
Saat ini Lily sedang di suapi makan oleh James, dengan senang hati James menyuapi wanita yang baru melahirkan anaknya itu.
"Kenapa?" tanya Lily melihat James yang terus tersenyum.
"Kamu mau di panggil Mami? atau Mommy?" tanya James.
Hah?
Lily yang mendengar pertanyaan itu seketika terdiam nampak berpikir.
"Bagaimana dengan Bunda?" Lily menatap James.
"Bunda dan Ayah?" tanya James.
Dan Lily mengangguk cepat.
James terdiam nampak berpikir, lalu melihat Lily yang terlihat bahagia.
"Ayah bunda, panggilan yang indah" ucap James setuju.
"Makasih" kata Lily sambil tersenyum menatap James.
"Aku yang harusnya bilang makasih karena kamu aku bisa merasakan menjadi seorang Ayah sesungguhnya" ucap James balik menatap Lily.
Keduanya bertatapan beberapa detik, mata James malah jelalatan ke bagian dada Lily yang agak terbuka dan Lily paham akan hal itu.
"Em, itu akan kita lakukan setelah menikah" ucap Lily pelan.
"Itu apa?" tanya James yang kali ini menatap wajah Lily.
"Em itu" balas Lily masih dengan nada suaranya yang pelan seperti biasnya.
James menaikan sebelah alisnya ke atas, dia tau apa yang Lily ucapkan tapi James ingin Lily lebih jelas mengatakan nya.
"Apa? kamu ngomong apa?" tanya James lagi.
Lily diam dan menunduk malu, pipinya seketika bersemu merah karena Lily kembali mengingat akan percintaan mereka beberapa bulan yang lalu.
Semuanya benar-benar tidak terasa, Lily melahirkan anak dari Papa mertuanya bukan anak dari suami Sah nya.
"Lily sayang, kamu bilang apa tadi?" tanya James mengusap pipi Lily.
Lily mengadahkan pandangan dan menatap wajah tampan James.
__ADS_1
"Mas, jangan bahas itu bisa nggak?" tanya Lily pelan.
"Kenapa? memang nya aku bahas apa?" wajah James sangat terlihat menyebalkan.
Lily memalingkan wajahnya malu, dan James yang melihat itu sangat gemas karena Lily dan dirinya sudah memilki putri cantik tapi Lily masih malu-malu padamu.
"Lily jawab dan tatap aku" ucap James menyimpan mangkuk berisi bubur yang belum habis.
James memegang kedua pipi Lily, ragu-ragu Lily menatap James dengan perasaan yang begitu berbeda dari biasanya.
Huh..
"Aku membaca artikel jika tidak boleh melakukan nya sebelum 40 hari, maaf" ucap Lily pelan.
James yang mendengar itu berasa ingin tertawa lepas, jadi Lily berpikir jika dia akan menyerang Lily setelah melahirkan?
Astaga, kenapa James ingin sekali mengigit bibir pink milik Lily yang menggoda itu.
"Dengarkan aku, Lily sayang aku tidak akan menyentuh mu sebelum halal, kamu juga masih harus melewati perceraian dan masa idah mu juga cukup lama, kita akan menikah 6 bulan lagi" jelas James sambil tersenyum.
6 bulan?
Lily menatap mata James dan yang dia lihat hanya kesungguhan James, yang membuat Lily tersenyum.
James yang mendengar pertanyaan konyol itu menggelengkan kepalanya.
"Aku menduda dari Xeni lahir, selama ini aku bertahan" jawab James yang menatap Lily.
"Apakah kamu perlu bukti?" lanjut James bertanya.
Dan Lily langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya ingin janji setia, Mas. yang aku mau hanya kasih sayang dan perhatian Mas untuk aku dan untuk putri kita" jawab Lily dengan senyuman nya.
"Tentu, kalian adalah berdua adalah prioritas utama ku" sahut James sambil mengecup kening dan bibir Lily.
Lalu James pun kembali menyuapi Lily bubur, dan Lily makan banyak karena Lily ingin cepat sehat dan bisa menjaga anaknya bersama James.
Menjelang malam Lily yang mendengar suara tangis bayi terbangun dan dia kaget melihat James yang menggendong bayi nya.
"Mas" panggil Lily.
"Lily, kamu bangun" James yang menggendong bayi nya mendekati Lily.
James memberikan bayi nya pada Lily, setelah itu James duduk sambil melihat Lily yang memberikan asi pada putrinya.
__ADS_1
"Aku sudah punya nama untuk anak kita" ucap James tiba-tiba.
"Siapa?" tanya Lily cepat.
"Karena dia adalah anugrah terindah yang hadir di cinta terlarang kita aku rasa nama yang pas untuk putri kita Keyla Putri Christian, Keyla artinya Mahkota yang kalau di gabung menjadi Putri mahkota Christian" jelas James.
Lily yang mendengar nama untuk putrinya langsung melihat bayi cantik nya.
"Keyla, nama yang cantik" gumam Lily sambil tersenyum.
"Kamu suka?" tanya James.
Dan Lily dengan cepat langsung mengangguk.
"Sangat" balas Lily sambil melirik James.
James memegang tangan mungil sang istri, lalu mencium pipi Lily.
Lily yang di cium hanya tersenyum kecil, Lily tiba-tiba teringat akan Ayah nya, sudah lama sejak terakhir kali mereka bertemu Lily tak pernah melihat ayahnya lagi.
"Apa kabar Ayah? aku sudah melahirkan apakah Ayah akan mau menatap cucu nya?" batin Lily sambil melihat sang putri yang sudah tertidur.
Karena baby Keyla sudah tertidur James pun akhirnya menidurkan putrinya di box bayi, lalu kembali duduk di samping Lily.
"Mas tidur lagi aja, Baby Keyla biar aku yang jaga" kata Lily.
"Tidak, aku yang akan menjaga kalian. lebih baik sekarang kamu yang tidur karena aku tau kamu pasti sangat kelelahan setelah memberikan asi untuk putri kita" balas James.
Lily melirik James yang wajahnya terlihat serius, dia pun mengalah dan menidurkan dirinya.
"Selamat tidur" bisik James.
"Selamat tidurut kembali" balas Lily pelan lalu memejamkan matanya.
James menarik selimut agar Lily tidak kedinginan, dan terakhir dia mengecup kening Lily.
"Aku mencintaimu" ucap James dan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah sofa.
Tanpa James sadari Lily belum tertidur, Lily membuka matanya dan tersenyum.
"Aku juga mencintai mu, Mas" gumam Lily pelan hampir tak terdengar karena masih ragu akan perasaan nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1