
Xeni yang sudah tau ruangan yang di tempati Lily langsung berjalan ke tempat tujuan nya, tapi sesampainya di sana dia malah melihat ruangan itu kosong.
"Loh, ini istri saya yang lagi melahirkan kemana sus?" tanya Xeni pada suster.
"Pasien di pindahkan ke ruangan VIP, maaf bukan nya suaminya bapak yang tadi?" si suster menatap bingung pada Xeni.
"Ruangan VIP nomer berapa?" tanya Xeni lagi.
Dan suster memberitahu ruangan nya, yang membuat Xeni tersenyum menyeringai.
Tak akan membuang-buang waktu Xeni langsung masuk ke dalam Lift lagi, naik ke lantai atas dimana Lily di rawat.
Brugkkk !
Xeni membuka pintu dengan kasar.
"Kalian tidak bisa bahagia, kalian akan__" ucap Xeni terhenti karena melihat siapa yang ada di depan nya.
Xeni malah melihat si nenek dan suami berondong nya lagi.
"Dia lagi, sayang kamu tidak memukul nya ya" si nenek menatap suaminya kesal.
"Dia salah satu fans mu yang tergila-gila sama kamu sayang, biarkan saja dia akan pergi setelah melihat kemesraan kita" balas pria itu.
Si nenek mengangguk paham.
"Susah kalau jadi wanita cantik" ucap si nenek yang membuat Xeni melongo.
Si nenek mengabaikan Xeni dan memilih meminta suaminya memotongkan buah apel untuk nya.
Sedangkan Xeni dia mengepalkan tangan nya, Xeni berniat pergi tapi di panggil oleh si nenek.
"Jika kamu mau kamu bisa menjadi suami kedua ku, tapi cinta ku lebih pada Yadi, iyakan sayangku" si nenek mencium pipi pria bernama Yadi itu.
Xeni mendengar ucapan si nenek langsung merinding bulu kuduk nya.
"Lebih baik aku jomblo di bandingkan menikahi nenek-nenek bau tanah, Cih" Xeni pergi setelah mengatakan itu.
"Hey siapa juga yang mau menikahi mu, aku yakin kau pemain wanita anak muda, dasar labil di tolak sekali langsung patah hati" gerutu si nenek berteriak kesal.
__ADS_1
Xeni kembali ke lift, dia yakin Papa nya pasti membawa Lily ke tempat lain, tapi kemana?.
"Papa benar-benar sudah di butakan dengan cinta nya pada Lily, sial ini tidak boleh terjadi" gumam Xeni yang berada di dalam lift.
Sedangkan di ruangan VIP lain nampak Lily yang sedang berjuang untuk melahirkan anak pertama nya.
James memegang tangan Lily, dia menemani Lily yang akan melahirkan anak nya.
Sebelum nya James sudah memindahkan Lily ke ruangan yang aman, dia juga meminta suster untuk membantu nya merahasiakan kepindahan Lily.
"Mas, sakit" ucap Lily yang hampir menangis.
"Kamu kuat sayang, berjuanglah aku akan selalu menemani mu dan bersama mu" jawab James sambil mencium kening Lily.
Rasa sakit Lily rasakan tapi saat melihat wajah teduh James Lily merasa dirinya nyaman, tenang dan takutnya hilang.
"Ayo Bu, di dorong lagi.. ngeden nya jangan sepotong-sepotong agar bayi nya cepat keluar" ucap dokter memberikan instruksi.
Lily melihat James sejenak dia menarik nafasnya panjang dan..
He..
Bayi Lily akhirnya bisa keluar, nafas Lily naik turun setelah dia berhasil melahirkan anak nya.
Lily yang mendengar itu tersenyum, rasa sakit setelah melahirkan anak nya hilang sirna sesaat setelah mendengar tangis bayi nya.
Tapi tidak lama setelah itu Lily pingsan karena kelelahan, James melihat itu panik tapi dokter mengatakan jika kondisi ibu dan bayi nya sehat jadi Lily tidak akan kenapa-kenapa.
2 jam berlalu..
Lily baru terbangun dari pingsan nya, dia melihat James yang sedang menggendong anak mereka.
"Mas" panggil Lily dengan suara pelan nya.
"Lily" James begitu senang melihat Lily bangun.
"Anak kita" Lily melirik bayi mereka yang di gendong James.
"Iya anak kita, kamu mau menggendong anak kita?" tanya James.
__ADS_1
Dan Lily hanya mengangguk sebagai jawaban, membuat James langsung memberikan bayi perempuan mereka pada Lily.
"Hati-hati, apa asi mu sudah keluar?" tanya James.
Lily menggelengkan kepalanya karena dia tidak tau.
James membuka kancing baju Lily, dan mengeluarkan si bulat dari rumah nya.
"Sudah, mau memberikan asi untuk anak kita?" tanya James.
Lily mengangguk kembali, James yang mendengar itu tersenyum lalu membantu Lily untuk duduk.
Semula Lily merasa geli dan tidak terbiasa tapi lama-lama Lily merasa nyaman apalagi setelah melihat bayinya yang nampak senang meminum ASI-nya.
James duduk sambil melihat Lily yang sedang membelakangi nya, Lily malu memperlihatkan si bulat kembar nya padahal James yang membukanya tadi.
Tapi meski demikian James tak mempermasalahkan hal itu, James memilih ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya karena jujur saja dia merasa sangat lelah.
"Huh, ternyata seperti ini rasanya menjadi seorang Papa, aku benar-benar memiliki anak dari darah dagingku" gumam James tersenyum.
Saat memikirkan nama untuk bayi mereka James tiba-tiba ingat akan perceraian Lily dan Xeni, dia pun akhirnya memilih menelpon pengacaranya.
Dan setelah menelpon pengacara nya James langsung menelpon Mommy Anissa.
"Halo Mommy"
"James, kau akan pulang?"
"Ya, aku akan pulang dengan anak dan calon istriku, dan untuk wanita-wanita yang Mom siapkan tolong singkirkan mereka karena aku sudah punya calon" kata James dan setelah itu mematikan panggilan nya sepihak.
James keluar dari kamar mandi dan melihat Lily yang masih memberikan asi pada putrinya.
"Milik mu semakin besar, aku tidak akan bisa menikmatinya karena sudah milik putri kita" kata James tiba-tiba mesum.
"Apa harus membahas itu? Mas" tanya Lily malu.
"Tentu, kita akan menikah dan aku tak sabar menunggu hari pernikahan kita" balas James sambil menarik kursi dan menatap Lily yang membelakangi nya dengan senyuman nya.
Lily yang tau James menatapnya jantungnya berdetak kencang, dia melihat bayi nya yang wajahnya mirip sekali dengan James lalu tersenyum.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏