Ranjang Papa Mertua Ku

Ranjang Papa Mertua Ku
Lebih cepat lebih baik


__ADS_3

Setelah kepergian Xeni James membawa Lily ke kamar tamu, dia juga meminta bi Narti untuk menjaga baby Keyla karena dia ingin bicara empat mata dengan Lily.


Saat ini Lily dan James ada di kamar tamu yang biasanya di tempati James, Lily nampak masih kesaktian karena di dorong Xeni tadi.


"Aku akan panggil dokter ya" kata James.


"Tidak, aku tidak apa-apa Mas" balas Lily pelan.


"Kamu habis melahirkan Lily, aku tidak mau terjadi sesuatu pada mu karena ulah Xeni tadi" ucap James sambil menatap Lily.


Lily akhirnya diam dan membiarkan James menelpon dokter, dan setelah menelpon dokter James kembali duduk di samping Lily.


keduanya terdiam untuk beberapa saat hingga akhirnya Lily merasakan tangan James menyentuh tangan nya.


"Kamu marah?" tanya James.


"Tidak" balas Lily cepat.


"Lalu kenapa kamu diam?" tanya James lagi.


Lily yang di tanya seperti itu melirik James, lalu menunduk.


"Apa Xeni bukan anak Mas?" tanya Lily pelan karena takut.


James yang mendengar pertanyaan itu terdiam untuk beberapa saat, seperti nya dia memang tidak bisa lagi menyembunyikan semua nya.


Tentang Xeni yang bukan anak kandung nya,. James menutupi semua itu karena dia tidak mau Xeni merasa asing padanya selain itu James juga sudah berjanji pada Lidia.


"Maafkan aku Lidia, aku tidak bisa menjaga rahasia ini lagi. Xeni sudah besar aku rasa dia harus tau kebenaran nya karena dia berhak mengenal Ayah kandung nya." batin James.


"Mas" panggil Lily.


"Hem, kamu benar Xeni bukan anak ku" jelas James sambil memegang tangan Lily.


Lalu James pun menjelaskan semua nya tanpa terkecuali, tentang dia yang menikahi Lidia karena Lidia adalah kekasihnya.

__ADS_1


Dan kenyataan pahit nya dia meninggalkan keluarga nya hanya demi wanita yang mengandung anak dari hubungan nya dengan pria lain, James mengatakan semuanya pada Lily.


Dan Lily yang mendengar penjelasan James sangat syok, kaget karena James sampai melakukan semua itu untuk memperjuangkan ibu Xeni.


Ada rasa bangga juga di hati Lily karena James tak menyalahkan takdir, dia korban tapi hal itu tak membuat James membenci Xeni dan malah sebaliknya.


"Aku bodoh bukan?" James menatap Xeni.


"Tidak, Mas bertanggung jawab" balas Lily tersenyum.


"Dan Mas, apa Mas masih mencinta Mama nya Xeni?" lanjut Lily bertanya dengan suaranya yang begitu sangat pelan.


Dan mendengar pertanyaan itu James seketika menatap Lily.


"Apa kamu cemburu?" tanya James.


"Sedikit" cicit Lily pelan.


James tersenyum dan mengecup kening Lily dengan penuh sayang.


"Hanya dengan mengenal mu satu tahun ini aku merasa cinta ku lebih besar dari cinta ku dulu untuk Mama nya Xeni" lanjut James.


"Mas gombal ya" Lily tersenyum malu.


Entah kenapa dia senang mendengar James lebih mencintainya di bandingkan Mama nya Xeni.


Apa salah Lily cemburu pada seseorang yang bahkan sudah meninggalkan dunia lama.


Saat keduanya sedang tersenyum tiba-tiba terdengar bel pintu, James mendengar itu langsung keluar dari kamar.


Dokter datang dan langsung memeriksa Lily, setelah di periksa kondisi Lily memang masih lemah tapi meski begitu Lily tidak kenapa-kenapa dan hanya butuh istirahat saja.


"Nona Lily hanya butuh istirahat tuan, dan ini vitamin yang harus di tebus" jelas dokter.


"Obat lagi?" James kaget.

__ADS_1


"Terimakasih dok" kata Lily menyahut.


James menggeleng kepalanya, bahkan tadi saat pulang dia membawa satu kresek obat yang James yakini sangat pahit.


"Mas antarkan dokter keluar" ucap Lily.


James yang mendengar suara Lily langsung tersadar, dan mengantarkan dokter ke luar.


Lily yang tinggal sendiri diam, dia tersenyum kecil karena James mencintai nya dan jika di lihat dari kemarahan James tadi Lily tau jika James begitu mencintai nya.


"Takdir Tuhan benar-benar rumit, aku berpikir jika Xeni yang akan memberikan kebahagiaan pada ku, tapi ternyata aku salah. Xeni tak lebih jahat dari keluarga ku sendiri dan aku kini malah mendapatkan cinta yang begitu besar dari Papa Mertua Ku" batin Lily tersenyum membayangkan James.


Dan Lily yang sedang melamun di lihat James yang baru masuk ke dalam kamar.


"Apa yang dia pikirkan, apa dia memikirkan aku?" gumam James menaikan sebelah alisnya ke atas.


Karena penasaran James langsung mendekati Lily, dan kedatangan James membuat Lily kaget sekaligus gugup.


"Kenapa?" tanya James melihat Lily yang aneh.


"Tidak kenapa-kenapa, aku hanya berpikir jika waktu 6 bulan itu lama" kata Lily menatap James.


"Maksud kamu? kamu mau lebih cepat dari itu?" tanya James.


Dan Lily mengangguk cepat.


"Aku ingin segera menikah dengan mu dan hidup bahagia sama kamu, untuk kita dan anak kita" ucap Lily lagi.


James menatap Lily dan tersenyum.


"Baiklah aku akan mengatakan pada pengacara untuk mempercepat proses perceraian nya, dengan begitu kamu bisa cepat menjadi janda dan aku bisa menikahi mu secepat nya" sahut James begitu antusias.


"Hem, lebih cepat lebih baik Mas" balas Lily lagi.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2