Ranjang Papa Mertua Ku

Ranjang Papa Mertua Ku
Fakta


__ADS_3

"Mas" Lily keluar dari tempat persembunyiannya.


Xeni yang melihat Lily tersenyum jijik, dia tidak menyangka jika Lily akan mudah menjerat Papa nya bahkan sampai memilki anak bersama.


"Akhirnya jala*g sesungguhnya muncul" Xeni berkata dengan nada mengejek.


Lily mendekati James dan Xeni, melihat Lily yang wajahnya terlihat sangat sedih James yakini Lily sudah tau semuanya.


Xeni melihat Papa nya yang diam saja, dan melihat Lily kembali masih dengan wajah jijik nya.


"Apa benar yang Xeni katakan Mas?" tanya Lily pelan.


Mas?


Xeni tertawa mengejek, yang benar saja Papa nya bule di panggil Mas.


"Drama di mulai" ucap Xeni sambil tertawa.


"Lily, aku bisa menjelaskan semuanya" ucap James membuka suara.


Lily melihat James yang menatap nya, lalu melihat ke arah Xeni yang menatap nya jijik.


"Kenapa kamu kesini?" tanya Lily melihat Xeni.


"Tentu saja untuk menjauhkan Papa ku dari ular seperti mu" balas Xeni cepat.


"Dia ayah dari anak ku, kamu tak bisa menjauhkan dia dari ku" tegas Lily.


Dan tanpa di duga Lily memeluk James membuat sosok yang di peluk itu terdiam mematung.


James mengusap punggung Lily, dan Lily mengadahkan pandangan nya menatap wanita yang dia sayangi itu.


"Usir dia dari sini Mas, tolong" kata Lily memohon.


James mengangguk, dia langsung melihat Xeni dengan tatapan mata tajam nya.


"Pergilah sebelum aku kehilangan kendali" titah James masih baik.


Xeni yang di usir jelas tidak terima, dia tidak akan pergi sebelum mendapatkan hak nya, dan juga menjauhi Papa nya dari jeratan Lily.

__ADS_1


"Jika aku pergi Papa juga harus pergi, aku tidak akan membiarkan Papa di kuasai dia!" tegas Xeni menolak.


James yang mendengar kata Jala*g lagi mengeraskan rahang nya, dia melepaskan pelukan Lily dan mendekati Xeni.


Plakkk !


Satu tamparan keras yang kesekian kalinya James berikan pada Xeni.


Xeni memegang pipinya, dan menatap Papa nya tidak percaya.


"Hanya demi jala*g itu Papa mengusir dan menamparku?" tanya Xeni kecewa.


"Kau tumbuh menjadi tidak terkendali, aku bersalah karena membuat mu besar tanpa kasih sayang" James melihat Xeni.


"Ya Papa tidak pernah menamparku, bahkan ketika Papa memarahiku pun Papa akan meminta maaf" Xeni menjeda ucapan nya.


Kembali menatap kecewa pada Papa nya yang begitu banyak berubah setelah kajadian Lily.


Xeni menatap Lily dan tanpa basa-basi dia berjalan mendekati Lily.


Brugkkk !


Efek akibat melahirkan membuat Lily merasakan sakit yang teramat, Xeni melihat Lily kesakitan sangat senang.


"Papa ku mencintai Mama ku, tidak dengan mu kau hanya jala*g yang di butuhkan saat Papa ku kesepian!" tegas Xeni berteriak.


Brugkkk !


James meninju pipi Xeni dengan keras, membuat Xeni hampir terjatuh.


"Pap" Xeni memegang sudut bibir nya yang ternyata berdarah.


"Berani kau menghina Lily aku akan menghajar mu lagi!" kata James membangunkan Lily.


Lily di bantu James berdiri, tapi karena tidak bisa Lily kembali terduduk yang membuat James mendudukkan Lily di sofa.


Xeni melihat itu dengan wajah marah nya, dia mengepalkan tangan nya menahan amarah dan kebencian yang tersimpan untuk Lily.


"Jadi Papa lebih memilih jala*g itu?" Xeni menatap James kecewa.

__ADS_1


"Ya" balas James cepat.


"Kenapa? apa Papa sudah melupakan Mama?" tanya Xeni sambil menatap James yang memberikan Lily minum.


James menyimpan gelasnya, dia mengusap pipi Lily untuk menenangkan Lily yang terlihat syok.


"Tentu, aku akan melupakan dia yang mengkhianati ku" kata James tegas.


"Maksud Papa?" Xeni tak mengerti.


James mendekati Xeni lalu melihat wajah Xeni yang terlihat bingung itu.


"Seharusnya kamu bisa tumbuh menjadi anak yang baik, tapi salah ku terlalu memanjakan mu. dan maaf kamu bukan anak kandung ku!" ucap James dengan berat hati.


Dia rasa Xeni sudah besar dan pasti bisa menerima semua ini, meski sebenarnya berat untuk nya mengatakan fakta ini tapi James harap dengan ini Xeni bisa belajar untuk tidak menghak jika dia harus mengendalikan kehidupan James.


Xeni yang mendengar omong kosong James itu tertawa, jelas dia tidak bisa mempercayai apa yang Papa nya katakan.


"Hanya demi jala*g itu Papa tidak mau mengakui anak Papa sendiri? hah! hanya demi dia?" Xeni menunjuk ke arah Lily.


Plakkk !


Satu tamparan kembali mendarat di pipi Xeni yang berasal dari kemarahan James.


"Dia bukan jala*g, tapi Mama mu yang membawa mu dari hasil hubungan nya dengan Papa tirinya, kamu bukan anak ku melainkan anak kakek tirimu!" teriak James yang tak bisa menerima jika Lily di panggil Jala*g oleh Xeni.


Deg..


Bagai di sambar petir, Xeni yang mendengar ucapan James menatap Papa nya dengan wajah yang seperti syok.


"Papa bohong kan?" Xeni mencoba tidak percaya.


James menggelengkan kepalanya.


"Kamu sudah besar, kamu bisa menanyakan semua itu pada kakek tirimu dia ada di Swiss dan seorang pengusaha juga" jelas James lagi.


Tak bisa mempercayai kenyataan nya Xeni yang marah pun akhirnya pergi dengan perasaan kesal bercampur kecewa nya.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2