
James datang dan dia sedikit heran saat melihat teras depan yang basah dan berair, karena penasaran James pun masuk ke dalam rumah.
"Lily sayang" panggil James.
"Di sini" teriak Lily yang sedang di halaman samping.
James berjalan ke tempat di mana Lily berada dan sesampainya di sana dia melihat Lily yang sedang menyusui putri mereka.
"Teras depan basah, apa terjadi sesuatu?" tanya James ingin mendengar nya dari mulut Lily.
Sebenarnya James bisa saja melihat cctv, tapi dia akan melakukan itu nanti setelah mendengar penjelasan Lily.
Lily melihat James lalu memberi kode untuk diam karena putrinya baru tertidur.
"Kita bicara setelah baby Keyla terlelap, oke" ucap Lily.
James mengangguk, keduanya saling mendiamkan lalu Lily pun beranjak dan pergi ke kamar nya.
Lily menidurkan sang putri di ranjang, James mengikuti Lily dan melihat bagaimana telaten Lily dalam menjaga buah hati mereka.
"Mas, jangan dulu" Lily kaget karena James tiba-tiba memeluk nya dari belakang.
James yang memeluk Lily dari belakang mencium pucuk leher Lily, lalu mencium harum rambut Lily yang wangi.
"Kamu keramas lagi?" tanya James.
"Hem, tadi malam ketumpahan asi rambut nya jadi aku keramas" balas Lily.
"Nanti setelah kita menikah aku akan membuat kamu keramas setiap pagi" bisik James sambil melepaskan pelukan nya.
Lily yang masih tertegun dengan ucapan James pipi nya memerah, paham apa maksud dari keramas pagi-pagi.
"Mas, kita keluar ya jangan di sini baby Keyla baru tidur" kata Lily mengalihkan topik pembicaraan mereka.
James menaikan sebelah alisnya ke atas, paham jika Lily berusaha menghindari obrolan mereka.
__ADS_1
Tapi meski begitu James mengikuti keinginan Lily, James berjalan keluar kamar bersama Lily.
Keduanya memilih pergi ke kamar tamu yang selalu di tempati James, Lily tak mau mengobrol di ruang tengah karena takut bi Narti melihat apa yang di lakukan James mengingat akhir-akhir ini James selalu terang-terangan mencium pipi dan bibir nya.
"Jadi yang mana dulu yang mau di bahas?" tanya James.
"Mas, jangan mulai" Lily manyun karena malu.
"Lily sayang, kita bukan remaja lagi. ada baby Keyla dia pasti suka Ayah bundanya semakin lengket" balas James yang pikiran nya mesum.
"Nanti saja, aku masih belum menjadi janda dan masa idah pun belum aku jalani" kata Lily lagi.
"Siapa bilang, kamu sudah jadi janda kok" James memberikan amplop putih pada Lily.
Lily melihat amplop putih itu, lalu menatap James dengan tatapan tak percaya nya.
"Secepat itu?" tanya Lily kaget.
Dan James dengan santai nya mengangguk, dia memang melakukan segala cara untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan nya.
Mungkin terbilang sangat gila karena James membuat putranya menjadi duda, tapi dia juga tidak bisa mengabaikan tanggung jawab nya yang harus membahagiakan Lily yang melahirkan putrinya.
"Aku menggunakan hasil visum di tubuh mu, dan itu membuat proses perceraian nya menjadi lebih mudah karena pernikahan yang penuh tindak kekerasan tidak baik di lanjutkan" jelas James.
Lily hanya mangut-mangut meski tak terlalu paham, dan yang Lily lihat seperti nya yang bersemangat untuk dia bisa bercerai dengan Xeni bukan hanya James tapi Lily juga.
"Jadi tinggal masa idah nya?" tanya Lily.
"Hem, aku harus menunggu 3 bulan, tapi tidak apa aku akan sabar menunggu" balas James.
Lily mengangguk kembali, lalu memeluk James tanpa di minta.
James yang tiba-tiba di peluk mengerutkan keningnya aneh, hingga dia mendengar suara isakan.
"Terimakasih" ucap Lily yang terharu karena di perjuangkan seperti ini oleh James.
__ADS_1
"Tidak ada kata terimakasih, aku melakukan ini karena aku mencintaimu dan putri kita" balas James.
"Hem, aku menyesal karena memilih nya. harusnya dulu aku memilih pria tua yang batuk-batukkan itu. maaf karena menolak mu dulu" Lily melepaskan pelukan nya dan menatap James.
James menatap Lily, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Lily hingga membuat jarak wajah keduanya sangat dekat.
"Apa jika kamu tau aku sebelum menikah dengan Xeni kamu akan memilih ku?" tanya James.
"Tentu saja Xeni, aku mencintai nya dulu tapi tidak sekarang karena aku mencintai Papa nya" jelas Lily menatap James.
Mendengar itu James tersenyum, dan mendekatkan bibirnya dengan bibir Lily.
Cup..
Lily tak mau di kecup pun membuka bibirnya, dan menjulurkan lidahnya menyentuh bibir James.
"Lily jangan mulai" James menggesekkan hidung keduanya.
"Kenapa tidak, aku janda bukan?" tanya Lily sambil mengalungkan tangannya ke leher James.
"Oh ****, Lily no" James tiba-tiba tegang karena bibir Lily tak berhenti menjil*ti bibir nya.
"Mas, ayolah" ucap Lily yang entah kenapa merasa menginginkan James.
James menggelengkan kepalanya, dan melepaskan tangan Lily dari leher nya.
"Mas!" Lily melotot melihat James berdiri.
"Lily kau membuat nya bangun, oh ya ampun aku harus menidurkan nya dengan tangan ku. kau benar-benar nakal" James mengacak rambut nya kasar.
Lalu James memilih ke kamar mandi untuk menghentikan getaran untuk bermain panas.
Lily melihat James masuk ke kamar mandi itu menghembuskan nafasnya kasar.
"Oh ya ampun aku benar-benar menjadi janda yang panas, aku masih 20 tahun dan aku sudah jadi janda, Astaga" Lily menggelengkan kepalanya, merasa dia sudah mulai di buat gila dengan duda tampan alias mantan Papa mertuanya itu.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏