
"Jahat" Brata tiba-tiba bisa bicara.
Tessa mendengar suara Brata langsung tersenyum, dia melihat bantal di tangan nya lalu melihat ke arah Brata.
"Bagaimana kalau aku membunuh mu sekarang?" ucap Tessa dengan senyuman nya lagi.
Tessa melihat suaminya yang terlihat sangat marah itu, dia tak perduli dia akan menyudahi semuanya dengan membunuh Brata.
Tak perduli dengan apa yang akan terjadi padanya setelah ini, yang Tessa mau sekarang hanya melampiaskan kemarahannya akan diri nya yang tak mendapatkan apa-apa.
"Mati kau!" Tessa langsung mengarahkan bantal itu ke wajah Brata.
Di dalam diam nya Brata mencoba berteriak, Tessa tak perduli dia mengarahkan bantal nya terus ke wajah Brata.
Di saat bersamaan pintu tiba-tiba terbuka dan melihat itu Tessa panik, dia langsung menekan bantal nya hingga..
"Aawww !" teriak Tessa karena rambutnya di Jambak Lily.
Lily kembali ke ruangan itu karena melupakan DOT putrinya, tapi saat masuk dia begitu kaget melihat Tessa.
Tentu Lily bisa mengenali ibu tirinya, karena dari gestur tubuh dan suaranya Lily bisa mengenali Tessa.
"Lepaskan sialan" teriak Tessa.
"Kamu memang gila, kenapa kamu mau membunuh Ayah?" Lily menarik Tessa sekuat tenaga nya sehingga membuat Tessa terjatuh.
Bruk !
"Sialan!" Tessa berdiri.
Lily melihat Ayah nya yang kejang-kejang sangat ketakutan, dia berniat memanggil dokter tapi kaki Lily di tahan Tessa.
"Tak akan ku biarkan kau menyelamatkan pria tak berguna itu" kata Tessa memeluk kaki Lily.
"Lepaskan, pria yang kau bilang tak berguna itu adalah Ayah ku, ayah yang sangat aku sayangi" tegas Lily.
Haha..
__ADS_1
Tessa tertawa.
"Kau menyayangi nya? benarkah?" Tessa tertawa.
Lily masih mencoba untuk melepaskan dirinya dari Tessa.
"Dia tidak menyayangimu, kau tau ayah mu selalu menganggap mu anak har*m! kau hanya anak yang malang" tegas Tessa.
"Aku tidak peduli sekalipun Ayah tidak menyayangiku, bagi ku dia tetap ayah ku. pria yang menjadi cinta pertama untuk anak nya!" teriak Lily dan menendang wajah Tessa hingga hidung Tessa berdarah.
Tessa meringis sakit karena kaki nya di tendang, sedangkan Lily dia yang melihat Tessa kesakitan langsung berlari keluar dari ruangan VIP.
Lily berteriak memanggil dokter dan suster, dan setelah melihat suster dia tersenyum.
"Sus, panggilkan dokter Ayah ku kejang-kejang" kata Lily pada suster.
"Baik nona" suster langsung pergi.
Sedangkan Lily dia kembali ke ruangan nya dan melihat Tessa yang masih meringis kesakitan.
"Ayah bertahanlah aku sudah meminta dokter untuk datang" kata Lily memegang tangan ayah nya.
"Ayah" Lily menatap ayah nya.
"Maaf" kata Brata pelan dan terdengar lirih.
"Tidak ayah, ayah tidak salah jangan minta maaf pada ku. ayah harus kembali sehat ayah harus sehat" ucap Lily sambil menangis.
Tessa yang menyaksikan keduanya hanya tersenyum kecut, dia mengambil pas bunga berniat memukul Lily.
Dan saat tangan Tessa sudah melayang tiba-tiba tangan nya di tahan seseorang..
Tessa melihat siapa pemilik tangan itu dan kaget melihat sosok James di belakang nya.
"Jangan harap kau bisa menyentuh istriku!" kata James langsung membanting tubuh Tessa ke lantai.
Brugk !
__ADS_1
Tessa meringis sekali lagi, Lily melihat keberadaan James di ruangan ini tak kaget karena James tadi memang mengatakan akan ikut belanja bulanan.
"Mas telpon polisi" kata Lily.
James mengangguk dan menatap tajam Tessa.
"Dia akan mati!" kata Tessa berteriak.
"Mau juga bodoh" balas James sambil tersenyum kecut.
James menelpon polisi, dan Tessa yang tau akan hal itu berniat kabur tapi langsung di tendang James hingga membuat nya terjatuh kembali.
"Kau tak akan kabut setelah membuat keributan bukan?" James wenjambak rambut wanita itu dengan wajah datar nya.
Tak lama kemudian dokter datang dan langsung memeriksa Brata, James mengeluarkan Tessa yang terus berteriak meminta di lepaskan.
Polisi juga cepat datang dan langsung menangkap Tessa, James meminta pengacara nya untuk membereskan masalah ini hingga Tessa bisa di adili sesuai dengan kejahatan yang dia lakukan selama ini pada istrinya.
"Bagaimana kondisi ayah saya dok?" tanya Lily.
Dokter yang di berikan pertanyaan itu terdiam, dan diam nya dokter membuat Lily langsung meneteskan air matanya.
Lily masuk ke dalam ruangan VIP dan melihat suster yang menutupi tubuh ayah nya dengan kain putih.
"Tidak, ini pasti bohong" Lily tidak bisa menerima.
"Saya mohon maaf tuan, nona. tapi pasien sudah meninggal sebelum saya bisa menangani nya" jelas dokter dengan berat hati.
Deg..
Lily yang tidak bisa menerima kenyataan ini tubuhnya langsung terasa lemas, dan James yang melihat itu langsung menahan tubuh Lily.
"Mas" Lily menangis.
"Kamu kuat sayang" balas James.
"Tidak Mas, ayah.." Lily tak bisa melanjutkan ucapannya dan dia langsung jatuh pingsan ke pelukan suaminya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like komen dan vote ya♥️🤗🙏