Ranjang Papa Mertua Ku

Ranjang Papa Mertua Ku
Terabaikan


__ADS_3

Seminggu berlalu..


Setelah meninggalnya Brata Lily begitu sangat terpukul, James sampai tidak bekerja karena dia tidak mau meninggalkan istrinya saat sedang berduka seperti ini.


Dan untuk Tessa dia masih di tahan dan terancam seumur hidup di penjara karena bukan hanya melakukan tindakan percobaan pembunuhan, Tessa juga di laporkan akibat pencurian mobil karena mobil yang di jual Tessa itu adalah milik Brata.


"Sayang" James yang baru bangun tidur kaget tak melihat istrinya.


James beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi, dan benar saja dia melihat Lily yang sedang mandi di sana.


"Keyla di mana?" tanya James.


"Ini" Lily menunjuk Keyla yang sedang main air bersamanya.


James mendekat dan benar saja dia melihat Keyla yang sedang bermain dengan menggunakan pelampung.


"Kamu sudah merasa baikan?" tanya James yang matanya menatap Lily.


"Hem, aku harus kuat karena ada kalian berdua" Lily melirik James dan bayi nya.


James tersenyum lalu membawa baby Keyla dari air, dia melepaskan pelampung nya dan memandikan baby Keyla dengan air bersih.


Lily hanya melihat sambil berendam, lalu James membawa baby Keyla keluar dari kamar mandi.


"Bi" panggil James.


"Iya tuan" bi Narti mendekat.


"Tolong pakaikan pakaian baju Keyla, aku dan Lily ada urusan" ucap James.


"Baik tuan" bi Narti menggendong baby Keyla.


Setelah memberikan putrinya pada bi Narti James pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Mas, Keyla mana?" tanya Lily tak melihat putrinya.


"Aku titipkan pada bi Narti" balas James sambil membuka pakaiannya.


Lily melihat James yang membuka pakaian nya, hingga mata Lily terfokus pada yang menggantung di sana.


James yang selesai membuka pakaian nya langsung mendekati istrinya, dan masuk ke dalam bathtub.

__ADS_1


"Mas" Lily kaget saat tubuhnya di angkat dan di duduk kan di pangkuan suaminya.


"Aku sudah seminggu tidak di perhatikan" kata James mencium leher Lily.


Lily mengeliat pelan saat suaminya yang menciumi lehernya.


"Aku sangat merindukan mu" James melingkarkan tangan nya di perut Lily.


Lily menatap wajah suaminya yang terlihat sangat bergairah itu, tak bisa menolak sentuhan suaminya Lily pun akhirnya melingkarkan tangannya di leher James.


Lily merasa terlalu cepat ayahnya pergi, bahkan dia belum mendapatkan pengakuan dan pelukan dari ayah nya tapi ayahnya malah pergi begitu saja meninggalkan nya.


Dia terlalu larut ke dalam air mata kehilangan Ayah nya sampai melupakan jika dia punya suami dan putri yang butuh perhatian nya.


"Maaf karena mengabaikan mu seminggu ini" ucap Lily mencium bibir suaminya.


Hemph..


Keduanya berciuman cukup lama, hingga James pun menghentikan ciumannya.


"Aku sangat mencintai mu" kata James.


"Aku tau" balas Lily menatap wajah James.


James memegang pinggang Lily lalu membantu Lily untuk menggerakkan pinggulnya, wajah keduanya tak bisa di artikan akan kenikmatan yang sedang keduanya rasakan.


Dan permainannya panas keduanya tak hanya di dalam bathtub tapi James juga mengajak main di bawah guyuran shower juga.


"Mas, Keyla" Kata Lily karena James lupa waktu.


"Hem, ada bi Narti. tenang saja aku yakin bi Narti paham akan kebutuhan kita" balas James mengubah gaya nya dan Lily yang harus melakukan banyak gaya permainan panas hanya bisa pasrah dan menikmati nya.


Toh dia juga menikmati permainan nya, meski Lily harus merasa lelah setelah pelepasan nya yang kesekian kalinya, dan James yang baru merasakan satu kali tak mau berhenti karena dia merindukan istrinya.


Sore nya James dan Lily yang sedang bermain tiba-tiba kedatangan tamu, keduanya melihat Nuri dan Seno yang datang ke rumah nya.


"Tumben" gumam James heran.


"BI tolong buatkan minum ya" pinta Lily sambil berdiri.


James sudah lebih dulu ke ruang tamu membawa baby Keyla.

__ADS_1


Nuri yang melihat James memberikan undangan pernikahan nya.


"Tuan, saya akan menikah dengan Seno. dan ini undangan nya" ucap Nuri.


"Kalian menikah?" tanya James.


"Siapa yang nikah mas?" Lily masuk berjalan sambil membawa cemilan.


"Kami nona" ucap Seno yang kali ini bersuara.


Lily melihat Seno dan Nuri, lalu melirik suaminya.


"Kalian serius?" tanya James.


"Iya tuan, lebih dari serius" balas Seno cepat.


James melihat Nuri, bagaimana pun Nuri adalah mantan istri almarhum teman nya, jadi James harus bisa memastikan jika Nuri mendapatkan pria yang bertanggung jawab.


Apalagi Nuri sudah memiliki dua anak, dan anak-anak Nuri itu adalah keponakan nya jadi James tak bisa mengabaikan hal ini.


"Bagaimana dengan mu Nuri?" tanya James.


"Saya sudah siap menikah tuan, Seno juga berjanji akan menyayangi anak-anak saya" Jelas Nuri lagi.


"Mereka anak-anak sahabat ku, jika kamu tidak serius lebih baik jangan" kata James melihat Seno.


"Apa tuan meragukan saya?" tanya Seno.


"Kau berusia lebih muda dari Nuri, apa kau bisa menerima Nuri dengan semua kekurangan dan kelebihan nya?" tanya James lagi.


"Tentu tuan, saya sudah siap untuk menjadi suami dan ayah untuk anak-anak Nuri, dan saya juga berjanji akan membahagiakan mereka" kata Seno dengan wajah serius nya.


James terdiam sebentar dan melirik Seno dan Nuri.


"Baiklah, semua keputusan yang akan kalian ambil itu adalah hak kalian. aku hanya ingin memastikan dan selamat untuk pernikahan kalian" ucap James.


"Terimakasih tuan" balas Nuri dan Seno bersamaan.


Sebenarnya pernikahan mereka di tentang oleh ibu dari Seno mengingat Nuri janda anak dua, tapi Seno tetap ingin menikahi Nuri karena menurutnya menikahi Nuri adalah pilihan terbaik yang pernah Seno ambil.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote ya♥️🤗🙏


__ADS_2