
Setelah anak-anak tertidur di kamar nya Lily langsung ke dapur, dia menyiapkan susu hamil nya yang rasa stroberi.
Dan setelah itu Lily berjalan ke arah kamar nya dengan membawa susu hamil, saat masuk Lily melihat suaminya yang fokus pada laptop.
"Mas, udah dulu kerja nya ayo tidur" kata Lily mencoba melupakan kejadian bau parfum tadi.
Lily tidak mau so udzon karena dia sangat yakin jika suaminya itu sangat mencintainya dan tak akan mungkin mau berpaling kepada yang lain.
"Mas" panggil Lily lagi.
"Sebentar lagi" James mengeluarkan suaranya.
Lily mendengar jawaban itu duduk dan meminum susu hamil nya sampai habis, dan setelah itu Lily langsung menyimpan gelas kosong nya di nakas.
Lily duduk dia yang merasa sakit kaki memijat kakinya sendiri, dan James yang sedang melihat pekerjaan nya fokusnya teralihkan.
James menarik nafasnya panjang lalu menutup laptop nya, James menyimpan laptop nya di meja dan beranjak dari duduknya.
"Cape ya?" James ikut memijat kaki istrinya.
"Tadi Kiano mau di gendong bobo nya, jadi agak sedikit pegal kaki nya" jelas Lily.
James memijat Lily dan hal itu di lihat Lily dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.
"Mas akhir-akhir ini sibuk banget, apa ada masalah di kantor?" tanya Lily.
"Tidak, hanya saja banyak pekerjaan yang harus mas kerjakan" jelas James.
"Ada Seno dan Lena (Sekretaris James) apa mereka tak membantu Mas?" tanya Lily lagi.
Seno sudah di angkat menjadi asisten, dia menggantikan Nuri sejak dua tahun lalu, dan Nuri saat ini sedang sibuk dengan ketiga anak nya.
Sedangkan Lena, dia sekertaris James yang menggantikan Seno 2 tahun lalu, dan Lily juga mengenal Lena dia juga yakin bau parfum itu bukan milik Lena.
__ADS_1
"Tidak, maksud aku Seni dan Lena punya kerjaan mereka masing-masing" jelas James sambil memijat kaki Lily.
Lily berusaha untuk percaya akan ucapan suaminya, dan setelah James selesai memijat kaki Lily keduanya tiduran.
Lily memeluk James menghirup aroma harum tubuh suaminya, James mengusap perut Lily dengan lembut.
"Kita pakai jasa baby sitter ya, aku nggak mau kamu kelelahan mengurus anak-anak" kata James.
James takut Lily kecapean apalagi Lily sedang hamil muda saat ini, dan bukan mudah mengutus dua anak yang sedang aktif dalam segala hal seperti Keyla dan Kiano.
"Aku bisa menjaga mereka, mas. tidak perlu memakai jasa baby sitter" balas Lily menolak.
"Tapi aku tidak mau kamu kecapean sayang, lihat kamu sedang hamil" James masih mengusap perut istrinya.
Lily mengadakan pandangan nya dan keduanya bertatapan untuk beberapa saat.
"Mas tau aku hanya butuh Mas, aku tidak perduli seberapa lelahnya menjaga anak kita karena selama Mas ada bersama ku aku akan sangat bahagia" kata Lily menatap James dengan mata yang penuh cinta nya.
James yang mendengar ucapan Lily tersenyum, tidak percaya jika dia di cintai begitu besar oleh istrinya.
"Mas tidak akan selingkuh kan?" tanya Lily tiba-tiba.
"Tentu tidak sayang, aku sangat mencintai mu dan hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cinta" jawab James menatap istrinya dengan wajah yang penuh cinta.
Lily mendengar itu tersenyum, dia harap apa yang suaminya katakan adalah nyata jika hanya dia seorang yang di cinta suami nya, tidak ada wanita lain.
Pelan tapi pasti Lily yang mendapatkan usapan lembut di kepalanya itu mulai mengantuk.
Dan tak lama kemudian Lily pun tertidur, James yang melihat itu langsung tersenyum dan mencium singkat bibir istrinya.
Cup..
"I love you, maaf jika kesibukan ku membuat mu merasa ragu, tapi percayalah hanya kamu yang aku cintai" ucap James pelan sambil menatap wajah cantik istrinya.
__ADS_1
Setelah memastikan istrinya tidur terlelap Lily langsung beranjak dari tempat tidur nya.
James berjalan untuk melihat pekerjaan nya di laptop, tapi baru beberapa menit James ingat akan ucapan Lily tadi.
"Mas tau aku hanya butuh Mas, aku tidak perduli seberapa lelahnya menjaga anak kita karena selama Mas ada bersama ku aku akan sangat bahagia"
James terdiam, dia bekerja keras seperti ini hanya untuk istri dan anak-anaknya.
James ingin anak dan istrinya tidak kekurangan apapun setelah dia pergi.
"Halo"
"Om, apa Om berubah pikiran?" terdengar suara seorang wanita di sebrang telpon.
"Berapa lama pengobatan nya?" tanya James.
"Itu tidak bisa di pastikan, tapi kondisi om belum terlalu parah jika om melakukan nya sekarang" jelas wanita itu.
"Apa setelah melakukan pengobatan aku akan bisa sembuh?" tanya James.
Dan tidak terdengar jawaban lagi yang membuat James mengatakan.
"Aku tidak akan membuang waktu berharga ku, jika kau tidak bisa menjamin aku bisa hidup lama aku tidak akan melakukan nya" tegas James lalu mematikan panggilan nya sepihak.
Huh..
James melihat ke arah ranjang di mana istrinya tertidur lelap di sana.
Lily masih 25 tahun James tak bisa meninggalkan istrinya, dia sangat mencintai istrinya.
"Tuhan kenapa harus sekarang, kenapa?" batin James sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya ♥️🤗🙏