setelah pulang dari Belanda pekerjaan nya menumpuk.
"Apa kamu ingin sesuatu?" tanya James.
"Hem, apa boleh?" tanya balik Lily suaranya pelan.
"Boleh, mau apa?" tanya James.
Lama Lily terdiam membuat James yang tidak sabar menunggu langsung mengalihkan panggilan nya menjadi via Vidio call.
Dan tak lama kemudian terlihat lah sepotong wajah Lily, membuat James tersenyum.
"Lihatkan wajah mu, aku merindukan mu" kata James sambil tersenyum.
"Kamu sangat cantik, baby" kata James keceplosan memanggil Lily baby.
"Papa juga tampan, eum maksud aku Mas juga tampan" balas Lily sambil tersenyum kecil.
Malu karena memuji ketampanan James, Papa Mertua nya.
"Jangan panggil Papa, panggil Mas" tegas James.
"Iya" balas Lily cepat.
__ADS_1
James menatap Lily dengan tatapan mata yang agak membuat Lily salah tingkah.
"Tadi kamu mau apa?" tanya James.
"Aku mau martabak rasa coklat, apa boleh?" jawab Lily pelan.
James terdiam lalu dia melihat Lily lagi.
"Apa kamu ngidam baby?" tanya James.
"Mungkin, Bi Narti bilang ini hal biasa untuk ibu hamil" jelas Lily masih dengan suara pelan nya.
James mengagguk lalu bertanya apa lagi yang Lily mau, tapi Lily menggelengkan kepalanya.
Hingga James pun akhirnya mengakhiri panggilan Vidio call nya, lalu segera bergegas memakai Hoodie nya karena akan keluar mencari makanan untuk putranya.
Hal ini mengingatkan James akan Lidia yang ngidam, tapi anehnya dia merasa lebih bersemangat sekarang entah karena dia tau Lily hanya milik nya.
"Tunggu Papi sayang" gumam James sambil tersenyum lalu keluar dari kamar nya.
Dan tanpa James sadari obrolan nya di dengan oleh Mommy Annisa yang sebelumnya sedang melewati kamar James.
Niatnya hanya ingin melihat-lihat rumah putranya dia malah mendengar obrolan James dengan seorang wanita.
"Lidia sudah meninggal, lalu wanita mana lagi yang membuat putra ku gila sampai tersenyum seperti itu" gumam Mommy Annisa melihat James yang sudah ada di lantai bawah.
Mommy Annisa menghela nafasnya, dia harap jika sampai James menikah lagi wanita itu adalah wanita baik dan dari keluarga baik-baik.
Dia tidak mau James salah pilih lagi karena usianya semakin tua, dan Mommy Annisa ingin mengendong cucu nya yaitu anak dari James.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏