
"Jadi ini rumah Lily?" tanya Tessa melihat gerbang rumah di depan nya.
"Hem, menurut Xeni Lily tinggal di sini dan dia sudah punya anak" jelas Selly.
Tessa mangut-mangut mendengar penjelasan putrinya, baguslah Lily sudah kaya dengan begitu dia bisa meminta uang untuk pengobatan Brata pada Lily.
Enak saja dia harus mengurusi Brata yang sakit-sakitan, bahkan dalam mimpi pun dia malas mengurusi suaminya yang sudah tidak mampu berjalan lagi itu.
Ting tong..
Suara bel Terdengar..
Lily yang sedang memandikan putri nya merasa tanggung untuk membukakan pintu, jadi dia memilih mengabaikan.
Hingga setelah selesai memakaikan pakaian untuk putrinya Lily tersenyum melihat putrinya yang sudah cantik.
"Ayah akan segera pulang, kamu mau di gendong Ayah kan sayang" Lily berbicara pada putrinya yang baru berusia dua Minggu.
Dan baby Keyla yang tak paham hanya mengeliat kecil, tapi meski begitu Lily tau jika baby Keyla sangat bahagia bisa memiliki ayah seperti James.
Dan di luar Tessa yang sedang menunggu terlihat kesal, pintu tak kunjung di buka dan itu membuat nya kesal.
"Mungkin Lily sedang pergi Mam" kata Selly.
"Kata kamu dia baru melahirkan, Mama rasa dia pasti lebih banyak di rumah" balas Tessa.
"Iya sih, coba aku intip ke jendela dulu" Selly mengintip.
Dan Selly yang mengintip melihat Lily yang datang dengan menggendong bayi, membuat nya langsung mendekati Mama nya.
"Lily datang Mam" kata Selly.
Tessa hanya mengangguk tak lama kemudian Lily membuka kan pintu, dan Tessa melihat Lily yang menggendong bayi tersenyum jijik.
Lily begitu kaget melihat kedatangan ibu tiri dan kakak tirinya, dia juga takut jika mereka akan mencelakakan anak nya.
"Kalian mau apa?" tanya Lily sedikit mundur.
"Seperti nya dia takut Mama" Selly tersenyum miring.
__ADS_1
"Lama tidak bertemu, kamu sudah punya anak saja. siapa ayahnya? ahk iya aku dengar kamu menjadi jala*g untuk Papa mertua mu, itu benar-benar menjijikkan Lily" ucap Tessa sambil melihat bayi Lily.
"Waw, kau benar-benar munafik di suruh jual diri tak mau tapi kau bahkan diam-diam menjual tubuh pada papa mertua mu, ck.. benar-benar diam-diam menghanyutkan" lanjut Tessa yang semakin menjadi-jadi menghina Lily.
Lily yang di hina hanya diam, karena apa yang di ucapkan ibu tirinya memang adalah fakta.
Tessa dan Selly meminta masuk tapi Lily tak mengijinkan karena dia tidak mau keduanya membuat masalah.
"Kau tidak menganggap aku ibu mu? hebat ya kau punya apa?" tanya Tessa berapi-api.
"Kalian datang untuk menghina ku jadi aku rasa aku tak perlu membiarkan rumah ku kotor dengan ucapan kalian" balas Lily lantang.
"Waw, Mama dengar secara tidak langsung jala*g ini mengatakan kita kotor" kata Selly memanasi.
"Maaf jika aku jala*g lalu kalian apa?, wanita-wanita tidak tau malu yang open Beo di aplikasi daring?" tanya Lily kali ini tak mau diam.
Beberapa hari lalu Lily melihat aplikasi daring di ponsel James, dan dia marah karena tau James menyimpan aplikasi itu, tapi James meyakinkan Lily jika dia tidak pernah memesan wanita.
Dan Lily percaya pada James, tapi dia malah melihat foto ibu tiri dan kakak tirinya yang memasang harga mahal hanya untuk satu malam.
"Kau!" Tessa berniat melayangkan tamparan.
Awww !
"Mam!" Selly membantu Tessa berdiri.
"Kurang ajar, beraninya kamu membuat Mama ku jatuh hah!" Selly marah besar.
Dan saat Selly akan mendorong Lily bi Narti yang datang membawa seember air bekas mengelap kompor pun langsung menyiramkan air itu ke tubuh Selly.
Byurr !
Aaaa!
Selly berteriak keras saat dia siram air, bi Narti yang melihat itu hanya acuh.
"Non nggak apa?" tanya bi Narti.
Lily menggeleng kepalanya.
__ADS_1
"Tangan bi kotor nggak? boleh titip baby Keyla?" tanya Lily.
"Dikit, tapi bentar" bi Narti mengelapkan tangan nya ke celana nya.
"Udah non" bi Narti nyengir.
Lily melihat itu hanya tersenyum lalu memberikan baby Keyla pada bi Narti, tidurin aja bi, susu nya udah ada di kamar" jelas Lily.
Ni Narti mengangguk dan pergi dengan wajah senang nya karena membantu majikan nya melawan orang-orang syirik.
"Mama! lihat wajah ku, hiss bau" Selly berteriak drama.
Tessa yang melihat putrinya berakhir mengenaskan itu melotot ke arah Lily.
"Kamu sudah berani nya, bagus" Tessa menatap kesal Lily.
"Aku tidak akan kalah lagi, dulu aku menghargai kalian sebagai ibu dan kakak ku. tapi tidak sekarang" balas Lily dengan wajah yang lantang.
"Waw, oke.. bagaimana kalau aku bilang jika Ayah mu setruk dan membutuhkan banyak dana? kau masih bisa sombong seperti itu hah?" Tessa yang geram agak berteriak.
Mendengar ucapan ibu tirinya Lily tersenyum kecut.
"Kalian yang hidup senang bersamanya, aku tidak merasa begitu jadi aku rasa Ayah akan lebih senang di obati dengan uang hasil jualan kalian, bukan uang dari anak yang tidak pernah di anggap nya, bukan begitu Mama?" Lily berkata dengan nada yang berbeda.
"Ya kau memang bukan anak yang di harapkan, kau di buang oleh ayah mu sendiri benar-benar menyedihkan" Tessa menjadikan itu sebagai hinaan.
Lily menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat Selly yang terlihat jijik dengan tubuh nya yang basah, dan Tessa yang mengusap bokong nya yang terasa sakit.
"Aku rasa kalian bisa pulang sekarang karena aku tidak merasa mengundang benalu seperti kalian, sudah ya aku tutup dulu.. ahk iya jangan dibawa ember nya, kalian kan sudah kaya pasti banyak uang hanya dengan menjual di*i!" kata Lily sinis, dan dengan santai nya menutup pintu.
Brugkkk !
Terdengar benturan keras ember yang di lempar ke pintu.
Dan Lily yang ada di balik pintu hanya diam, mendengarkan gerutuan dan kutukan dari ibu tiri dan kakak tirinya.
"Kamu tidak boleh lemah, mereka pantas mendapatkan semua itu" gumam Lily meyakinkan dirinya untuk tidak merasa bersalah karena memperlakukan Tessa dan Selly seperti itu.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏