Ranjang Papa Mertua Ku

Ranjang Papa Mertua Ku
Segera menikah


__ADS_3

Saat ini Lily duduk dan di hadapan nya terlihat Mommy Annisa yang masih menatap Lily, dan tatapan itu agak mengintimidasi menurut kaca mata pandang Lily.


"Em, nenek mau minum?" tanya Lily.


"Kau masih memanggil ku nenek!" Mommy Annisa menatap garang.


"Ehk, maksud nya Tante mau minum?" Lily mengulang pertanyaan nya dengan gugup.


James meninggalkan nya dengan alasan ingin mandi dan melihat putrinya yang membuat Lily harus berhadapan dengan Mommy Annisa.


"Panggil aku Mommy saja kau calon mantu ku" kata Mommy Annisa.


"I-Iya Mom" Lily agak canggung.


"Bagus, begitukan enak di dengar. apaan aku masih muda di panggil nenek" cerocos Mommy Annisa bawel.


Lily hanya diam lalu dia berdiri berniat mengambil air, tapi langkah Lily di hentikan oleh suara Mommy Annisa.


"Mau kemana?" tanya nya.


"Mau ngambil air minum" balas Lily yang sedikit gugup.


"Ngambil minum? apa James tidak memiliki asisten rumah tangga? kenapa kamu yang mengambil air minum, duduk kembali kamu bukan pembantu" tegas Mommy Anissa lagi.


Lily ragu untuk duduk, dan melihat itu membuat wanita tua di depan nya itu menghembuskan nafas nya kasar.


"Apa kau pikir aku hewan yang suka mengigit?"


Hah?


Lily melongo, bingung menjawab apa.


Membuat Mommy Annisa berdecak kesal karena Lily begitu terlihat polos dan penakut.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengigit mu, duduklah" lanjut Mommy Annisa lagi.


Dan saat itu lah Lily baru mau duduk, tak lama kemudian bi Narti yang tau ada tamu membawa minum.


Dia cukup kaget melihat wanita yang dia ketahui adalah Ibu dari majikan nya itu, bi Narti melihat Lily yang terlihat ketakutan.


"Makasih bi" ucap Lily tersenyum kecil untuk menghilangkan rasa takutnya.


"Sama-sama non" bi Narti mengangguk lalu kembali ke dapur.


Setelah itu Mommy Annisa yang ingin melihat cucunya pun di ajak ke kamar, dan dia begitu specles saat melihat cucu dari putra sulungnya itu.


"Dia mirip James, matanya juga" Mommy Annisa menggendong cucu nya untuk pertama kali.


"Tentu saja mirip aku, aku membuat nya dengan susah payah Mom" bukan Lily melainkan James yang baru datang yang menyahut.


Mommy Annisa yang mendengar itu melotot.


Dan James paham apa yang di maksud dari kandang macan, lain dengan Lily yang terlihat bingung dan tak paham.


"Mom jangan bahas itu lagi, aku tidak mau mengingat semua itu" kata James tegas.


"Ya, karena jika ingat hal itu kau hanya ingat akan kebodohan mu saja" celetuk Mommy Annisa menyebalkan.


James menggembungkan pipinya sebal mendengar ocehan Mommy nya, dia melihat Lily yang duduk dan memeluk Lily.


Lily yang di peluk melepaskan pelukan nya karena malu di lihat calon mertuanya, Mommy Annisa melihat itu tertawa.


"Dia bosan dengan mu James, maklum kau tua Lily akan mudah berpaling pada yang muda yang lebih tampan dari pada kau" kata Mommy Annisa tajam.


James melihat Lily dan mengusap pipi Lily lembut.


"Kamu tak akan melakukan itu kan sayang?" tanya James menatap Lily.

__ADS_1


"Tidak, aku mencintai kamu" balas Lily sambil tersenyum kecil.


"Dia mengatakan itu karena terpaksa, Mommy yakin" kata Mommy Annisa menimpali.


"Tidak, aku benar-benar mencintai Mas James Mom. dia satu-satunya pria yang baik dan menyayangiku tanpa syarat, aku sangat mencintai nya" jelas Lily sambil melihat Mommy Annisa.


Dan jawaban Lily itu berhasil membuat James kesenangan, bahkan wajah nya terlihat songong di mata Mommy nya.


"Mom dengarkan, Lily sangat mencintaiku" James tersenyum jumawa.


"Halah, dasar bucin" ketus Mommy Annisa sambil memberikan baby Keyla pada ibu nya.


Lily menerima putrinya, dan memberikan asi nya di depan James dan Mommy Annisa.


Mommy Annisa melihat itu dia melihat bagaimana Lily yang sangat menyayangi bayi nya.


"Mommy, aku akan menikahinya satu bulan lagi" bisik James.


Dan seketika mendapatkan lirikan tajam dari Mommy Annisa.


"Tentu saja kalian harus segera menikah, kalau tidak mungkin akan banyak lagi adik-adik Keyla yang dibuat dengan menggunakan cara menyimpang" ketus Mommy Annisa lagi.


"Mom!" James kesal.


"Diam kamu, ayo keluar jangan sampai cacing mu malah mau terbang bebas karena melihat dua bulat besar itu" Mommy Annisa menarik James keluar dari kamar Lily.


Dan Lily yang melihat kepergian calon mertuanya dan calon suaminya tersenyum.


"Sayang, kita punya keluarga baru Bunda harap kamu bisa mendapatkan kebahagiaan yang tak pernah bunda rasakan" ucap Lily sambil mengusap tangan kecil putrinya dengan lembut


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2