Ranjang Papa Mertua Ku

Ranjang Papa Mertua Ku
Operasi


__ADS_3

Karena ancaman istrinya James pun akhirnya setuju untuk melakukan operasi transplantasi jantung.


Dan setelah menunggu satu bulan persiapan nya James pun akhirnya akan melakukan operasi beberapa jam lagi.


Mommy Annisa dan Daddy Key datang ke Indonesia, dan Lily menitipkan anak-anak nya pada mertuanya.


"Aku takut Sayang" ucap James yang masih ketakutan.


Bagaimana pun dia akan melakukan operasi besar, James hanya takut jika hal yang tidak di inginkan terjadi padad nya.


"Mas jangan bahas itu terus, aku dan semuanya berdoa untuk kelancaran operasi Mas, yang harus mas lakukan sekarang hanya berserah diri kepada Tuhan dan mempercayakan semuanya pada Tuhan sang pencipta" jelas Lily tegas.


Lalu Lily memberikan suapan lagi pada suami nya, dan James menerima suapan dari Lily.


Jika boleh jujur Lily juga sangat sedih dan takut akan kemungkinan yang belum terjadi, tapi dia mencoba untuk menutupi semua itu.


Lily tau jika dia memperlihatkan kelemahan nya dia hanya akan membuat suaminya ikut kepikiran akan ketakutan nya.


James sudah setuju untuk operasi, dan dia berharap semuanya berjalan dengan lancar.


"Kamu penguat aku, makasih selalu ada untukku" kata James lagi.


"Hem, tentu saja aku ada untukmu karena aku adalah istri mu" jawab Lily cepat.


"Dan Mas apa nama ku sudah menjadi pewaris?" tanya Lily.


Yang seketika membuat James langsung melotot ke arah isterinya.


Paham betul maksud dari istrinya apa, tidak. James tidak akan membiarkan istrinya menjadi janda muda jaya raya seperti yang di ucapkan istrinya.


"Sayang!" James menatap sebal istrinya.

__ADS_1


Haha..


Lily tertawa dan menyuapi James dengan suapan terakhir.


"Aku bercanda, Mas harus semangat untuk sembuh kita masih punya 3 project lagi untuk membuat anak setengah lusin, jika mas lupa" kata Lily sambil menyimpan mangkuk kosong di nakas.


Lalu mengambil minum, James menelan makanan nya dan meminum air putih yang di berikan istrinya.


"Kita sudah punya tiga bukan?" tanya James.


"Ya, tapi aku mau punya banyak anak dari kamu" balas Lily lagi.


"Aku akan sembuh" kata James sambil menatap istrinya.


Lily mengangguk, memang itu yang dia harapkan yaitu James bisa tetap hidup bersamanya dan anak-anak nya mengukir cerita hidup yang bahagia.


Lily sudah tak punya siapa-siapa, James adalah pelabuhan terakhir nya sekaligus satu-satunya yang menyayangi nya dengan tulus dan Lily tak akan siap kehilangan suami nya.


Setelah dua jam berlalu James pun di bawa ke ruangan operasi, Lily yang sedang menunggu tiba-tiba kedatangan Belgina.


Dia baru bisa datang tadi pagi dan langsung ke sini untuk menemani ipar nya, sedangkan anak-anak nya dia tinggalkan bersama Mommy nya.


"Aku sedikit takut, aku tak punya siapa-siapa selain Mas James" kata Lily pelan.


"Tidak, kakak ipar punya kami. Mommy Daddy dan keluarga Chris semuanya ada untuk kakak ipar, jadi jangan merasa sendirian" lanjut Belgina lagi.


Lily hanya mengangguk, air mata yang sudah dia tahan akhirnya tumpah begitu saja, Lily tak bisa berpikir positif untuk saat ini karena dia sangat ketakutan.


Setelah beberapa jam menunggu dokter akhirnya keluar dari ruangan nya.


Lily yang mengantuk melihat dokter yang keluar Lily yang melihat itu langsung berdiri dan mendekati dokter.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi suami saya dok?" tanya Lily.


"Operasi berjalan lancar, tuan James masih pingsan karena pengaruh obat bius, nanti setelah di pindahkan dia akan terbangun setelah setengah jam" jelas dokter.


Lily yang mendengar itu tak bisa menahan rasa bahagianya, dia langsung memeluk Belgina.


"Mas James" ucap Lily tak bisa berkata-kata.


"Iya, sudah ku katakan kak James pria kuat, mana mungkin dia rela meninggalkan istri dan anak-anaknya" jawab Belgina membalas pelukan ipar nya.


Keduanya berpelukan cukup lama hingga akhirnya Lily melihat James yang di pindahkan ke ruangan intensif.


Mereka pun langsung mengikuti James sampai di ruangan intensif, tapi Lily dan Belgina belum bisa masuk karena keduanya masih menunggu James bangun dan butuh setengah jam lagi.


Karena sudah sore Belgina akhirnya memilih pulang, Lily menitipkan makanan kesukaan anak-anak nya pada Belgina.


"Kaya kesiapa aja, udah aku yang bayar gini-gini aku banyak uang kok" kata Belgina sombong.


"Makasih ya" kata Lily.


"Hem, nanti kalau kak James bangun titip salam dari adik ipar nya kalau adik nya yang cantik jelita ini sangat menyayangi nya" lanjut Belgina.


Lalu Belgina pun pulang dan Lily yang melihat itu masuk ke dalam ruangan VIP tempat James di rawat.


Lily memegang tangan sang suami, dia mencium punggung tangan suaminya dan mendekatkan tangan suaminya di bagian perutnya.


"Terimakasih telah berjuang untuk anak-anak dan aku, Mas." gumam Lily pelan sambil menangis haru karena melihat suaminya yang sudah sembuh.


🌹


Yang belum mampir ke cerita baru Author yuk mampir, judulnya ^^Skandal Hamil Anak Duda^^

__ADS_1



Jangan lupa like coment and vote ya ♥️🤗🙏


__ADS_2