Ranjang Papa Mertua Ku

Ranjang Papa Mertua Ku
Undangan


__ADS_3

Beberapa hari tanpa Lily, James menjalani hari nya tanpa semangat apalagi Lily tak pernah menelpon nya dan mengangkat telpon nya.


Mommy nya juga sama tidak ada kabar, Mommy nya hanya mengirimkan undangan yang sudah di buat lewat Ben, dan James akan menyebar undangan itu 3 hari lagi.


"Tuan dasi nya" kata bi Narti yang melihat majikan nya lupa memakai dasi.


James yang di ingatkan akhirnya kembali ke dalam kamar, dia memang memilih tinggal di rumah yang di tempati Lily.


Sedangkan rumah besar di biarkan begitu saja, dan di jaga oleh suaminya bi Narti dan kadang-kadang bi Narti datang seminggu sekali untuk membereskan rumah.


"Tuan tas kerja nya" lanjut bi Narti.


James menghentikan langkahnya, dan melihat ke tangan nya.


Huh..


"Tuan apa tidak apa?" tanya bi Narti merasa tuan nya semakin hari semakin tidak bersemangat.


"Tidak apa, aku hanya butuh 2 Minggu lagi untuk bisa menikahi Lily" balas James kembali ke kamar nya mengambil tas kerja.


Dan setelah itu James langsung berangkat, bi Narti yang melihat majikan nya pergi hanya menggelengkan kepalanya.


"Cinta benar-benar merubah segalanya, bahkan tuan yang sudah kepala empat pun sampai di buat gila oleh cinta" gumam bi Narti sambil tersenyum.


Karena pekerjaannya masih banyak bi Narti akhir nya memilih beres-beres kembali.


Sedangkan James dia masih di perjalanan, saat di lampu merah James yang duduk di jok belakang itu membuka kaca mobil nya.


Dan di saat dia melihat keluar James melihat seorang pria yang membonceng anak SD di belakang nya.


Terlihat biasa saja tapi hal itu membuat James merasa tersentuh, mungkin nanti jika putrinya sudah masuk SD dia juga akan mengantarkan sang putri sekolah.


"Aku benar-benar tak sabar, Lily sayang tinggal dua Minggu lagi" gumam James sambil tersenyum lalu menaikan kaca mobilnya lagi.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil James sampai di kantor, James langsung masuk ke dalam lift khusus CEO.


"Selamat pagi tuan" sapa Nuri yang bersamaan baru keluar dari lift.


"Ya pagi" balas James acuh dan tanpa melirik Nuri.


Nuri yang selalu dia abaikan hanya mengembuskan nafasnya kasar, lalu berjalan melewati Seno dengan wajah dingin nya.


Saat akan melewati Seno James menghentikan langkahnya nya.


"Ini untuk mu" kata James memberikan undangan pernikahan nya pada Seno.


"Tuan akan menikah?" tanya Seno kaget.


"Hem, kau bisa datang dengan calon istri mu atau Nuri" jelas James lalu masuk ke dalam ruangan nya.


Seno yang melihat nama Nuri di samping nama nya langsung pergi ke ruangan Nuri.


Tok..tok..


"Ini untuk mu" Seno memberikan undangan itu pada Nuri.


"Siapa yang menikah?" tanya Nuri belum membaca.


Dan setelah membacanya Nuri mengerutkan keningnya aneh, "Kenapa nama ku dan nama mu bersebelahan!" lanjut Nuri menatap tak suka pada Seno.


"Tanyakan saja pada Bos, acara nya 2 Minggu lagi" kata Seno.


"Ya tapi siapa yang mengundang ki_" ucap Nuri terhenti saat nama James ada di sana, dan siapa Lily?..


Nuri terdiam beberapa saat sampai akhirnya dia ingat akan sosok gadis yang di tabrak Bos nya beberapa bulan yang lalu.


"Jangan bilang Lily itu" gumam Nuri.

__ADS_1


"Kau cemburu?" tanya Seno menarik kursi.


"Tidak" balas Nuri bohong.


Sebenarnya Nuri agak berharap bisa menjadi pengganti Lidia, tapi sekarang harapan nya pupus sudah karena James benar-benar melepaskan masa dudanya.


Seno melihat Nuri yang terlihat kecewa, dia menggelengkan kepalanya.


"Apa janda selalu suka sama duda?" tanya Seno.


"Maksud mu?" tanya Nuri paham tapi masih bertanya.


"Begini, kau janda apa tidak mau mencari yang lajang saja misalnya__" ucap Seno berhenti.


"Kamu?" tanya Nuri menunjuk Seno.


Dan Seno mengangguk kecil.


"Kamu memang mau sama barang bekas? aku sudah pernah melahirkan dua anak" ucap Nuri melihat Seno.


"Apa memilki anak adalah alasan?" tanya Seno.


Dan Nuri menggelengkan kepalanya.


"Bukan hanya itu saja yang dibutuhkan janda beranak dua itu bukan hanya pria yang menerima nya, tapi juga menerima anak dan mau membiayai kebutuhan anak-anak nya, dan duda beranak paham semua yang di butuhkan janda beranak" jelas Nuri dengan pemikiran nya.


Seno yang mendengar itu hanya mangut-mangut, lalu keluar dari ruangan Nuri.


Nuri melihat Seno yang pergi dan menghembuskan nafas nya kasar.


"Itu yang aku tak suka dari bujang lapuk itu, banyak bicara tapi nggak ada perjuangan nya. huh, menanggapi nya hanya akan membuang waktu ku saja" gumam Nuri sambil sekali lagi melihat undangan pernikahan Bos nya.


Dan menghembuskan nafas nya karena James duda tajir incaran nya lolos.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2